PENGELOLAAN MANAJERIAL

 

SISTEM MANAJERIAL DAN KINERJA

SMA XAVERIUS 1 PALEMBANG

A. VISI

Menjadi pusat keunggulan layanan pendidikan generasi penerus berdasarkan nilai-nilai iman, persaudaraan, dan cinta kasih.

B. MISI

  1. Mengembangkan kemampuan akademik bercakrawala global dengan penerapan dan pengembangan kurikulum yang berlaku, baik kurikulum lokal, nasional, maupun kurikulum global. 
  2. Mengembangkan kedisiplinan, kepemimpinan serta cinta kasih melalui berbagai kegiatan kesiswaan baik organisasi siswa, kegiatan ekstrakurikuler, keagamaan, maupun kegiatan lain yang berakar budaya bangsa.
  3. Mengedepankan sikap berkompetisi yang sportif melalui berbagai bidang dan kesempatan dengan mengedepankan semangat kebangsaan.
  4. Menanamkan keteladanan dan budi pekerti melalui pengembangan kultur sekolah yang sesuai dengan norma keagmaan, norma sosial-kemasyarakatan , dan norma kebangsaan.

Sebagai insititusi yang memberikan layanan kepada masyarakat lewat siswa-siswi, SMA Xaverius 1 mempunyai kontrak moral memberikan layanan pendidikan sesuai dengan persepsi dan asumsi masyarakat pengguna di Palembang. Oleh sebab itu, ikatan kontrak moral tersebut diupayakan diwujudkan melalui pengukuhan citra profil SMA Xaverius 1 Palembang dalam bentuk layanan pendidikan dalam memberikan bimbingan dan pembinaan generasi muda ke arah masa depan mereka.

SMA Xaverius 1 Palembang dikelola dengan mendasarkan pada pengelolaan persekolahan SMA sebagaimana yang digariskan dalam Pedoman Penyelenggaraan SMA yang dikeluarkan oleh Direktorat Pendidikan Dasar dan Menengah Departemen Pendidikan Nasional Republik Indonesia sebagai kerangka dasar, di samping sesuai dengan visi dan misi KWI, MNPK, Keuskupan Agung Palembang, Yayasan Xaverius Palembang. Acuan tersebut dilaksanakan sesuai dengan penyesuaian hal yang bersifat pragmatis selaras dengan profil sekolah.

Dalam pengelolaan persekolahan, penyelenggaraan pendidikan terbagi dalam bidang-bidang sebagai berikut

