Arsip untuk ‘DIVISI KURIKULUM’ Kategori

DESKRIPSI TUGAS DIVISI KURIKULUM

Juni 17, 2008

RINCIAN DESKRIPSI TUGAS

DIVISI KURIKULUM

Tahun 2008/2009

 

 

NO.

 

JABATAN

TUGAS

  1

Waka Kurikulum

Drs. Kasdi Haryanta

1.      Konsultasi dengan Kepala Sekolah mempersiapkan dan mengantisipasi kebutuhan sumber daya manusia guru.

2.      Konsultasi dengan Kepala Sekolah  menyusun dan mepersiapkan program pembinaan peningkatan profesionalisme guru.

3.      Konsultasi dengan Kepala Sekolah menyusun dan mengatasi Pembagian Tugas Mengajar Guru.

4.      Konsultasi dengan Kepala Sekolah merancang dan melaksanakan program pembinaan, pengembangan, dan jaminan profesionalisme guru.

5.      Konsultasi dengan Kepal Sekolah  untuk merancang pelaksanaan dan menentukan langkah-langkah dan strategi ke program SDIP dibantu oleh asisten Kurikulum Bidang SDIP/

6.      Mengkoordinasi perangkaian jadwal kegiatan pembelajaran dan jadwal piket bersama asisten dan sekretaris.

7.      Menyusun daftar wali kelas per tahun pembelajaran.

8.      Mengkoordiansi kegiatan operasional pembelajaran.

9.      Mengkoordinasi dan mengendalikan kegiatan administratif dewan guru mulai dari perencanaan, pelaksanaan, pengukuran, pengevaluasian, dan penilaian.

10.  Mengkoordinasikan kegiatan pelayanan laboratorium melalui Koordinator Laboratorium.

11.  Mengkoordinasi kegiatan operasional pengukuran, pengevaluasian, dan penilaian dewan guru dalam memberikan pelayanan pembelajaran.

12.  Mengkoordinasi kegiatan pelayanan  remedial harian maupun akhir semester.

13.  Mengkoordinasikan kegiatan pelayanan pelajaran pengayaan materi pembelajaran.

14.  Mengkoordinasikan kegiatan pelayanan pelajaran tambahan.

15.  Bekerja samna dengan wakil kepala sekolah bidang kurikulum sekolah lain dalam perancangan dan pelaksanaan musyawarah guru Mata pelajaran dan koordinasi SMA/SMK Xaverius Kota Palembang.

16.  Mengkoordinasi kegiatan perencanaan, pelaksanaan, pelayanan, pengukuran, pengevaluasian, dan penilaian proses  pembelajaran baik bersifat rutin maupun periodik terjadwal.

17.  Mengkoordinasi perancangan dan pelaksanaan tenaga operasional kegiatan pelayanan pembelajaran terjadwal parsial.

 

NO.

 

JABATAN

TUGAS

 

2

 

Asisten Kurikulum Bidang Umum

Herman Yosep Sunu Endrayanto, S.Pd.

1.      Bekerja sama dengan Waka Kurikulum bertanggung jawab terhadap pengelolaan kegiatan pembelajaran kelas

2.      Mengontrol kelas per kelas proses pembelajaran sesuai jadwal

3.      mengontrol jadwal guru piket untuk mengatasi kebutuhan kondisional pembelajaran sesuai jadwal

4.      Mengontrol pengembalian peralatan kelas dibantu oleh tenaga teknis

5.      Bersama Sekretaris mengontrol kebutuhan sarana pembelajaran (kapur putih, kapur berwarna, penghapus, papan tulis, penggaris panjang, penggaris segitiga, busur, jangka dan lain-lain)

6.      Bersama petugas tenaga teknis mengontrol kelengkapan pengembalian sarana pembelajaran kelas per kelas

7.      Bersama Sekretaris mengoordinasi dan mengontrol kegiatan laboratorium berkoordianasi dengan Koordinator Laboratorium

8.      Bekerjasama dengan Sekretaris mengawasi kegiatan remedial. Pengayaan, dan pelajran tambahan

9.      Bekerjasama dengan tenaga operasional lain menangani kegiatan parsial ( Evaluasi Belajar Semester, Ujian Praktik, Ujian Nasional, dan lain lain )

10.  Mengumpulkan data siswa peserta evaluasi belajar semester atau ujjian susulan

11.  Mengkoordinasi kegiatan evaluasi belajar semester atau ujian susulan bekerja sama dengan tenaga operasional

12.  Bekerja sama dengan tenaga teknis mengoordiansi penataan tempat evaluasi atau ujian

13.  Mengatasi kebutuhan kondisional mengatasi keprluan pembelajaran kelas

 

 

 3

 

Asisten Kurikulum Bidang SDIP

3.1  A. Sudarsana, S.Pd.

3.2  St. Agus Susanto, S.Pd.

 

 

1.      Konsultasi dengan Kepala Sekolah da Staf merancang        bentuk pelaksanaan pengembangan sistem dan sarana sekolah ke arah SDIP

2.      Bersama Waka Kurikulum merancang langkah-langkah perencanaan SDIP ke dalam program per satuan waktu secara operasional

3.      Bekerja sama denga Waka Kurikulum bertanggung jawab terhadap pengelolaan kegiatan pembelajaran kelas menuju ke kelas internasional dengan mengacu  ke standar Kurikulum Cambridge

4.      Menentukan pihak-pihak terkait dengan pelaksanaan opersional

5.      Konsultasi dengan Kepala Sekolah bersama Waka Kurikulum bertanggung jawab terhadap pelaksanaan program SDIP

6.      Merancang dan menyusun program komputasi sisitem layanan administrasi dan publikasi

7.      Bekerja sama dengan Waka Humas merancang dan mempublikasikan bentuk layanan informasi pembelajaran mulai dari layanan perancangan, pelaksanaan, pengevaluasian, dan publikasi

 

 

 

NO.

 

JABATAN

TUGAS

 

 4

 

Sekretaris

Maria Marisa Asti, S.E

 

1.      Mencatat kehadiran(absensi) guru setiap hari dan memasukkan datanya ke akreditasi dalam sistem komputasi

2.      Mencatat tugas guru piket setiap hari sistem komputasi

3.      Mengarsipkan legger sementara, legger tetap, dan map nilai dari wali kelas

4.      Mempersiapkan berkas-berkas remedial dan pengayaan

5.      Menerima setoran nilai harian dari guru yang akan mengadakan remedial

6.      Mengetik setoran nilai harian dari guru yang akan mengadakan remedial dalam sistem komputasi

7.      Mengarsipkan nilai harian per bidang studi dalam file folder dalam satuan waktu pembelajaran

8.      Membuat rekap remedial dan pengayaan setiap akhir bulan

9.      Mengarsipkan daftar hadir siswa remedial setiap bulan dalam sistem komputasi

10.  Merekap dan mengetik jadwal mengajar guru dalam sistem komputasi

11.  Merekap dan mengetik jadwal kelas dalam sistem komputasi

12.  Konsultasi dengan Waka Kurikulum menyusun daftar hadir mengawas evaluasi belajar semester

13.  Mempersiapkan berkas-berkas remedial ulangan semester

14.  Mengarsipkan data siswa yang mengikuti remedial ulangan semester

15.  Mempersiapkan blangko setoran nilai guru bidang studi untuk wali kelas

16.  Mempersiapkan map nilai untuk wali kelas

17.  Menerima setoran nilai dari guru dan memasukkannya ke map kelas masing-masing

18.  Menyusun daya serap per semester

19.  Merekap dan menghitung persentase kehadiran (absensi) guru per semester

20.  Mengarsipkan berkas-berkas remedial dan pengayaan selama satu tahun pelajaran

21.  Menata dan menyusun arsip surat masuk dan suart keluar

22.  Menata dan menyusun format-format administratif guru baik untuk keprluan harian maupun rutin parsial

  5

Layanan Administrasi dan Publikasi

Janer Silaban, S.Kom

1.      Merancang website terprogram setapak demi setapak untuk mewujudkan profil sekolah dalam jaringan

2.      Bekerja sama dengan Tata Usaha dan Sekretaris Kurikulum merancang dan melaksanakan program

3.      Menyusun rancangan basis data bekerja sama dengan Tata Usaha dan  Sekretaris Kurikulum, serta lini lain

4.      Bekerja sama dengan guru TIK merancang dan menyusun program layanan email learning

5.      Bekerja sama dengan Waka Humas merekap dan menyusun visualisasi kegiatan-kegiatan sekolah dalam layanan multimedia