C. Pengelolaan Kurikulum

  1. Profil Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan
  2. Teknik dan Kiat Pelaksanaan Kurikulum.
    1. Lokakarya persiapan Kegiatan Belajar Mengajar. Setiap awal tahun pelajaran dan setiap awal semester SMA Xaverius 1 Palembang mengadakan lokakarya secara koordinatif dengan SMA Xaverius 2, 3, dan 4 yang diikuti oleh semua guru sekolah dengan target menyusun program kerja sesuai bidang tugas masing-masing. Secara administratif guru SMA Xaverius 1 mulai tahun 2007/2008 mengadakan musyawarah guru mata pelajaran tingkat sekolah agar guru mata pelajaran sejenis mempunyai visi dan misi yang sama, yang ditindaklanjuti ke arah penyusunan Rencana Plekasanaan Pembelajaran secara personal koordinatif.
    2. Peningkatan hasil belajar siswa. Upaya peningkatan prestasi hasil belajar peserta didik dilakukan melalui beberapa terobosan, yakni: .
      1. Penerapan strategi team teaching agar siswa dapat menyerap sebanyak mungkin ilmu yang disampaikan oleh guru, di samping diterapkan berbagai metode dan media pendidikan juga diterapkan strategi pengajaran team teaching. Strategi ini diterapkan terutama pada mata pelajaran yang jumlahnya lebih dari 2 jam per minggu. Pelaksanaannya, setiap mata pelajaran diajarkan oleh lebih dari satu guru dengan tanggung jawab pada pokok bahasan masing-masing.
      2. Penerapan jadwal maksimal 2 jam pelajaran per kelas.
      3. Untuk menjaga agar kesiapan guru memadai dan siswa tidak menjadi bosan di dalam menerima pelajaran, pada mata pelajaran non-eksakta dilaksanakan 1 jam pelajaran/hari dan pada mata pelajaran eksakta dilaksanakan maksimal 2 jam pelajaran/hari.
      4. Pemantapan Mental dan Keterampilan Teknis ( PMKT)
      5. Bagi siswa Kelas XII yang akan menghadapi UN dan SPMB/UM UGM diberi pengayaan berupa tambahan pelajaran sebanyak 6 jam seminggu, khusus untuk mata pelajaran yang di-UN-kan maupun digunakankan untuk tes ke perguruan tinggi. Pelaksanaannya dilakukan setiap siang hari pukul 13.30 s.d. 15.30 dimulai bulan September sampai dengan menjelang Ujian Nasional. Dalam program ini diterapkan strategi khusus, baik dalam penyajian materi, latihan soal, penilaiannya, maupun pembahasannya. Diperlukan kemampuan kompetensi dan metodologi dari guru sehingga strategi pembelajaran amat menunjang ketercapaian target.
      6. Pelaksanaan Uji Coba. Untuk mendukung dan mengevaluasi keberhasilan PMKT, secara periodic dan berkesinambungan dilakukan tes uji coba yang soal-soalnya dibuat oleh para guru sesuai dengan standard atau kisi-kisi ujian nasional maupun tes perguruan tinggi. Pengadaan soal-soal ini dilaksanakan oleh guru sendiri dan sesekali bekerja sama dengan lembaga bimbingan belajar. 
      7. Program Pendalaman Materi dan Pengayaan. Program pendalaman materi dan pengayaan diperuntukkan bagi siswa kelas XI dan dilaksanakan pada siang hari mulai pukul 13.30 s.d. 17.00. Dalam seminggu dilaksanakan sebanyak 4 ( empat ) kali untuk mata pelajaran Matematika, Fisika, Kimia, Biologi dan Bahasa Inggris. Materi dan strateginya dibuat secara khusus. 
      8. Praktikum IPA Untuk membekali dan memberikan latihan keterampilan khusus bagi siswa Kelas XII, selain PBM yang menerapkan metode eksperimen, juga dikembangkan praktikum Laboratorium pada mata pelajaran Fisika, Kimia dan Biologi. Hal ini dimaksudkan untuk melatih siswa berpikir secara ilmiah dan komprehensif. Pelaksanaan praktikum Laboratorium mengacu pada aspek kompetensi ilmiah akademis. Dengan praktikum ini diharapkan para siswa tidak asing lagi sewaktu memasuki dan berada di perguruan tinggi jika harus mengadakan praktikum dan membuat pelaporannya.
      9. Penerapan Sistem Penilaian pola tes perguruan tinggi. Pada setiap latihan soal-soal, baik pada PMKT, pendalaman materi dan pengayaan, maupun ulangan harian untuk mata pelajaran tertentu, siswa dibiasakan menggunakan sistem penilaian dengan pengurangan nilai jika jawaban salah. Dengan demikian diharapkan siswa dapat membiasakan diri berpikir kritis dan berhati-hati serta tidak mengembangkan pola piker spekulatif.
      10. Peningkatan Keimanan dan spiritualitas Untuk peningkatan keimanan dan spiritualitas serta implementasi dari pelajaran Pendidikan Agama setiap hari Jumat per minggunya dilakukan Pendalaman Iman serta Misa bagi siswa-siswi Katolik serta Katekumen, sedangkan siswa lain dipersilakan melakukan kegiatan keagamaan di tempat masing-masing (mesjid, kelenteng, vihara).
      11. Pelaksanaan Program Remedial
      12. Kegiatan ini dilakukan untuk memberikan layanan bagi siswa-siswi yang belum mencapai target ketuntasan bidang studi ataupun per pokok bahasan. Pengelolaan kegiatan remedial ditangani oleh guru bidang studi masing-masing, untuk melakukan penjadwalan serta koordinasinya. Kegiatan remedial dilakukan pada hari Senin, Selasa, dan Rabu, pukul 13.30 s.d. 17.00. Kegiatan ini dilakukan dengan ketentuan bila jumlah siswa yang belum mencapai ketuntasan lebih dari 50% diwajibkan reteaching.