6.      Bekerja sama dengan Waka Humas memberi layanan publikasi profil sekolah dengan sarana multimedia.

 

 

 

NO.

 

 

JABATAN

 

TUGAS

 

 

 6

 

Koordinator Laboratorium

F. Untung Supriyanto, S.Pd

1.      Mengkoordinasi peran dan tanggung jawab laboran dengan menyusun deskripsi tanggung jawab, tugas, dan kewajiban masing-masing

2.      Mengkoordinasi kebutuhan peralatan dan bahan keperluan laboratorium

3.      Mengkoordinasi penggunaan laboratorium dengan menggunakan sistem pengusulan waktu dan tempat penggunaan dari guru bidang studi, minimal dua hari sebelumnya

4.      Bertanggung jawab terhadap penggunaan laboratorium di luar jam pembelajaran, dalam hal ini keperluan ekstrakulikuler

5.      Menyusun program tahunan dan porgram semester aplikasi pemakaian laboratorium berdasarkan program sekolah/kurikulum an usulan/laporan

6.      Bekerja sama dengan laboran mengiventarisasi ketersediaan kondisi perangkat/bahan laboratorium untuk kegiatan pembelajaran

7.      Bekerja sama dengan laboran merancang jadwal pemakaian laboratorium sehingga terhindar dari benturan/tabrakan jadwal penggunaan

8.      Mengajukan proporsal perangkat sarana/bahan laboratorium ke Waka Sarana berdasarkan masukan laboran dan pembina KIR/Ekstrakulikuler dan diketahui oleh Waka Kurikulum

9.      Bekerjaa sama dengan laboran dalam mengontrol pemakaian laboratorium secara rutin

10.  Mengontrol kondisi-keadaan perangkat dan sarana laboratorium secara rutin

11.  Memberikan laporan administrasi pemakaian laboratorium ke Waka Kurukulum, Waka Sarana dan Kepala Sekolah

       

 

7

 

Laboran

1.      Laboran Fisika

      Ignatius Sutriyanto

2.      Laboran Kimia

      F. Wiji Utami, A.Md.

3.      Laboran Biologi

      Danang Riyanto

4.      Laboran Bahasa

       Ignatius Sutriyanto

5.      Laboran IPS

       Ignatius Sutriyanto

6.      Laboran Seni

      Ignatius Sutriyanto

7.      Laboran Komputer

      Yoseph Widodo, A.Md.

      Nurbertus Suryadi, S. Kom.

 

1.       Mendata dan menyusun daftar inventarisasi alat dan bahan laboratorium

2.       Menginventarisasi dan menyusun jadwal penggunaan laboratorium guru bidang studi dan pembina KIR

3.       Mempersiapkan alat dan atau bahan pratikum yang diperlukan dalam pembelajaran

4.       Mendampingi guru selama berlangsungnya kegiatan pembelajaran di laboratorium/pratikum maupun eksperimen

5.       Merawat maupun memelihara alat serta  merapikannya setelah digunakan

6.       Mencatat dan mendata alat yang rusak atau habis setelah digunakan

7.       Mengajukan daftar pengadaan alat dan bahan beserta rencana belanja laboratorium kepada koordinator laboratorium

8.       Membersihkan alat, meja kerja, wasthafel, wadah bahan dan sarana di laboratorium masing-masing

9.       Mengingatkan guru bidang studi dan pembina KIR(pemakai laboratorium) untuk mengisi daftar pemakaian laboratorium

10.   Menyelesaikan administrasi di laboratorium masing-masing

11.   Membantu menyelesaikan adiministrasi umum di kantor laboratorium

12.   Memperbaiki peralatan/sarana yang masih mungkin diperbaiki

13.   Mengklasifikasi perangkat/bahan laboratorium secara baik dan benar pula

 

NO.

 

JABATAN

TUGAS

 

 

14.   Bersama-sama dengan guru bidang studi dan pembina KIR menyusun hasil pembelajaran/kegiatan serta mengatur penempatan secara baik untuk disimpan, dirawat, dan digunakan dalam kegiatan berikutnya.

 

 

                                                                                               

                                                                                                Palembang, Juli 2008

 

 

                                                           

                                                                                                Drs. Kasdi Haryanta

                                                                                                Waka Kurikulum

PENGELOLAAN MANAJERIAL

Mei 26, 2008

 

SISTEM MANAJERIAL DAN KINERJA

SMA XAVERIUS 1 PALEMBANG

A. VISI

Menjadi pusat keunggulan layanan pendidikan generasi penerus berdasarkan nilai-nilai iman, persaudaraan, dan cinta kasih.

B. MISI

  1. Mengembangkan kemampuan akademik bercakrawala global dengan penerapan dan pengembangan kurikulum yang berlaku, baik kurikulum lokal, nasional, maupun kurikulum global. 
  2. Mengembangkan kedisiplinan, kepemimpinan serta cinta kasih melalui berbagai kegiatan kesiswaan baik organisasi siswa, kegiatan ekstrakurikuler, keagamaan, maupun kegiatan lain yang berakar budaya bangsa.
  3. Mengedepankan sikap berkompetisi yang sportif melalui berbagai bidang dan kesempatan dengan mengedepankan semangat kebangsaan.
  4. Menanamkan keteladanan dan budi pekerti melalui pengembangan kultur sekolah yang sesuai dengan norma keagmaan, norma sosial-kemasyarakatan , dan norma kebangsaan.

Sebagai insititusi yang memberikan layanan kepada masyarakat lewat siswa-siswi, SMA Xaverius 1 mempunyai kontrak moral memberikan layanan pendidikan sesuai dengan persepsi dan asumsi masyarakat pengguna di Palembang. Oleh sebab itu, ikatan kontrak moral tersebut diupayakan diwujudkan melalui pengukuhan citra profil SMA Xaverius 1 Palembang dalam bentuk layanan pendidikan dalam memberikan bimbingan dan pembinaan generasi muda ke arah masa depan mereka.

SMA Xaverius 1 Palembang dikelola dengan mendasarkan pada pengelolaan persekolahan SMA sebagaimana yang digariskan dalam Pedoman Penyelenggaraan SMA yang dikeluarkan oleh Direktorat Pendidikan Dasar dan Menengah Departemen Pendidikan Nasional Republik Indonesia sebagai kerangka dasar, di samping sesuai dengan visi dan misi KWI, MNPK, Keuskupan Agung Palembang, Yayasan Xaverius Palembang. Acuan tersebut dilaksanakan sesuai dengan penyesuaian hal yang bersifat pragmatis selaras dengan profil sekolah.

Dalam pengelolaan persekolahan, penyelenggaraan pendidikan terbagi dalam bidang-bidang sebagai berikut

C. Pengelolaan Kurikulum

  1. Profil Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan
  2. Teknik dan Kiat Pelaksanaan Kurikulum.
    1. Lokakarya persiapan Kegiatan Belajar Mengajar. Setiap awal tahun pelajaran dan setiap awal semester SMA Xaverius 1 Palembang mengadakan lokakarya secara koordinatif dengan SMA Xaverius 2, 3, dan 4 yang diikuti oleh semua guru sekolah dengan target menyusun program kerja sesuai bidang tugas masing-masing. Secara administratif guru SMA Xaverius 1 mulai tahun 2007/2008 mengadakan musyawarah guru mata pelajaran tingkat sekolah agar guru mata pelajaran sejenis mempunyai visi dan misi yang sama, yang ditindaklanjuti ke arah penyusunan Rencana Plekasanaan Pembelajaran secara personal koordinatif.
    2. Peningkatan hasil belajar siswa. Upaya peningkatan prestasi hasil belajar peserta didik dilakukan melalui beberapa terobosan, yakni: .
      1. Penerapan strategi team teaching agar siswa dapat menyerap sebanyak mungkin ilmu yang disampaikan oleh guru, di samping diterapkan berbagai metode dan media pendidikan juga diterapkan strategi pengajaran team teaching. Strategi ini diterapkan terutama pada mata pelajaran yang jumlahnya lebih dari 2 jam per minggu. Pelaksanaannya, setiap mata pelajaran diajarkan oleh lebih dari satu guru dengan tanggung jawab pada pokok bahasan masing-masing.
      2. Penerapan jadwal maksimal 2 jam pelajaran per kelas.
      3. Untuk menjaga agar kesiapan guru memadai dan siswa tidak menjadi bosan di dalam menerima pelajaran, pada mata pelajaran non-eksakta dilaksanakan 1 jam pelajaran/hari dan pada mata pelajaran eksakta dilaksanakan maksimal 2 jam pelajaran/hari.
      4. Pemantapan Mental dan Keterampilan Teknis ( PMKT)
      5. Bagi siswa Kelas XII yang akan menghadapi UN dan SPMB/UM UGM diberi pengayaan berupa tambahan pelajaran sebanyak 6 jam seminggu, khusus untuk mata pelajaran yang di-UN-kan maupun digunakankan untuk tes ke perguruan tinggi. Pelaksanaannya dilakukan setiap siang hari pukul 13.30 s.d. 15.30 dimulai bulan September sampai dengan menjelang Ujian Nasional. Dalam program ini diterapkan strategi khusus, baik dalam penyajian materi, latihan soal, penilaiannya, maupun pembahasannya. Diperlukan kemampuan kompetensi dan metodologi dari guru sehingga strategi pembelajaran amat menunjang ketercapaian target.
      6. Pelaksanaan Uji Coba. Untuk mendukung dan mengevaluasi keberhasilan PMKT, secara periodic dan berkesinambungan dilakukan tes uji coba yang soal-soalnya dibuat oleh para guru sesuai dengan standard atau kisi-kisi ujian nasional maupun tes perguruan tinggi. Pengadaan soal-soal ini dilaksanakan oleh guru sendiri dan sesekali bekerja sama dengan lembaga bimbingan belajar. 
      7. Program Pendalaman Materi dan Pengayaan. Program pendalaman materi dan pengayaan diperuntukkan bagi siswa kelas XI dan dilaksanakan pada siang hari mulai pukul 13.30 s.d. 17.00. Dalam seminggu dilaksanakan sebanyak 4 ( empat ) kali untuk mata pelajaran Matematika, Fisika, Kimia, Biologi dan Bahasa Inggris. Materi dan strateginya dibuat secara khusus. 
      8. Praktikum IPA Untuk membekali dan memberikan latihan keterampilan khusus bagi siswa Kelas XII, selain PBM yang menerapkan metode eksperimen, juga dikembangkan praktikum Laboratorium pada mata pelajaran Fisika, Kimia dan Biologi. Hal ini dimaksudkan untuk melatih siswa berpikir secara ilmiah dan komprehensif. Pelaksanaan praktikum Laboratorium mengacu pada aspek kompetensi ilmiah akademis. Dengan praktikum ini diharapkan para siswa tidak asing lagi sewaktu memasuki dan berada di perguruan tinggi jika harus mengadakan praktikum dan membuat pelaporannya.
      9. Penerapan Sistem Penilaian pola tes perguruan tinggi. Pada setiap latihan soal-soal, baik pada PMKT, pendalaman materi dan pengayaan, maupun ulangan harian untuk mata pelajaran tertentu, siswa dibiasakan menggunakan sistem penilaian dengan pengurangan nilai jika jawaban salah. Dengan demikian diharapkan siswa dapat membiasakan diri berpikir kritis dan berhati-hati serta tidak mengembangkan pola piker spekulatif.
      10. Peningkatan Keimanan dan spiritualitas Untuk peningkatan keimanan dan spiritualitas serta implementasi dari pelajaran Pendidikan Agama setiap hari Jumat per minggunya dilakukan Pendalaman Iman serta Misa bagi siswa-siswi Katolik serta Katekumen, sedangkan siswa lain dipersilakan melakukan kegiatan keagamaan di tempat masing-masing (mesjid, kelenteng, vihara).
      11. Pelaksanaan Program Remedial
      12. Kegiatan ini dilakukan untuk memberikan layanan bagi siswa-siswi yang belum mencapai target ketuntasan bidang studi ataupun per pokok bahasan. Pengelolaan kegiatan remedial ditangani oleh guru bidang studi masing-masing, untuk melakukan penjadwalan serta koordinasinya. Kegiatan remedial dilakukan pada hari Senin, Selasa, dan Rabu, pukul 13.30 s.d. 17.00. Kegiatan ini dilakukan dengan ketentuan bila jumlah siswa yang belum mencapai ketuntasan lebih dari 50% diwajibkan reteaching.

      13. Layanan Klinis SMA Xaverius 1 mengusahakan layanan tidak sebatas jam pembelajaran saja, dalam arti pelayanan proses di kelas, namun juga melayani dengan pola klinis kepada pembelajar bdi luar jam pembelajaran dalam konteks lingkungan sekolah. Layanan ini diberikan kepada siswa-siswi yang mengalami kesulitan dalam belajar, terutama dalam kaitannya dnegan pemahaman dan penguasaan materi. Bentuk layanan ini difokuskan untuk bidang studi MIPA dan Bahasa Inggris.
      14.  Untuk meningkatkan prestasi belajar yang memadai, SMA Xaverius 1 Palembang melakukan terobosan dalam pelaksanaan kurikulum, antara lain:

  3. Penyediaan Fasilitas Perpustakaan
  4. Untuk menambah koleksi buku perpustakaan, secara rutin dibeli buku-buku penunjang pelajaran, ensiklopedia baru, laporan-laporan karya ilmiah siswa maupun kumpulan soal. Karena waktu baca sangat terbatas, siswa dibiasakan menggunakan menggunakan waktu sebaik-baiknya untuk membaca di perpustakaan. Pelayanan sirkulasi / pemimjaman buku dilayani pada lantai atas, sedangkan lantai bawah untuk buku-buku referensi dan layanan buku paket. Di lantai bawah juga disediakan perangkat internet sehingga siswa dapat menggunakan untuk mengakses informasi-informasi terkini dan dipakai untuk kegiatan pembelajaran mata pelajaran tertentu. Persiapan menghadapis ains dan Matematika Pendalaman materi khusus bagi siswa unggul untuk menghadapi persaingan terutama dalam mengikuti lomba IMO, IPHO, ICHO, Astronomi, Kebumian dan lomba komputer bekerja sama dengan alumni maupun narasumebr la

Bimbingan Konseling merupakan salah satu pembimbingan ke arah pengembangan pribadi pembelajar. Layanan bimbingan lebih banyak diarahkan pada layanan dalam penempatan, penjurusan, dan problema pribadi peserta didik. Hal ini dilakukan dengan pertimbangan bahwa kenakalan pelajar tidak terjadi di SMA Xaverius 1 Palembang. Dengan demikian, layanan bimbingan dikategorikan sebagai layanan khusus. Oleh sebab itu, dialokasikan waktu 1 JP setiap minggu bagi guru BK memasuki kelas yang dibimbingnya.