      13. Layanan Klinis SMA Xaverius 1 mengusahakan layanan tidak sebatas jam pembelajaran saja, dalam arti pelayanan proses di kelas, namun juga melayani dengan pola klinis kepada pembelajar bdi luar jam pembelajaran dalam konteks lingkungan sekolah. Layanan ini diberikan kepada siswa-siswi yang mengalami kesulitan dalam belajar, terutama dalam kaitannya dnegan pemahaman dan penguasaan materi. Bentuk layanan ini difokuskan untuk bidang studi MIPA dan Bahasa Inggris.
      14.  Untuk meningkatkan prestasi belajar yang memadai, SMA Xaverius 1 Palembang melakukan terobosan dalam pelaksanaan kurikulum, antara lain:

  3. Penyediaan Fasilitas Perpustakaan
  4. Untuk menambah koleksi buku perpustakaan, secara rutin dibeli buku-buku penunjang pelajaran, ensiklopedia baru, laporan-laporan karya ilmiah siswa maupun kumpulan soal. Karena waktu baca sangat terbatas, siswa dibiasakan menggunakan menggunakan waktu sebaik-baiknya untuk membaca di perpustakaan. Pelayanan sirkulasi / pemimjaman buku dilayani pada lantai atas, sedangkan lantai bawah untuk buku-buku referensi dan layanan buku paket. Di lantai bawah juga disediakan perangkat internet sehingga siswa dapat menggunakan untuk mengakses informasi-informasi terkini dan dipakai untuk kegiatan pembelajaran mata pelajaran tertentu. Persiapan menghadapis ains dan Matematika Pendalaman materi khusus bagi siswa unggul untuk menghadapi persaingan terutama dalam mengikuti lomba IMO, IPHO, ICHO, Astronomi, Kebumian dan lomba komputer bekerja sama dengan alumni maupun narasumebr la

Bimbingan Konseling merupakan salah satu pembimbingan ke arah pengembangan pribadi pembelajar. Layanan bimbingan lebih banyak diarahkan pada layanan dalam penempatan, penjurusan, dan problema pribadi peserta didik. Hal ini dilakukan dengan pertimbangan bahwa kenakalan pelajar tidak terjadi di SMA Xaverius 1 Palembang. Dengan demikian, layanan bimbingan dikategorikan sebagai layanan khusus. Oleh sebab itu, dialokasikan waktu 1 JP setiap minggu bagi guru BK memasuki kelas yang dibimbingnya.

4.   Layanan Bimbingan dan Konseling

Undang-undang Nomor 2 tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional menyebutkan bahwa ” Pendidikan adalah usaha sadar untuk menyiapkan peserta didik melalui kegiatan bimbingan, pengajaran dan.atau latihan bagi peranannya di masa datang”. Upaya pendidikan berdasarkan pengertian tersebut mencakup kawasan yang sangat luas yang mengacu pada pengembangan individu sebagaimana disinggung dalam pengertian pendidikan diatas. Cakupan yang amat luas itu ( yakni kawasan bimbingan, pengajaran, dan latihan ) saling berkait dan saling menunjang. Bahkan seringkali yang satu tidak dapat dipisahkan dengan yang lainnya. Suatu upaya pendidikan yang menyeluruh, lengkap, dan mantap harus secara terpadu meliputi ketiga kawasan pendidikan itu.

Meskipun kawasan kegiatan bimbingan , pengajaran dan latihan harus dalam keadaan saling terkait dan terpadu, namum ketiganya harus dapat dibedakan, bukan dipisahkan. Tujuan pembedaan dan pemisahan itu adalah untuk dapat dikembangkannya kawasan tersebut secara optimal. Demikian juga yang terjadi di SMA Xaverius 1 Palembang. Kegiatan bimbingan dan konseling dikelola secara tersendiri dengan koordinasi dari seorang koordinator BK.