4.   Layanan Bimbingan dan Konseling

Undang-undang Nomor 2 tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional menyebutkan bahwa ” Pendidikan adalah usaha sadar untuk menyiapkan peserta didik melalui kegiatan bimbingan, pengajaran dan.atau latihan bagi peranannya di masa datang”. Upaya pendidikan berdasarkan pengertian tersebut mencakup kawasan yang sangat luas yang mengacu pada pengembangan individu sebagaimana disinggung dalam pengertian pendidikan diatas. Cakupan yang amat luas itu ( yakni kawasan bimbingan, pengajaran, dan latihan ) saling berkait dan saling menunjang. Bahkan seringkali yang satu tidak dapat dipisahkan dengan yang lainnya. Suatu upaya pendidikan yang menyeluruh, lengkap, dan mantap harus secara terpadu meliputi ketiga kawasan pendidikan itu.

Meskipun kawasan kegiatan bimbingan , pengajaran dan latihan harus dalam keadaan saling terkait dan terpadu, namum ketiganya harus dapat dibedakan, bukan dipisahkan. Tujuan pembedaan dan pemisahan itu adalah untuk dapat dikembangkannya kawasan tersebut secara optimal. Demikian juga yang terjadi di SMA Xaverius 1 Palembang. Kegiatan bimbingan dan konseling dikelola secara tersendiri dengan koordinasi dari seorang koordinator BK.

  •  Pelaksanaan BK di SMA Xaverius 1 Palembang. Dalam rangka meningkatkan efektivitas layanan BP/BK, SMA Xaverius 1 Palembang memberikan layanan kepada siswa melalui tahapan sebagai berikut
  • Penyusunan
  • Pelaksanaan
  • Evaluas
  • Analisis Hasil Evaluasi
  • Pelaksanaan Tindak Lanjut Kelima tahapan pelaksanaan BK di SMA Xaverius 1 Palembang sebagaimana dikemukakan di atas, masing-masing meliputi 4 ( empat ) bidang layanan, 7 jenis layanan, dan 5 kegiatan pendukung, yang secara popular disebut dengan Layanan Pola 17. Secara garis besar layanan Pola 17 tersebut dapat dilihat pada uraian berikut.
  • Layanan Orientasi =>Layanan orientasi diberikan terutama pada awal tahun pelajaran terhadap siswa baru yang meliputi hal-hal :
  •  Orientasi mengenai tata tertib sekolah
  • Orientasi mengenai keadaan guru/karyawa
  • Orientasi mengenai fasilitas belajar (ruang kelas, ruang BP/BK, perpustakaan , laboratorium, ruang UKS, ruang koperasi siswa, dan sebagainnya).
  • Orientasi mengenai pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler.

 D. LAYANAN HUBUNGAN MASYARAKAT 

  1. Layanan Informasi Layanan informasi diberikan pada siswa mengenai berbagai hal yang berhubungan dengan kepentingan siswa terutama mengenai kepentingan belajar. Layanan informasi ini merupakan layanan yang sangat penting bagi siswa SMA Xaverius 1 Palembang, karena mereka pada umumnya sangat sadar akan pentingnya informasi yang lengkap untuk pertimbangan dalam menentukan sikap mereka, terutama yang berkaitan dengan prospek mereka di masa mendatang. Dalam hal pemberian informasi perguruan tinggi, sudah disampaikan sejak peserta didik duduk di bangku kelas XI.
  2. Layanan Penempatan dan Penyaluran =>Layanan penempatan dan penualuran ini diberikan kepadampeserta didik terutama yang berkaitan dengan bakat dan minat siswa yang berhubungan dengan bagian kesiswaan dan bagian kurikulum. Bahkan, sebagian besar petugas BK bertanggung jawab pada satu kegiatan ekstrakurikuler tertentu.
  3. Layanan Pembelajaran=>Dalam memberikan layanan bidang pembelajar-an, guru pembimbing bekerja sama dengan guru mata pelajaran dan bagian kurikulum, terutama dalam pelaksanaan program pengayaan, penda-laman materi, serta program remedial bagi peserta didik tertentu.

E. PENGELOLAAN KESISWAAN

 

6.1 Kegiatan Ekstrakurikuler

 

Kegiatan ekstrakurikuler di SMA Xaverius 1 dikelompokkan menjadi 2 (dua ) kelompok, yakni kelompok ekstrakurikuler yang berada di bawah OSIS yang berjumlah 24 kegiatan dan kelompok ekstrakurikuler yang dikelola guru/pembina yang merupakan kegiatan ekstrakurikuler pendukung mata pelajaran dan ptrestasi siswa dengan perincian sebagai berikut.

6.1.1 KIR : Fisika, Kimia, Biologi, IPS, Matematika

6.1.2 Paduan Suara

6.1.3 Koor Gereja

6.1.4 Jurnalistik

6.1.5 Teater : Texas (Teater SMA Xaverius 1)

6.1.7 Pramuka

6.1.8 Bahasa Inggris : English Club

6.1.9 Bahasa Mandarin

6.1.10 Koperasi

6.1.11 Komputer

6.1.12 PKS

6.1.13 Futsal

6.1.14 Basket

6.1.15 Taekwon do

6.1.16 Voli

6.1.17 PMR

6.1.18 Bridge

6.1.19 Band

6.1.20 Marching band : Vica Lokajaya

6.1.21 Pecinta Alam : Palaxsa (Pencinta Alam Xaverius 1)

6.1.22 Sepakbola

6.1.23 Komputer Analis

6.1.24 Seni Lukis

6.1.25 Berkebun

6.1.26 Catur

6.1. 27 Seni Tari

Di samping itu, siswa berkesempatan mengembangkan kemampuannya melalui program tambahan, seperti outbond, liveskill, wisata studi, pertukaran pelajar.

2.  Penanaman Citra Keteladanan

Masa Orientasi Siswa (MOS ) diperkaya dengan Divas (Geladi Xaverian Sejati) yang merupakan program sekolah dengan tujuan membuat peserta didik selalu tetap mencintai sekolah dan almamater dengan berpedoman bahwa sekolah adalah rumah kedua setelah rumah sendiri. Hal ini ditanamkan sejak peserta didik masuk di SMA Xaverius 1 Palembang melalui pembinaan dan penanaman citra keteladanan, kedisiplinan, dan budi pekerti luhur. Di samping itu, citra keteladanan dan kepemimpinan dikembangkan melalui organisasi intra sekolah atau Perhimpunan Pelajar Sekolah Katolik (PPSK) SMA Xaverius 1. Pengembangan kepemimpinan tersebut dilaksanakan melalui pembinaan dan pembimbingan serta kaderisasi Pengurus Harian dan Perwakilan Kelas OSIS/PPSK serta latihan kepemimpinan (Latpim).

3.  Perkemahan Teladan Bhakti dan Desa Binaan

Siswa kelas X dan kelas XI diberi kepercayaan sepenuhnya untuk melaksanakan kemah bakti yang bertujuan menanamkan kepedulian siswa pada desa berkatagori IDT dan selanjutnya mereka berkewajiban membina desa tersebut selama 5 (lima) tahun. Dengan demikian, kecerdasan sosial peserta didik dilatih dan dikembangkan secara optimal. Sampai saat ini sudah banyak daerah bakti sosial SMA Xaverius 1 Palembang, dan mengupayakan mempunyai desa binaan yang tersebar di seluruh Palembang.

4.  Penanaman Keimanan dan Ketaqwaan terhadap Tuhan yang MahaesA

  •  

    1. Pembinaan iman

    2. Misa tiap hari Jumat

    3. Misa Keagamaan umat Katholik   

    4.  Pelaksanaan 6 K

    6K dikembangkan di kalangan peserta didik dengan tujuan agar mereka memiliki rasa peduli terhadap lingkungan alam dan lingkungan pergaulannya serta dalam berperilaku sebagai anggota masyarakat dan sebagai diri sendiri. Kepada mereka dilakukan kontroling 6K melalui rasia berpakaian, penataan rambut, perangkat sekolah yang dibawa, kelengkapan kendara-an siswa (motor), dan sebagainya.

    6.  Etika dan Sopan Santun

    7.  Hubungan Siswa dengan Guru

    Pembinaan etika dan sopan santun dirasa amat perlu diberikan dalam pembiasaan berpikir, berkata, dan berbuat. Dimensi ini akan terbina secara berporses bilamana semua konstituen yang terlibat atau berada di dalam komunitas memiliki tujuan dan sikap komitmen hingga bila diteladani generasi berikutnya secara berkesimbamungan. Nuansa seperti itu terbina dengan baik di lingkungan SMA Xaverius 1 Palembang dari generasi ke generasi beikutnya.

    Hubungan siswa-guru diupayakan tertanam secara harmonis, akrab, penuh penghormatan dan beradab. Pembinaan dan pengembangan budaya hubungan yang demikian dilaksanakan sekaligus dalam rangka pembentukan, pembinaan, dan pengembangan kultur sekolah yang harmonis, ramah, saling menghormati, dan familiar.

    8.  Upacara Bendera

    Upacara bendera rutin dilaksanakan pada setiap Senin jam ketiga, baik secara bersama maupun paralel per kelas sesuai dengan situasi dan kondisi. Upacara pada peringatan hari besar nasional dilaksanakan secara terpadu dengan SMA Xaverius 4 dan Seminari St. Paulus Palembnag.

    9.  Pemberian Bekal Kemampuan Berbahasa Inggris

    Pembinaan, pembimbingan, dan pendampingan kemampuan lisan berbahasa Inggris dilakukan secara bertahap mengingat budaya dan perkembangan kompetensi serta kerangka berpikir masyarakat pengguna. Mayoritas siswa SMA Xaverius 1 memiliki kompetensi dasar berbahasa Inggris baik sehingga perlu perancangan matang ke arah pengembangan kemampuan keterampilan secara berlanjut.

    Perkembangan kemmapuan ini dapat tersalurkan melalui English Club serta situasi pembelajarn di kelas internasional yang ada. Dalam konteks demikian hal ini digunakan untuk membekali siswa dalam penguasaan bahasa internasional dalam menghadapi era globalisasi. Pembinaan reguler kompetensi guru dilakukan dengan melaksanakan program kursus bagi guru dan karyawan, baik melalui lembaga maupun SDM yang ada. Tes kompetensi bahasa Inggris dilakjukan oleh lembaga yang bertaraf internasional.

    10.  Pembekalan Ketrampilan KomputerSemua siswa dibekali ketrampilan komputer melalui pelajaran komputer yang dilaksanakan di sekolah. Di samping itu dilaksanakan juga program kegiatan penyaluran bakat dan minat pembelajar dalam bidang komputer melalui kegiatan komputer analis, yang amat memenberi peluang kepada pembelajar untuk mengembangkan kompetensinya. Hal ini dirasakan amat berguna manfaatnya bagi pembelajar, sebagaimana terindikasi lewat berbagai kemenangan dalam lomba-lomba, baik tingkat lokal maupun provinsi. Selain itu direncanakan dilaksanakan program pelatihan komputer untuk melaksanakan program life-skill dengan pendekatan Broad Base Education.

    11.  Pengembangan Pola Pikir Analitik

    Untuk mengembangkan bakat dan kemampuan meneliti, direncanakan siswa kelas XI diwajibkan melakukan latihan penelitian yang dilaksanakan pada libur semester I. Pelatihan ini ditindaklanjuti dengan memberikan peluang kepada mereka untuk melakukan kegiatan penelitian.

    F.   PENGELOLAAN HUBUNGAN MASYARAKAT

    Pengelolaan bidang hubungan dengan masyarakat diarahkan pada upaya membina dan menjalin hubungan serta kerja sama antarsekolah, dengan pemerintah dan instansi terkait, dengan alumni, dengan masyarakat, serta dengan Komite Sekolah/Komite Pduli Pendidikan.

    1. Kerja sama dengan Komite Peduli Pendidikan dan Instansi terkait

     

     

     

     

    Komite Peduli Pendidikan merupakan komite sekolah yang secara independen bekerja sama dengan penyelenggara pendidikan dengan memberikan peran yang sangat besar dalam memberikan sumbangan pemikiran terhadap penyelenggaraan pendidikan di sekolah. Fungsi Komite Peduli Pendidikan aedalah berperan sebagai mitra utama sekolah untuk menyelenggarakan pendidikan. Dalam pertemuan koordinasi pihak sekolah dan Komite Peduli Pendidikan membahas berbagai hal yang berkaitan dengan penyelenggaraan pendidikan beserta konsekuensi-konsekuensinya, termasuk dalam pencarian dana bagi penyelenggaraan pendidikan.

    2.  Hubungan dengan Perguruan Tinggi

    SMA Xaverius 1 bekerja sama dengan perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta, nasional maupun internasional. Hubungan kemitraan dengan perguruan tinggi ini amat diperlukan tatkala sekolah harrus memberikan layanan jalur-jalur perguruan tinggi yang dibutuhkan oleh peserta didiknya. Berkaitan dengan ini SMA Zaverius 1 secara rutihn mengadakan Ekspo Perguruan Tinggi yang memberikan kesempatan bagi pembelajar untuk m,engetahui jurusan, fakultas, perguruan tinggi, serta gambaran profesi ke depannya. Hubungan kemitraan ini amat simbiosis mutualis sehingga menguntungkan berbagai pihak yang terlibat di dalamnya.