  •  Pelaksanaan BK di SMA Xaverius 1 Palembang. Dalam rangka meningkatkan efektivitas layanan BP/BK, SMA Xaverius 1 Palembang memberikan layanan kepada siswa melalui tahapan sebagai berikut
  • Penyusunan
  • Pelaksanaan
  • Evaluas
  • Analisis Hasil Evaluasi
  • Pelaksanaan Tindak Lanjut Kelima tahapan pelaksanaan BK di SMA Xaverius 1 Palembang sebagaimana dikemukakan di atas, masing-masing meliputi 4 ( empat ) bidang layanan, 7 jenis layanan, dan 5 kegiatan pendukung, yang secara popular disebut dengan Layanan Pola 17. Secara garis besar layanan Pola 17 tersebut dapat dilihat pada uraian berikut.
  • Layanan Orientasi =>Layanan orientasi diberikan terutama pada awal tahun pelajaran terhadap siswa baru yang meliputi hal-hal :
  •  Orientasi mengenai tata tertib sekolah
  • Orientasi mengenai keadaan guru/karyawa
  • Orientasi mengenai fasilitas belajar (ruang kelas, ruang BP/BK, perpustakaan , laboratorium, ruang UKS, ruang koperasi siswa, dan sebagainnya).
  • Orientasi mengenai pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler.

 D. LAYANAN HUBUNGAN MASYARAKAT 

  1. Layanan Informasi Layanan informasi diberikan pada siswa mengenai berbagai hal yang berhubungan dengan kepentingan siswa terutama mengenai kepentingan belajar. Layanan informasi ini merupakan layanan yang sangat penting bagi siswa SMA Xaverius 1 Palembang, karena mereka pada umumnya sangat sadar akan pentingnya informasi yang lengkap untuk pertimbangan dalam menentukan sikap mereka, terutama yang berkaitan dengan prospek mereka di masa mendatang. Dalam hal pemberian informasi perguruan tinggi, sudah disampaikan sejak peserta didik duduk di bangku kelas XI.
  2. Layanan Penempatan dan Penyaluran =>Layanan penempatan dan penualuran ini diberikan kepadampeserta didik terutama yang berkaitan dengan bakat dan minat siswa yang berhubungan dengan bagian kesiswaan dan bagian kurikulum. Bahkan, sebagian besar petugas BK bertanggung jawab pada satu kegiatan ekstrakurikuler tertentu.
  3. Layanan Pembelajaran=>Dalam memberikan layanan bidang pembelajar-an, guru pembimbing bekerja sama dengan guru mata pelajaran dan bagian kurikulum, terutama dalam pelaksanaan program pengayaan, penda-laman materi, serta program remedial bagi peserta didik tertentu.

E. PENGELOLAAN KESISWAAN

 

6.1 Kegiatan Ekstrakurikuler

 

Kegiatan ekstrakurikuler di SMA Xaverius 1 dikelompokkan menjadi 2 (dua ) kelompok, yakni kelompok ekstrakurikuler yang berada di bawah OSIS yang berjumlah 24 kegiatan dan kelompok ekstrakurikuler yang dikelola guru/pembina yang merupakan kegiatan ekstrakurikuler pendukung mata pelajaran dan ptrestasi siswa dengan perincian sebagai berikut.

6.1.1 KIR : Fisika, Kimia, Biologi, IPS, Matematika

6.1.2 Paduan Suara

6.1.3 Koor Gereja

6.1.4 Jurnalistik

6.1.5 Teater : Texas (Teater SMA Xaverius 1)

6.1.7 Pramuka

6.1.8 Bahasa Inggris : English Club

6.1.9 Bahasa Mandarin

6.1.10 Koperasi

6.1.11 Komputer

6.1.12 PKS

6.1.13 Futsal

6.1.14 Basket

6.1.15 Taekwon do

6.1.16 Voli

6.1.17 PMR

6.1.18 Bridge

6.1.19 Band

6.1.20 Marching band : Vica Lokajaya

6.1.21 Pecinta Alam : Palaxsa (Pencinta Alam Xaverius 1)

6.1.22 Sepakbola

6.1.23 Komputer Analis

6.1.24 Seni Lukis

6.1.25 Berkebun

6.1.26 Catur

6.1. 27 Seni Tari

Di samping itu, siswa berkesempatan mengembangkan kemampuannya melalui program tambahan, seperti outbond, liveskill, wisata studi, pertukaran pelajar.