    3.    Hubungan kerja sama dengan lingkungan masyarakat

    4.    Hubungan kerja sama dengan alumni SMA Xaverius 1 Palembang

    Hubungan kerja sama ini dimaksudkan untuk:

    a.  Menjaga keamanan SMA Xaverius 1 Palembang dan lingkungannya. Sebagai tenaga keamanan sekolah diambil dari lingkungan masyarakat setempat.

    b.  Menata dan menjaga taman sekolah

    1. Alumni telah membentuk wadah mantan-mantan peserta didik SMA Xaverius 1 Palembang dengan nama Ikatan Keluarga Alumni Xaverius (IKAXA). IKAXA berperan aktif dalam memberikan bantuan kepada adik-adik kelas yang masih aktif bersekolah di SMA Xaverius 1 Palembang. Bantuan material terwujud dalam bentuk perangkat komputer, mesin scanner, TV, OHP, dan sebagainya. Di samping itu, mereka juga mengarahkan adik-adik kelas di dalam memilih jurusan di perguruan tinggi Xaverius melalui kegiatan open house jurusan. Sekolah mengharapkan alumni membentuk lembaga yang diharapkan dapat banyak membantu SMA Xaverius 1 Palembang dalam penyelenggaraan pendidikan.
    2. Alumni berperan aktif di bidang kesehatan dengan membuka klinik kesehatan di SMA Xaverius 1 Palembang, melalui alumni-alumni dokteryang berdomisili di Palembang

    d.  Alumni memberikan beasiswa kepada adik-adiknya yang berprestasi dan kurang mampu sert5a memberikan dukungan kepada siswa-siswi dalam pengembangan ekspresi diri, misalnya kelompok band atau marching band.

    e.  Alumni merintis dan mendorong berdirinya kelas bertaraf internasional dan menyumbangkan tenaganya dalam proses pembelajaran di kelas tersebut.

    5.  Hubungan kerja sama dengan lembaga bimbingan belajar

    Beberapa lembaga bimbingan belajar ternama di Kota Palembang diajak bekerja sama dalam upaya peningkatan prestasi peserta didik. Kerja sama tersebut dilaksanakan dalam rangka penjajagan/uji cobaUN maupun SPMB.

    D.   PENGELOLAAN SARANA PRASARANA

    Pengelolaan bidang sarana/ prasarana sekolah diprioritaskan pada upaya sebagai berikut. 

    1. Mengelola dan mendayagunakan sumber daya sarana/ prasarana yang ada,dan 
    2. Mengembangkan dan meningkatkan sumber daya yang ada dengan mempertimbangkan mobilitas kebutuhan dalam upaya peningkatan mutu sekolah.

    Kompleks SMA Xaverius 1 Palembang dibangun di atas tanah seluas 11.315 m2, namun yang dapat dipergunakan secara efektif kurang dari 1 ha. Gedung utama berlantai tiga dan seluruh bangunannya seluas 6.761,25 m2 Terdapat dua gedung yang berlantai empat. Setiap gedung diberi nama: 1) Gedung Fransiscus; 2) Gedung Matius; 3) Gedung Markus; 4) Gedung Paulus; dan 5) Gedung Lucas. Dalam lokasi sekolah terdapat satu lapangan sepak bola, satu lapangan basket, dan dua lapangan voli. Di sekeliling lapangan bola tersedia lahan lapangan atletik lari. Beberapa ruangan yang ada di SMA Xaverius 1 Palembang dapat dibedakan menjadi dua kelompok ruangan yaitu ruang kelas, laboratorium, dan ruang administrasi/ ruang penunjang.

     Kecerdasan rohani peserta didik dikembangkan melalui penanaman disiplin beribadah sesuai agama yang mereka anut sejak dini, yakni sejak memasuki SMA Xaverius 1 Palembang. Secara konkret, pengembangan kecerdasan rohani tersebut dilakukan melalui kegiatan-kegiatan sebagai berikut:

PROFIL SMA XAVERIUS 1 PALEMBANG

Mei 26, 2008

 TARGET KE DEPAN

SMA XAVERIUS 1  PALEMBANG

 ( DIVISI    KURIKULUM  )

I. Hasil yang Diharapkan

a.                   Memiliki Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan sebagai profil sekolah

b.                  Memiliki silabus semua mata pelajaran kelas X, XI, XII

c.                   Terapainya pemetaan semua mata pelajaran kelas X, XI, XII

d.                  Tersedianya RPP semua mata pelajaran kelas X, XI, XII

e.                   Memiliki sarana prasrana yang memadai

f.                    Tersedianya media pendidikan untuk semua mata pelajaran

g.                   Terpenuhinya sistem penilaian sesuai SNP

h.                   Tercapainya kompetensi-kompetensi kelulusan sesuai SNP

i.                     Tersedianya kurikulum muatan lokal

j.                    Tercapainya strategi pembelajaran SNP

k.                  Tersedianya metode pembelajaran sesuai mata pelajaran

l.                     Terlaksananya kegiatan lomba-lomba ilmiah akademis- bidang lain

m.                 Terlaksananya festival apresiasi seni

n.                   Menjadi juara KIR, baik lokal maupun nasional

o.                  Tercapainya situasi dan kondisi lingkungan sekolah yang kondusif

p.                  Tercapinya budaya disiplin sekolah, untuk smeua konstituen, mulai dari pimpinan, staf, guru, karyawan, dan siswa

q.                  Tercapainya lingkungan sekolah bersih, aman, rapi, dan indah.

 

II. Strategi Pelaksanaan / Pencapaian

a.       Pengembangan kurikulum menjalin kerja sama dan mengoptimalkan warga sekolah dalam membuat pemetaan SK, KD, membuat silabus, membuat RPP, model-model penilaian, melalui work shop, untuk menghasilkan dokumen kurikulum sekolah.

b.      Pengembangan sarpras dan media pendidikan, bekerja sama dengan pihak lain dan mengoptimalkan standar sarpras dan media pembelajaran sekolah.

c.       Pengembangan system penilaian melengkapi dan bekerja sama dengan MGMP untuk membuat model-model penilaian.

d.      Menjalin kerjasama dengan lintas sektoral misalnya camat, lurah, tokoh masyarakat, perguruan tinggi dan perusahaan yang peduli pendidikan.

e.       Melengkapi struktur organisasi job discription dengan segala pendukungnya.

f.        Kerjasama dengan perguruan tingi, konsultan sekolah lain yang lebih maju, melengkapi literatur manajemen dan melaksanakan diklat.

g.       Pengembangan kompensasi prestasi/lulusan mengoptimalkan warga sekolah dalam melaksanakan pembelajaran, work shop untuk mencapai hasil.

h.       Pengembangan kurikulum mulok : bekerja sama dengan Home Industri dan Pengusaha Kecil yang berada di sekitar sekolah untuk mendapatkan dokumen kurikulum mulok..

i.         Pengembangan strategi pembelajaran : bekerja sama dengan MGMP dan lembaga lain untuk melaksanakan pelatihan strategi pembelajaran.

j.        Pengembangan metode pembelajaran : mengoptimalkan warga sekolah, tenaga kependidikan dalam melaksanakan penataran untuk membuat model-model pembelajaran.

k.      Pengembangan kegiatan olahraga : bekerja sama dengan lembaga atau sekolah lain untuk melaksanakan kegiatan lomba-lomba dan pelatihan olahraga.

l.         Pengembangan kegiatan kesenian : bekerja sama dengan lembaga atau sekolah lain untuk melaksanakan kegiatan lomba-lomba dan pelatihan kesenian.

m.     Pengembangan kegiatan keagamaan : bekerja sama dengan lembaga atau sekolah lain untuk melaksanakan kegiatan keagamaan.

n.       Pengembangan kegiatan pembiasaan (kebudayaan) : mengoptimalkan fungsi seluruh tenaga kependidikan untuk melaksanakan kegiatan pembiasaan di sekolah.

o.      Pengembangan sanitasi / sekolah sehat : mengoptimalkan sumber biaya sekolah dan bekerja sama dengan komite sekolah untuk penataan lingkungan sekolah yang sehat.

p.      Pengembangan kegiatan KIR : bekerja sama dengan lembaga atau sekolah lain untuk melaksanakan kegiatan KIR.

III. Program-program Strategis

  1. Pengembangan kompetensi dasar
  2. Pengembangan silabus
  3. Pengembangan RPP
  4. Pengembangan Sarpras dan media pendidikan
  5. Pengembangan system penilaian
  6. Pengembangan komptensi prestasi lulusan
  7. Pengembangan kurikulum muatan local
  8. Pengembangan strategi pembelajaran
  9. Pengembangan metode pembelajaran
  10. Pengembangan kegiatan olahraga
  11. Pengembangan kegiatan kesenian
  12. Pengembangan kegiatan KIR
  13. Pengembangan kegiatan keagamaan
  14. Pengembangan kegiatan pembiasaan (kebudayaan bangsa)
  15. Pengembangan sanitasi/sekolah sehat

IV. Target Sekolah

1.      Standar dalam Pengembangan Kurikulum

1.1  Melaksanakan pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP)

1.1.1 Bahan Kajian Kurikulum
1.1.2 Pedoman Pelaksanaan
1.1.3 Bahan Ajar Kurikulum

1.2  Melaksanakan pengembangan pemetaan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan

1.2.1 Pemetaan SK, KD Indikator dan aspek untuk Kelas X s,d, XII semua mata  pelajaran

1.3  Peningkatan Pengembangan silabus

1.3.1 Silabus untuk kelas X, XI IPA, XI IPS, XII IPA, XII IPS untuk semua mata pelajaran

1.4  Peningkatan Pengembangan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran

1.4.1  Rencana Pelaksanaan Pembelajaran

1.4.2  Lampiran

         1.4.2.1 Bahan Ajar
         1.4.2.2 Instrumen Penilaian
         1.4.2.3 Alat Bantu Pembelajaran

2.      Standar dalam Proses Pembelajaran

2.1  Melaksanakan pengembangan proses pembelajaran di sekolah.

2.1.1  Metode pembelajaran dengan pendekatan ICT

2.1.2  Metode belajar tuntas

2.1.3  Pendidikan kecakapan hidup pra-vocasional

2.1.4  Metode pembelajaran dengan pendekatan lingkungan

3.      Standar dalam Kelulusan:

3.1  Sekolah mencapai standar kelulusan 100%

3.2  Output dapat diterima di perguruan tinggi negeri / swasta berkualitas, baik di dalam   maupun di luar negeri.

3.3  Output dapat berwirausaha (bagi yang tidak melajutkan)

 

4.      Standar dalam Sumber Daya Pendidik dan Tenaga Kependidikan

4.1  Sekolah mencapai standar kualifikasi tenaga pendidik

4.2  Sekolah mencapai standar kompetensi tenaga pendidik

4.3  Sekolah mencapai standar kompetensi Tenaga TU

4.4  Sekolah mencapai standar komptetensi Tenaga Perpustakaan dan Laboratorium

4.5  Sekolah mencapai standar monitoring dan evaluasi terhadap kinerja Tenaga kependidikan

5.      Standar dalam Bidang Fasiltias Pendidikan

5.1  Sekolah mengembangkan dan meningkatkan kompetensi tenaga kependidikan

5.2  Sekolah memiliki sarana dan prasarana pendidikan sesuai tuntutan pengembangan kurikulum

5.3  Sekolah memiliki media dan alat pembelajaran

6.      Standar dalam Pengembangan Sekolah Sehat

6.1  Memiliki Lingkungan Sekolah yang Sehat

6.2  Memiliki Ruang UKS yang standar

6.3  Memiliki Tenaga Medis / yang memilii kemampuan sebagai tenaga medis

7.      Standar dalam Kelembagaan dan Manajemen Sekolah

7.1  Mengimplementasi MBS

7.2  Memiliki Administrasi Sekolah yang Lengkap dan Standar

7.3  Memiliki Sistem Organisasi Fungsi Kerja Sekolah yang Standar

8.      Standar dalam Pengembangan Sumber Daya Sekolah

8.1  Sekolah memiliki lingkungan yang mendukung KBM

8.2  Sekolah mitra kerja sebagai sumber belajar yang membantu pembiayaan pendidikan

8.3  Standar Penilaian Prestasi akademik dan Non-akademik

8.4  Sekolah mencapai standart perangkat model – model penilaian pembelajaran

8.5  Sekolah mencapai Implementasi model evaluasi

9.      Wajah Sekolah.

9.1  Halaman depan

9.2  Halaman dalam

9.3  Ruang Guru

9.4  Ruang Tata Usaha

9.5  Ruang Perpustakaan

9.6  Ruang Pertemuan

9.7  Laboratorium

9.8  Lapangan Olahraga

9.9  Ruang Multimedia..

10.  Visi dan Misi

10.1    VISI: Menjadi pusat keunggulan layanan pendidikan berdasarkan cinta dan kasih.

10.2    Indikator:

10.2.1    Unggul dalam Pengembangan Kurikulum

10.2.2    Unggul dalam Proses Pembelajaran

10.2.3    Unggul dalam Tenaga Pendidik & Kependidikan

10.2.4    Unggul dalam Sarana dan Prasarana

10.2.5    Unggul dalam Kelembagaan dan Manajemen Sekolah

10.2.6    Unggul dalam Pengembangan sumber daya Sekolah

10.2.7    Unggul dalam Pengembangan Sekolah Sehat

10.2.8    Unggul dalam Standart Penilaian Prestasi Akademik dan Non-akademik

10.2.9    Unggul dalam Kelulusan

10.3    Misi:

10.3.1    Unggul dalam Pelaksanaan  Pengembangan Kurikulum

10.3.1.1    Pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP)

10.3.1.2    Pengembangan Perangkat Pembelajaran Silabus

10.3.1.3    Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

10.3.1.4    Pengembangan Kurikulum Muatan Lokal (Mulok)

 

10.3.2    Unggul dalam Pelaksanaan Proses Pembelajaran

10.3.2.1    Metode Pembelajaran

10.3.2.2    Strategi Pembelajaran

10.3.2.3    Inovasi dalam pengelolaan kelas

10.3.2.4    Koordinasi Proses Pembelajaran

10.3.2.5    Pengendalian Proses Pembelajaran.

10.3.3    Unggul dalam Tenaga Pendidik & Kependidikan dengan Melaksanakan Standardisasi dan Pengembangan.        

10.3.3.1    Kualifikasi Akademik

10.3.3.2    Kompetensi Guru: (1) Kompetensi Paedagogis (1) Kompetensi Profesi; (2) Kompetensi Kepribadian; (3) Kompetensi Sosial (4) Kompetensi spirirtual

10.3.3.3    Kompetensi Tenaga Tata Usaha

10.3.3.4    Kompetensi Tenaga Keperpustakaan

10.3.3.5    Kompetensi Tenaga Laboratorium

10.3.3.6    Profesionalisme Petugas-petugas Esktrakulikuler

 
 

 

10.3.4    Unggul dalam Sarana dan Prasarana Sekolah melalui Pelaksanakan dan Pengembangan :

10.3.4.1    Prasarana Sekolah

10.3.4.2    Sarana Sekolah

10.3.4.3    Sumber Daya Alam yang dimiliki Sekolah

10.3.4.4    Media dan Alat Pembelajaran

 
 

 

10.3.5    Unggul dalam Kelembagaan dan Manajemen Sekolah

10.3.5.1    Melaksanakan Implementasi MBS

10.3.5.2    Melaksanakan pengembangan administrasi sekolah

10.3.5.3    Melaksanakan pengembangan pengorganisasian tenaga kependidikan

10.3.6    Unggul dalam Pengembangan Sumber Daya Sekolah

10.3.6.1    Melaksanakan Pengembangan Lingkungan dalam sekolah sebagai Sumber Belajar

10.3.6.2    Melaksanakan pengembangan lingkungan di sekitar Sekolah sebagai Mitra Kerja Sekolah

10.3.7    Unggul dalam Pengembangan Sekolah Sehat

10.3.7.1    Melaksanakan Penataan Taman dan Kebun Sekolah yang dapat mendukung lingkungan sehat

10.3.7.2    Melaksanakan Pengembangan Ruang dan Fasilitas Kesehatan

10.3.7.3    Meningkatkan Kerja Sama dengan kalangan Medis untuk pemeriksaan kesehatan siswa secara berkala.

10.3.8    Unggul dalam Standart Penilaian Prestasi Akademik dan Non Akademik

10.3.8.1    Melaksaankan Pengembangan Perangkat / Model-Model Penilaian

10.3.8.2    Melaksan/implementasi Model Evaluasi

10.3.8.3    Melaksanakan sistem pelaporan hitam putih, elektronik, dan  digital

10.3.9    Unggul dalam Kelulusan:

10.3.9.1    Sekolah mencapai standar kelulusan 100%

10.3.9.2    Output dapat diterima di perguruan tinggi negeri / swasta berkualitas, baik di dalam   maupun di luar negeri.

10.3.9.3     Output dapat berwirausaha (bagi yang tidak melajutkan)

 

10.3.10 Sasaran Urgen Mendesak segera Kita Wujudkan:

10.3.10.1      Memiliki Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan sebagai profil sekolah

10.3.10.2      Memiliki silabus semua mata pelajaran kelas X, XI, XII

10.3.10.3      Terapainya pemetaan semua mata pelajaran kelas X, XI, XII

10.3.10.4      Tersedianya RPP semua mata pelajaran kelas X, XI, XII

10.3.10.5      Memiliki sarana prasrana yang memadai

10.3.10.6      Tersedianya media pendidikan untuk semua mata pelajaran

10.3.10.7      Terpenuhinya sistem penilaian sesuai SNP

10.3.10.8      Tercapainya kompetensi-kompetensi kelulusan sesuai SNP

10.3.10.9      Tersedianya kurikulum muatan lokal

10.3.10.10  Tercapainya strategi pembelajaran SNP

10.3.10.11  Tersedianya metode pembelajaran sesuai mata pelajaran

10.3.10.12  Terlaksananya kegiatan lomba-lomba olahraga dengan prestasi

10.3.10.13  Terlaksananya kegiatan lomba dan apresiasi kesenian

10.3.10.14  Memperoleh juara KIR tingkat nasional

10.3.10.15  Tercapainya situasi dan kondisi lingkungan sekolah yang kondusif

10.3.10.16  Tercapinya budaya disiplin di sekolah

10.3.10.17  Tercapainya lingkungan sekolah sehat

 

10.3.11 Target yang Diharapkan

10.3.11.1   Pelaksanaan Program Belajar Intensif

10.3.11.2      Pengembangan Bidang Akademik

10.3.11.3      Pengembangan Bidang Olahraga

10.3.11.4      Pengembangan Bidang Kesenian

10.3.11.5      Pengembangan Layanan dan Penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam pembelajaran

10.3.11.6      Pengembangan dalam Olimpiade Sains, baik nasional maupun internasional

10.3.11.7      Pengembangan Kegiatan Karya Ilmiah Remaja

10.3.11.8      Pengembangan Life Skill

 

Palembang, 2 Mei 2008

Drs. Kasdi Haryanta

 
 

 

Soal – Soal Try Out

Februari 13, 2008

Dasar Pemikiran Program Kurikulum SMA Xaverius 1 Palembang

Oktober 3, 2007

Dasar Penyusunan Program Bidang Kurikulum

  1. Dasar penyusunan program:

1.1        Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Naisonal;

1.2        Visi dan Misi Yayasan Xaverius Palembang, terungkap melalui Renstra Yayasan Xaverius Palembang 2002/2007Peraturan Menteri Pendidikan Nomor 19; 20; 21; 22, 23; 24;

1.3        Pedoman dan Ketentuan Sistem dari Badan Standardisasi Nasional Pendidikan;

1.4        Rencana Program  Sekolah Jangka Panjang (8 Tahun) 2001 – 2009 => Sekolah Internasional

1.5        Rencana Program Sekolah Jangka Menengah II (4 Tahun) 2006 – 2009=> Kelas Internasional

1.6        Rencana Jangka Pendek Per Tahun 2007/2008;

1.7        Kerangka Dasar Kurikulum 2004 ;

1.8        Ketentuan Umum Kurikulum 2004;

1.9        Kurkulum 2004 => Standar Kompetensi 17 Bidang Studi

1.10    Kerangka Dasar Kurikulum 2006 ;

1.11    Ketentuan Umum Kurikulum 2006;

1.12    Kurkulum 2006 => Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan

1.13    Rencana Khusus Pengembangan Pendidikan Berorientasi Kecakapan Hidup( life skill)

  1. Dasar penentuan jam mengajar guru:

2.1  Potensi sumber daya manusia, baik dalam kualitas maupun jumlah

2.2  Situasi dan kondisi kebutuhan pembelajaran sesuai dengan jumlah kelas dan jam pembelajaran;

2.3  Penghasilan dan pendapatan guru untuk hidup layak demi layanan profesional;

  1. Kemajuan dunia teknologi informasi yang kian mengglobal
  2. Sarana komunikasi yang kian kompleks;
  3. Kemajuan paradigma dan sikap berpikir yang semakin cerdas dan pintar sesuai dengan perkembangan zaman.
  4. Motivasi keunggulan pelayanan pendidikan.

                                                                                                    Palembang, Juni 2007

                                                                                                      Drs. Kasdi Haryanta

                                                                                                         Waka Kurikulum

Visi, Misi, Tujuan, Target, dan Program Divisi Kurikulum SMA Xaverius 1 Palembang

Mei 11, 2007

Visi

Mencerdaskan manusia muda dengan kepribadian yag baik

Misi:

1. Memanusiakan manusia muda dalam dimensi intelektual, moral, dan spiritual

2. Mencerdaskan manusia muda dengan sikap kritis akan kebenaran

3. Menumbuhkembangkan jiwa nasionalisme, spiritualisme, dan sosial

4 Menumbuhkembangan jiwa tanggap, tangkas, dan cekatan dalama menyikapi perkembangan peradaban dan teknologi

Tujuan:

1. Membina manusia muda cerdas dalam penalaran dan berpendapat

2. Membina manusia muda cermat dalam menyapi faka dan opini

3. Membimbing dan membina manusia muda dalampegembangan pengetahuan dan teknlogi demi peradaban manusia

4. meningatkan wawawsan ilmu pengetahua dan teknologi pembelajar sesuaidengan perkembangan zaman dan tantangannya

5. Membina manusia muda memiliki kemampuan prediksi dan antisipasi dan kreasi teknologi demi perkembangan zaman

6. Membina generasi muda mumpuni dalam kebersaingan global sehingga mampu menunjukkan identitas xaverian dan bangsa sejati