2.  Penanaman Citra Keteladanan

Masa Orientasi Siswa (MOS ) diperkaya dengan Divas (Geladi Xaverian Sejati) yang merupakan program sekolah dengan tujuan membuat peserta didik selalu tetap mencintai sekolah dan almamater dengan berpedoman bahwa sekolah adalah rumah kedua setelah rumah sendiri. Hal ini ditanamkan sejak peserta didik masuk di SMA Xaverius 1 Palembang melalui pembinaan dan penanaman citra keteladanan, kedisiplinan, dan budi pekerti luhur. Di samping itu, citra keteladanan dan kepemimpinan dikembangkan melalui organisasi intra sekolah atau Perhimpunan Pelajar Sekolah Katolik (PPSK) SMA Xaverius 1. Pengembangan kepemimpinan tersebut dilaksanakan melalui pembinaan dan pembimbingan serta kaderisasi Pengurus Harian dan Perwakilan Kelas OSIS/PPSK serta latihan kepemimpinan (Latpim).

3.  Perkemahan Teladan Bhakti dan Desa Binaan

Siswa kelas X dan kelas XI diberi kepercayaan sepenuhnya untuk melaksanakan kemah bakti yang bertujuan menanamkan kepedulian siswa pada desa berkatagori IDT dan selanjutnya mereka berkewajiban membina desa tersebut selama 5 (lima) tahun. Dengan demikian, kecerdasan sosial peserta didik dilatih dan dikembangkan secara optimal. Sampai saat ini sudah banyak daerah bakti sosial SMA Xaverius 1 Palembang, dan mengupayakan mempunyai desa binaan yang tersebar di seluruh Palembang.

4.  Penanaman Keimanan dan Ketaqwaan terhadap Tuhan yang MahaesA

  •  

    1. Pembinaan iman

    2. Misa tiap hari Jumat

    3. Misa Keagamaan umat Katholik   

    4.  Pelaksanaan 6 K

    6K dikembangkan di kalangan peserta didik dengan tujuan agar mereka memiliki rasa peduli terhadap lingkungan alam dan lingkungan pergaulannya serta dalam berperilaku sebagai anggota masyarakat dan sebagai diri sendiri. Kepada mereka dilakukan kontroling 6K melalui rasia berpakaian, penataan rambut, perangkat sekolah yang dibawa, kelengkapan kendara-an siswa (motor), dan sebagainya.

    6.  Etika dan Sopan Santun

    7.  Hubungan Siswa dengan Guru

    Pembinaan etika dan sopan santun dirasa amat perlu diberikan dalam pembiasaan berpikir, berkata, dan berbuat. Dimensi ini akan terbina secara berporses bilamana semua konstituen yang terlibat atau berada di dalam komunitas memiliki tujuan dan sikap komitmen hingga bila diteladani generasi berikutnya secara berkesimbamungan. Nuansa seperti itu terbina dengan baik di lingkungan SMA Xaverius 1 Palembang dari generasi ke generasi beikutnya.

    Hubungan siswa-guru diupayakan tertanam secara harmonis, akrab, penuh penghormatan dan beradab. Pembinaan dan pengembangan budaya hubungan yang demikian dilaksanakan sekaligus dalam rangka pembentukan, pembinaan, dan pengembangan kultur sekolah yang harmonis, ramah, saling menghormati, dan familiar.

    8.  Upacara Bendera

    Upacara bendera rutin dilaksanakan pada setiap Senin jam ketiga, baik secara bersama maupun paralel per kelas sesuai dengan situasi dan kondisi. Upacara pada peringatan hari besar nasional dilaksanakan secara terpadu dengan SMA Xaverius 4 dan Seminari St. Paulus Palembnag.

    9.  Pemberian Bekal Kemampuan Berbahasa Inggris

    Pembinaan, pembimbingan, dan pendampingan kemampuan lisan berbahasa Inggris dilakukan secara bertahap mengingat budaya dan perkembangan kompetensi serta kerangka berpikir masyarakat pengguna. Mayoritas siswa SMA Xaverius 1 memiliki kompetensi dasar berbahasa Inggris baik sehingga perlu perancangan matang ke arah pengembangan kemampuan keterampilan secara berlanjut.

    Perkembangan kemmapuan ini dapat tersalurkan melalui English Club serta situasi pembelajarn di kelas internasional yang ada. Dalam konteks demikian hal ini digunakan untuk membekali siswa dalam penguasaan bahasa internasional dalam menghadapi era globalisasi. Pembinaan reguler kompetensi guru dilakukan dengan melaksanakan program kursus bagi guru dan karyawan, baik melalui lembaga maupun SDM yang ada. Tes kompetensi bahasa Inggris dilakjukan oleh lembaga yang bertaraf internasional.

    10.  Pembekalan Ketrampilan KomputerSemua siswa dibekali ketrampilan komputer melalui pelajaran komputer yang dilaksanakan di sekolah. Di samping itu dilaksanakan juga program kegiatan penyaluran bakat dan minat pembelajar dalam bidang komputer melalui kegiatan komputer analis, yang amat memenberi peluang kepada pembelajar untuk mengembangkan kompetensinya. Hal ini dirasakan amat berguna manfaatnya bagi pembelajar, sebagaimana terindikasi lewat berbagai kemenangan dalam lomba-lomba, baik tingkat lokal maupun provinsi. Selain itu direncanakan dilaksanakan program pelatihan komputer untuk melaksanakan program life-skill dengan pendekatan Broad Base Education.

    11.  Pengembangan Pola Pikir Analitik

    Untuk mengembangkan bakat dan kemampuan meneliti, direncanakan siswa kelas XI diwajibkan melakukan latihan penelitian yang dilaksanakan pada libur semester I. Pelatihan ini ditindaklanjuti dengan memberikan peluang kepada mereka untuk melakukan kegiatan penelitian.

    F.   PENGELOLAAN HUBUNGAN MASYARAKAT

    Pengelolaan bidang hubungan dengan masyarakat diarahkan pada upaya membina dan menjalin hubungan serta kerja sama antarsekolah, dengan pemerintah dan instansi terkait, dengan alumni, dengan masyarakat, serta dengan Komite Sekolah/Komite Pduli Pendidikan.

    1. Kerja sama dengan Komite Peduli Pendidikan dan Instansi terkait

     

     

     

     

    Komite Peduli Pendidikan merupakan komite sekolah yang secara independen bekerja sama dengan penyelenggara pendidikan dengan memberikan peran yang sangat besar dalam memberikan sumbangan pemikiran terhadap penyelenggaraan pendidikan di sekolah. Fungsi Komite Peduli Pendidikan aedalah berperan sebagai mitra utama sekolah untuk menyelenggarakan pendidikan. Dalam pertemuan koordinasi pihak sekolah dan Komite Peduli Pendidikan membahas berbagai hal yang berkaitan dengan penyelenggaraan pendidikan beserta konsekuensi-konsekuensinya, termasuk dalam pencarian dana bagi penyelenggaraan pendidikan.

    2.  Hubungan dengan Perguruan Tinggi

    SMA Xaverius 1 bekerja sama dengan perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta, nasional maupun internasional. Hubungan kemitraan dengan perguruan tinggi ini amat diperlukan tatkala sekolah harrus memberikan layanan jalur-jalur perguruan tinggi yang dibutuhkan oleh peserta didiknya. Berkaitan dengan ini SMA Zaverius 1 secara rutihn mengadakan Ekspo Perguruan Tinggi yang memberikan kesempatan bagi pembelajar untuk m,engetahui jurusan, fakultas, perguruan tinggi, serta gambaran profesi ke depannya. Hubungan kemitraan ini amat simbiosis mutualis sehingga menguntungkan berbagai pihak yang terlibat di dalamnya.

    3.    Hubungan kerja sama dengan lingkungan masyarakat

    4.    Hubungan kerja sama dengan alumni SMA Xaverius 1 Palembang

    Hubungan kerja sama ini dimaksudkan untuk:

    a.  Menjaga keamanan SMA Xaverius 1 Palembang dan lingkungannya. Sebagai tenaga keamanan sekolah diambil dari lingkungan masyarakat setempat.

    b.  Menata dan menjaga taman sekolah

    1. Alumni telah membentuk wadah mantan-mantan peserta didik SMA Xaverius 1 Palembang dengan nama Ikatan Keluarga Alumni Xaverius (IKAXA). IKAXA berperan aktif dalam memberikan bantuan kepada adik-adik kelas yang masih aktif bersekolah di SMA Xaverius 1 Palembang. Bantuan material terwujud dalam bentuk perangkat komputer, mesin scanner, TV, OHP, dan sebagainya. Di samping itu, mereka juga mengarahkan adik-adik kelas di dalam memilih jurusan di perguruan tinggi Xaverius melalui kegiatan open house jurusan. Sekolah mengharapkan alumni membentuk lembaga yang diharapkan dapat banyak membantu SMA Xaverius 1 Palembang dalam penyelenggaraan pendidikan.
    2. Alumni berperan aktif di bidang kesehatan dengan membuka klinik kesehatan di SMA Xaverius 1 Palembang, melalui alumni-alumni dokteryang berdomisili di Palembang

    d.  Alumni memberikan beasiswa kepada adik-adiknya yang berprestasi dan kurang mampu sert5a memberikan dukungan kepada siswa-siswi dalam pengembangan ekspresi diri, misalnya kelompok band atau marching band.

    e.  Alumni merintis dan mendorong berdirinya kelas bertaraf internasional dan menyumbangkan tenaganya dalam proses pembelajaran di kelas tersebut.

    5.  Hubungan kerja sama dengan lembaga bimbingan belajar

    Beberapa lembaga bimbingan belajar ternama di Kota Palembang diajak bekerja sama dalam upaya peningkatan prestasi peserta didik. Kerja sama tersebut dilaksanakan dalam rangka penjajagan/uji cobaUN maupun SPMB.

    D.   PENGELOLAAN SARANA PRASARANA

    Pengelolaan bidang sarana/ prasarana sekolah diprioritaskan pada upaya sebagai berikut. 

    1. Mengelola dan mendayagunakan sumber daya sarana/ prasarana yang ada,dan 
    2. Mengembangkan dan meningkatkan sumber daya yang ada dengan mempertimbangkan mobilitas kebutuhan dalam upaya peningkatan mutu sekolah.

    Kompleks SMA Xaverius 1 Palembang dibangun di atas tanah seluas 11.315 m2, namun yang dapat dipergunakan secara efektif kurang dari 1 ha. Gedung utama berlantai tiga dan seluruh bangunannya seluas 6.761,25 m2 Terdapat dua gedung yang berlantai empat. Setiap gedung diberi nama: 1) Gedung Fransiscus; 2) Gedung Matius; 3) Gedung Markus; 4) Gedung Paulus; dan 5) Gedung Lucas. Dalam lokasi sekolah terdapat satu lapangan sepak bola, satu lapangan basket, dan dua lapangan voli. Di sekeliling lapangan bola tersedia lahan lapangan atletik lari. Beberapa ruangan yang ada di SMA Xaverius 1 Palembang dapat dibedakan menjadi dua kelompok ruangan yaitu ruang kelas, laboratorium, dan ruang administrasi/ ruang penunjang.

     Kecerdasan rohani peserta didik dikembangkan melalui penanaman disiplin beribadah sesuai agama yang mereka anut sejak dini, yakni sejak memasuki SMA Xaverius 1 Palembang. Secara konkret, pengembangan kecerdasan rohani tersebut dilakukan melalui kegiatan-kegiatan sebagai berikut:

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: