Bahasa Indonesia XII

KODE  : XII IPA/IPS –001

 

 

 

 

 

 

 

EBS GASAL – 2007/2008

 

SEKOLAH MENENGAH ATAS XAVERIUS 1

TERAKREDITASI : A (AMAT BAIK)

Jalan Bangau 60/1258, Telp. 358005  Palembang

 

EVALUASI BELAJAR SEMESTER GASAL

TAHUN PELAJARAN 2007/2008

 

UTAMA

 

 

                                                                MATA PELAJARAN        :       BAHASA INDONESIA

                                                                KELAS/PROGRAM         :       XII (DUA BELAS) IPA/IPS

                                                                HARI/TANGGAL                   :       KAMIS, 29 NOVEMBER 2007

                                                                WAKTU                                     :        Pukul 07.00 – 09.00

 

                               

 

I           UNTUK SOAL NOMOR 01 S.D. 40

PILIHLAH SATU JAWABAN YANG PALING TEPAT!

 

1.  Dalam suatu presentasi hasil penelitian salah seorang pembicara mengatakan sebagai berikut.

    “Industri media massa, khususnya media cetak, saat ini dihadapkan pada perubahan yang amat kompleks dan terus-menerus. Untuk menangkap perubahan itu dibutuhkan tenaga yang terampil, cerdas, dan terutama berkomitmen tinggi.

 

    Ada dua peran industri media cetak dalam menghadapi berbagai perubahan yang tengah terjadi. Pertama, menjadikan perubahan itu untuk mengembangkan eksistensi media cetak. Kedua, memanfaatkan perubahan itu untuk memberikan informasi yang sekarang bersifat global dan serentak kepada masyarakat. Untuk menjawan hal tersebut dibutuhkan tenaga terampil, cerdas, dan terutama berkomitmen tinggi. Memang setiap pekerjaan membutuhkan komitmen yang lebih besar. Komitmen itu terutama untuk menciptakan kesejahteraan masyarakat, menguasai teknologi, dan mengatasi ketertinggalan.

 

Untuk menghadapi perubahan yang telah terjadi media juga harus melakukan konvergensi. Perkembangan teknologi infomasi memang membuat konvergensi media tak terhindarkan. Dalam jangka panjang, suara, gambar, dan data harus jadi satu kesatuan. Informasi kelak tak lagi mengarah ke single media, tetapi multimedia. Menghadapi hal itu media cetak tidak perlu khawatir. Selama  masih mampu mengadopsi berbagai perubahan, media cetak tetap akan mampu bertahan. Pemakaian telepon seluler  dan video conference sekarang sudah banyak dan akan makin banyak, tetati pertemuan secara fisik tetap dibutuhkan.

 

    Industri media kini juga menghadapi tantangan dan perubahan gaya hidup. Teknologi yang digunakan saat ini biasa disebut generasi digital migrant. Namun, generasi yang lahir setelah tahun 1990-an akan disebut digital native. Mereka ini sejak semula lebih akrab dengan gadget digital daripada koran.”

 

Inti isi laporan lisan di atas adalah …

  1. Industri media massa, khususnya media cetak, saat ini dihadapkan pada perubahan yang amat kompleks dan terus-menerus.
  2. Untuk menangkap perubahan itu dibutuhkan tenaga yang terampil, cerdas, dan terutama berkomitmen tinggi
  3. Memang setiap pekerjaan membutuhkan komitmen yang lebih besar.
  4. Informasi kelak tak lagi mengarah ke single media, tetapi multimedia.
  5. Generasi yang lahir setelah tahun 1990-an akan disebut digital native yang sejak semula lebih akrab dengan gadget digital daripada koran.”

 

2.  Anggapan bahwa hasil riset harus berdampak segera, terutama untuk rakyat, memang masih dominan. Inikah warisan riset unggulan terpadu yang diluncurkan pemerintah 14 tahun lalu? Meski di satu sisi program mengakomodasi kebutuhan dan penelitian di Indonesia, kerangka  dasarnya mengaitkan riset dengan industri ternyata memarginalkan di sisi lain.

 

      Berbagai lembaga riset dan universitas berlomba membuat produk penelitian yang  bisa dipatenkan dan dijual ke pasar. Bahkan, “Kalau sudah begitu, orang-orang seperti saya yang bergerak di bidang riset teori akan mundur, juga peneliti di riset eksperimen dan ilmu murni,”kata Dr. Terry Mar, Ketua Peminatan Fisika Nuklir dan Partikel Teori di Departemen Fisika Universitas Indonesia.

 

Strategi itu bisa dimaklumi sebagai upaya bertahan di tengah keterbatasan keuangan negara. Akan tetapi, fokus pada penelitian terapan saja dalam jangka panjang bisa menghambat fungsi perguruan tinggi sebagai pengembang ilmu. Apalagi sudah terbukti, negara yang kuat dalam penelitian, seperti China, India, dan Pakistan, menjadi negara yang maju teknologinya.

 

Kalimat fakta bahasa lisan laporan penelitian di atas adalah ….

  1. Anggapan bahwa hasil riset harus berdampak segera, terutama untuk rakyat, memang masih dominan
  2. Meski di satu sisi program mengakomodasi kebutuhan dan penelitian di Indonesia, kerangka  dasarnya mengaitkan riset dengan industri ternyata memarginalkan di sisi lain.
  3. Berbagai lembaga riset dan universitas berlomba membuat produk penelitian yang  bisa dipatenkan dan dijual ke pasar.
  4. Bahkan, “Kalau sudah begitu, orang-orang seperti saya yang bergerak di bidang riset teori akan mundur, juga peneliti di riset eksperimen dan ilmu murni,”kata Dr. Terry Mar, Ketua Peminatan Fisika Nuklir dan Partikel Teori di Departemen Fisika Universitas Indonesia.
  5. Sudah terbukti, negara yang kuat dalam penelitian, seperti China, India, dan Pakistan, menjadi negara yang maju teknologinya.

3.    Bagi banyak orang, berinternet melalui peranti kecil, seperti ponsel, masih belum memberikan pengalaman yang menyenangkan. Dengan layar yang sangat terbatas, mustahil bisa mengamati sekujur halaman web yang memang didesain untuk ditampilkan di monitor komputer yang lebar.

Alih-alih mendapatkan data dan informasi yang diinginkan, mata dan jempol bisa-bisa malah linu saat bergeser dari satu bagian halaman ke bagian lainnya. Karena itu, pembuat sistem operasi pun berlomba-lomba membuat sistem khusus untuk ponsel. Salah satunya adalah browser Opera Mini 4, yang kini masih dalam versi beta. Opera Mini baru ini menyediakan opsi kualitas gambar yang lebih banyak. Sementara sebelumnya hanya ada dua tingkat kualitas gambar, saat ini Opera Mini menyediakan tiga level kualitas gambar yang berbeda. 

Browser ini juga memungkinkan pengguna beralih dari mode vertikal ke mode horizontal atau sebaliknya hanya dengan satu pijitan tombol * dan #. Selain itu, browser ini bisa menyesuaikan ukuran gambar untuk lebih proporsional di layar ponsel. Sementara sebelumnya jemari kita harus bergeser-geser untuk melihat foto atau gambar, kali ini tak perlu lagi. Saat pengguna membuka sebuah halaman web, Opera Mini akan menampilkan keseluruhan halaman (overview) secara sekilas, lalu menyarankan pengguna mulai membaca halaman dari daerah tertentu. Setelah itu, browser ini akan menampilkan bagian itu terlebih dulu secara utuh. Tapi, bila bagian tersebut masih terasa terlalu lebar, pengguna masih dapat mengecilkan ukurannya dengan fitur Fit to Width.

Selain itu, browser ini terkenal dengan kecepatannya. Ia mampu mengompres content Internet dalam jumlah bit yang lebih kecil, sehingga pengguna akan dikenai biaya yang lebih murah. Sementara mobile browser lain mengunduh halaman situs New York Times sebesar 660 kilobita, ia dapat menampilkan halaman web yang sama dengan hanya mengunduh 85 kilobita data. Yang tak kalah menarik, lewat tombol-tombol keypad, pengguna dapat menuju halaman-halaman bookmark dengan cepat, seperti halnya menekan tombol Speed Dial untuk menelepon nomor penting. Browser ini pun telah mendukung fitur RSS Feed untuk memperoleh content terbaru dari sebuah halaman web setiap saat.

Hal terakhir yang membuat Opera Mini tak kalah dari browser Safari pada ponsel iPhone milik Apple Inc. adalah fitur sinkronisasi bookmark. Kemampuan tersebut dimungkinkan dengan adanya layanan baru yang bernama Opera Link. Dengan Opera Link, pengguna dapat menyamakan atau mensinkronkan situs-situs bookmark pada browser Opera di komputer mejanya dengan yang ada di ponsel. Menurut CEO Opera Jon von Tetzchner, peningkatan fitur Opera Mini diharapkan dapat memberikan pengalaman yang konsisten bagi pengguna, sebagaimana mereka merasakan berinternet dengan komputer meja.

“Kami tak mau percaya dengan sebuah keyakinan yang mengatakan bahwa seseorang harus mau berkompromi (dengan ketidaknyamanan) saat mengakses web dari perangkat lain (selain komputer),” ujar Jon von Tetzchner. Kemunculan Opera Mini, di samping browser Safari dan mobile browser lainnya akan semakin memudahkan pengguna ponsel terhubung ke Internet tanpa perlu menenteng laptop yang berat. Kehidupan virtual seseorang tetap bisa dilakoni dari sebuah alat yang muat terbenam ke dalam saku.

Kritik yang paling tepat untuk isi laporan penelitian di atas adalah ….

  1. Struktur isi laporan yang Saudara kemukakan belum tersusun secara sistematis sehinga ada kesan kerancuan gagasan yang Saudara sampaikan.
  2. Laporan yang Saudara sampaikan ini memiliki kelemahan dalam penggunaan bahasa. Bahasa yang Saudara gunakan terkesan populer sehingga justru menjauhi karakter ilmiah yang seharusnya.
  3. Saudara kurang mempertimbangkan tujuan utama penelitian ini serta segmen lapangan penelitiannya. Laporan yang Saudara sampaikan ini amat menonjolkan kemajuan teknologi informasi, tetapi jauh dari sasaran penelitian yang semestinya Saudara amati.
  4. Laporan penelitian yang Saudara sampaikan menurut saya tak jelas faktor pendukungnya. Saya belum melihat adanya fenomena yang melatarbelakangi Saudara melakukan penelitian bidang ini.
  5. Laporan penelitian Saudara cukup baik. Hanya, saya melihat bagian pendahuluan kurang matang digarap. Amat terlihat latar belakang masalah, tujuan, dan sasaran penelitian Saudara disampaikan kurang proporsional, meski secara implisit sudah terkandung di dalamnya.

 

4.     Negara-negara Asia Tenggara ASEAN bersama Jepang, China, India, Korea Selatan, Australia dan Selandia Baru akan membuat situs bersama atau open acces database yang bisa diakses publik.

 

Menurut Staf Ahli Menteri Negara Riset dan Teknologi bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi, Engkos Koswara Natakusumah, pembuatan situs bersama ini untuk kepentingan penelitian. Situs ini berisi tentang riset, teknologi, dan pencarian kerja, dan menggunakan aplikasi kode terbuka atau open source.

 

Diharapkan, kata Engkos, dengan situs ini perkembangan teknologi dan pertukaran tenaga kerja akan semakin terjalin diantara para warga negara di negara-negara itu. Pembicaraan antar menteri telah dilakukan pada Febuari lalu.

 

Jepang ditunjuk sebagai pemimpin proyek ini. Pusat server juga akan ditempatkan di Jepang. “Jepang dipilih karena lebih maju dalam teknologinya,” kata Engkos hari ini. Namun ada juga kendala dalam pembuatan situs ini, yaitu soal bahasa, tapi rencananya situs ini akan menggunakan bahasa Inggris.

 

Saran yang benar untuk bagian laporan penelitian di atas ….

  1. Saya melihat laporan yang Saudara sampaikan cukup baik. Bahasa laporan ini Saudara kemas dalam kontes jurnalistik. Saran saya, buatlah laporan dengan menggunakan bahasa yang baik dan benar.
  2. Saya mengamati cara Saudara melakukan penelitian ini kurang proporsional penyajiannya. Bagian isi kurang Saudara dukung dengan bukti-bukti yang valid.
  3. Cara Saudara menyajikan laporan ini cukup bagus. Isi laporan ini bisa dipahami dengan jelas dan gamblang.
  4. Presentasi laporan ini menurut saya cukup baik. Tapi akan lebih bagus bila penyampiannya dilakukan oleh semua anggota kelompok Saudara. Jangan dimonopoli oleh ketua.
  5. Laporan kelompok Saudara bagus. Namun akan lebih bagus lagi bila kelompok Saudara melengkapinya dengan data yang divisualisasikan dengan infocus yang canggih.

 

5.         Dalam persentasi hasil diksusi kerja kelompok tentang Kemajuan Dunia Teknologi Informasi Semkakin Bersaing seorang pembicara mengemukakan,

“Tak mau kalah dengan Indosat yang menurunkan tarif akses internet tak terbatasnya mulai April nanti, PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) dengan produk Speedy juga membanting harga. Biaya berlangganan bulanan untuk paket Limited Home yang sebelumnya disebut paket Speedy Personal, berubah dari Rp 300 ribu per bulan menjadi Rp 200 ribu per bulan dengan quota bandwidth 1 Gigabyte. Tarif pemakaian melebihi quota turun dari Rp 700 per Mega Byte menjadi Rp 500 per Mega byte. Sementara biaya pendaftaran turun dari Rp 150 ribu menjadi Rp 75 ribu.

Untuk paket Limited Professional, biaya berlangganan berubah menjadi Rp 300 ribu per bulan dari semula Rp 400 ribu per bulan dengan quota bandwidth sebesar 3 Giga Byte. Untuk paket Unlimited yang semula Rp 2 juta menjadi Rp 750 ribu atau turun 63 persen. Sementara biaya bulanan untuk paket Warnet akan turun dari Rp 3 juta menjadi Rp 1,75 juta per bulan.

Vice President Public and Marketing Communication Telkom Eddy Kurnia mengatakan bahwa selain memberlakukan tarif baru, mulai 1 April 2007 Telkom juga akan meluncurkan paket Speedy berbasis waktu. Dalam paket Speedy berbasis waktu, pelanggan akan mendapatkan quota pemakaian selama 50 jam dengan biaya bulanan Rp 200 ribu. Untuk pemakaian melebihi kuota tersebut, akan dikenakan biaya sebesar Rp 750 per 30 menit. Kecepatan downstream dan upstreamnya sebesar 384 kilo bit per detik (kbps) untuk downstream dan 64 Kbps untuk upstream, ujarnya.”

Tanggapan yang tepat terhadap materi  di atas adalah ….

  1. Kebersaingan adalah hal wajar dalam dunia bisnis. Begitu juga dalam dunia teknologi informasi. Maka, sebaiknya PT Telekomunikasi juga berani memberi kemudahan sarana, jangan sebatas harga saja.
  2. Kemudahan dan harga tentu menjadi pilihan konsumen. Ini hak pilih mereka. Maka, kejelian dalam mengamati selera pasar disertai dengan kepekaan dalam mengikuti kemajuan zaman amat diperlukan. Itulah yang akan membuat sebuah perusahaan survive atau gulung tikar.
  3. Janji dalam kemasan bahasa promosi tentu tak memberikan jaminan kemudahan dalam layanan kepada konsumen. Alangkah lebih baik bila kebijakan yang ditetapkan itu segera diwujudnyatakan dalam layanan kepada konsumen.
  4. Layanan yang mudah akan memegang selera pasar. Maka, selera pasar dan segi praktis penggunaannya harus diperhatikan demi memegang minatnya.
  5. Janji dan bukti pun belum tentu menjamin mampu mengikat selera konsumen. Kemudahan, kemurahan, dan bentuk layananlah yang menjadi kunci keberhasilan suatu usaha.

 

6.   EKSISKAN JIWA LEWAT MENULIS

Oleh: Sofa Nurdiyanti

“Sungguh sebuah buku dapat mengubah jiwa dan nasib dunia…”
~ Mohammad Fauzil Adhim

“Menulis bisa menjadi sarana untuk mengungkapkan perasaan seseorang.” Ungkapan ini mungkin tidak asing lagi bagi kita semua. Pada saat tertentu, terkadang kita tidak bisa menceritakan perasaan kita pada orang lain. Nah, dengan menulis kita bisa belajar mengungkapkan perasaan lewat tulisan. Ya! Ungkapkanlah perasaan lewat tulisan. Eksiskan jiwa lewat menulis. Lewat tulisan kita bisa belajar tentang banyak hal.

Bisa jadi, menulis merupakan kegiatan sehari-hari yang terlewatkan begitu saja, tanpa kita tahu betapa berharganya sebuah tulisan. Padahal, menulis merupakan salah satu sarana pengembangan diri maupun pembentukan karakter seseorang. Lewat tulisan, kita bisa lebih arif dalam menentukan langkah-langkah dalam hidup kita.

Dunia tulis-menulis sudah dikenal sejak zaman sebelum masehi. Kita bisa tahu lewat prasasti yang ditinggalkan oleh peradaban zaman dulu. Prasastilah yang berbicara tentang peradaban suatu bangsa pada kita. Lewat prasasti pula kita tahu ternyata peradaban mereka tidak kalah maju dengan zaman kita sekarang (abad 21).

Barangkali, jika manusia zaman dahulu tidak memprakarsai dan menciptakan metode menulis untuk berkomunikasi, kita masih terkungkung oleh bahasa isyarat. Komunikasi kita akan terbatas dalam satu kelompok masyarakat saja, dan kita tidak bisa berkembang atau berinteraksi dengan masyarakat lainnya.

Mengapa harus dengan menulis? Hal inilah yang perlu kita cermati lebih lanjut. Menulis sama dengan mendokumentasikan fakta, pengetahuan, peristiwa penting, bahkan sejarah peradaban suatu bangsa sekalipun. Tanpa menulis, segala sesuatunya akan menguap begitu saja. Tidak tersampaikan, tersimpan, dan tidak diketahui oleh generasi yang akan datang. Padahal, sebuah tulisan dapat memberitahu fakta-fakta (informasi) yang berguna sebagai aset penting di masa yang akan datang.

Sanggahan paling benar terhadap wacana di atas adalah ….

A.     Konsep yang Saudara sampaikan tadi memang baik, apalagi dilengkapi dengan data-data empirik seputar perkembangan sejarah peradaban manusia hingga keadaan seperti yang kita alami sekarang. Namun, yang penting dalam keadaan masyarakat Indonesia seperti sekarang tidak cukup hanya sekadar lip service belaka atau sebatas kata-kata. Yang dibutuhkan adalah langkah-langkah pembinaan bagi masyarakat Indonesia agar akhirnya menyadari pentingnya budaya menulis.

B.     Apa yang Saudara katakan kami bisa mengerti dan memahami pokok persoalan. Bahkan, wawasan kami bertambah luas. Dalam iklim budaya seperti sekarang amatlah perlu langkah-langkah jitu demi terbentuknya dinamika budaya masyarakat yang menyadari pentingnya menulis. Problema ini sebaiknya disikapi secara terpadu dari berbagai pihak. Saudara tadi belum menyinggung pihak mana saja yang seharusnya bertanggung jawab terhadap pengubahan metabolisme gaya hidup seperti sekarang.

C.     Hati bicara, setelah melihat fakta berkata. Demikian juga dengan paparan gagasan Saudara tadi. Konsep yang Sauadara sampaikan mencakup serangkaian sejarah manusia yang lengkap. Hanya saja, konteks permasalahan tak sebatas yang Saudara katakan saja. Buat apa kita mengetahui peradaban jika tidak memiliki sikap berikutnya untuk mengubah, memperbaiki, dan meningkatkan kualitas hidup manusia? Ini yang perlu Saudara pikirkan juga!

D.     Rangkaian peristiwa peradaban dan kualitas hidup manusia setiap waktu senantiasa berubah. Maka dari itu, paparan gagasan Sauadara perlu disikapi secara bijak, cerdas, dan cermat. Apakah kita puas dengan keadaan hidup sekarang ini? Buat apa kita mempelajari sejarah jika tidak berpikir kondisi sekarang dan ke arah masa depan? Ini sangat sederhana tetapi perlu ditindaklanjutioleh siapa pun dan di mana pun.

E.      Saudara mengemukakan gagasan yang amat bagus demi kemajuan peradaban dan penyikapan menghadapi masa depan yang kian mengglobal. Alangkah bagusnya bila Saudara juga memberikan bukti-bukti konkret dan realistik dengan keadaan di sekitar kita. Melalui cara seperti ini apa yang kita konsepkan akan lebih mengena dan gampang dicerna sebab sesuai dengan keadaan masyarakat tempat kita berada. Masyarakat kita akan lebih mengikuti jurus-jurus yang praktis pragmatis daripada sekadar teori semata atau hal yang jauh dari dunianya.

 

7.         Prof. Muhammad Yamin, S.H. (dilahirkan di Sawahlunto, Sumatera Barat, 24 Agustus 1903, dan meningal di Jakarta, 17 Oktober 1962) adalah seorang pahlawan nasional Indonesia. Beliau merupakan salah satu perintis puisi modern di Indonesia, serta juga ‘pencipta mitos’ yang utama kepada Presiden Sukarno.

 

Muhammad Yamin memulakan karier sebagai seorang penulis pada dasawarsa 1920-an semasa puisi Indonesia mengalami romantisisme yang hebat. Karya-karya pertamanya ditulis dalam bahasa Melayu dalam jurnal Jong Sumatera,  sebuah jurnal berbahasa Belanda, pada tahun 1920. Karya-karyanya yang awal masih terikat kepada kata-kata basi bahasa Melayu Klasik. Pada tahun 1922, Yamin muncul buat pertama kali sebagai penyair dengan puisinya, Tanah Air ; maksud “tanah air”-nya ialah Sumatera. Tanah Air merupakan himpunan puisi modern Melayu yang pertama yang pernah diterbitkan. Sitti Nurbaya, novel modern utama yang pertama dalam bahasa Melayu juga muncul pada tahun yang sama, tetapi ditulis oleh Marah Rusli yang juga merupakan seorang anak Minangkabau. Karya-karya Rusli mengalami masa kepopuleran selama sepuluh tahun .

 

Himpunan Yamin yang kedua, Tumpah Darahku, muncul pada 28 Oktober 1928. Karya ini amat penting dari segi sejarah karena pada waktu itulah, Yamin dan beberapa orang pejuang kebangsaan memutuskan untuk menghormati satu tanah air, satu bangsa, dan satu bahasa Indonesia yang tunggal. Dramanya, Ken Arok dan Ken Dedes yang berdasarkan sejarah Jawa muncul juga pada tahun yang sama. Antara akhir dekad 1920-an sehingga tahun 1933, Roestam Effendi, Sanusi Pane, dan Sutan Takdir Alisjahbana merupakan pembentuk-pembentuk utama bahasa Melayu-Indonesia dan kesusasteraannya. Walaupun Yamin menguji kaji bahasa dalam puisi-puisinya, dia masih lebih menepati norma-norma klasik bahasa Melayu, berbanding dengan generasi-generasi penulis yang lebih muda. Beliau juga menerbitkan banyak drama, esai, novel sejarah dan puisi yang lain, serta juga menterjemahkan karya-karya William Shakespeare (drama Julius Caesar) dan Rabindranath Tagore.

 

Pada tahun 1932, Yamin memperoleh ijazahnya dalam bidang hukum di Jakarta. Beliau kemudian bekerja dalam bidang hukum Internasional di Jakarta sehingga tahun 1942. Karir politiknya dimulai dan beliau giat dalam gerakan-gerakan nasionalis. Pada tahun 1928, Kongres Pemuda II menetapkan bahasa Indonesia, yang berasal dari bahasa Melayu, sebagai bahasa gerakan nasionalis Indonesia. Melalui pertubuhan Indonesia Muda, Yamin mendesak supaya bahasa Indonesia dijadikan asas untuk sebuah bahasa kebangsaan. Oleh itu, bahasa Indonesia menjadi bahasa resmi serta alat utama dalam kesusasteraan inovatif.

 

Semasa pendudukan Jepang antara tahun 1942 dan 1945, Yamin bertugas dengan Pusat Tenaga Rakyat (PUTERA), sebuah organisasi nasionalis yang disokong oleh pemerintah Jepun. Pada tahun 1945, beliau mencadangkan bahwa sebuah Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) diasaskan serta juga bahwa negara yang baru harus merangkumi Sarawak, Sabah, Semenanjung Malaya, Timor Portugis, serta juga kesemua wilayah Hindia Belanda. Sukarno yang juga merupakan anggota BPUPKI menyokong Yamin. Sukarno menjadi presiden Republik Indonesia yang pertama pada tahun 1945, dan Yamin dilantik untuk jabatan-jabatan yang penting dalam pemerintahannya. Yamin meninggal dunia di Jakarta dan dikebumikan di Talawi, sebuah kota kecamatan yang terletak 20 kilometer dari ibu kota Kabupaten Sawahlunto, Sumatera Barat. Buah karyanya

·         Tanah Air, 1922

·         Indonesia, Tumpah Darahku, 1928

·         Ken Arok dan Ken Dedes, 1934

·         Sedjarah Peperangan Dipanegara , 1945

·         Gadjah Mada, 1948

·         Revolusi Amerika, 1951

Berdasarkan riwayat di atas hal yang menarik dan mengagumkan dari profil pribadi Muhammad Yamin adalah ….

  1. Beliau seorang patriot sejati dan cendekiawan tulen dan layak diberi staya lencana
  2. Keteladanan seorang pahlawan amat terlihat dari jejak langkah yang telah dibuatnya demi nusa dan bangsa. Begitulah dengan Muhammad Yamin yang rela berkorban demi nusa bangsanya.
  3. Nasionalis sejati selalu berjiwa patriot dan berkorban demi nusa bangsanya, meski kadang melupakan status sosialnya.
  4. Figur seorang Muhammad Yamin layak dan pantas diteladani generasi muda Indonesia terutama tatkala bangsa harus menghadapi arus globalisasi yang kian merebak dan tak mungkin dibendung.
  5. Jiwa humanisme universal bila bicara tak akan terkurung oleh sekat-sekat budaya dan nasionalisme.

 

8.   SENGKETA LEMBAGA NEGARA (?)

Oleh: Budi H. Wibowo

Ketika pertama kali melihat sampul buku ini terpampang kata ‘sengketa’. Sekonyong-konyong orang dapat menginterpretasikan makna sengketa yang berarti ‘negatif’. Akan tetapi bila kita coba membukanya lembar per lembar ternyata isi buku tersebut tidak lain membahas masalah penegakan hukum (law enforcement) bagi penyelesaian suatu sengketa yang merupakan hal penting untuk diperhatikan. Apalagi bila dikaitkan dengan konstitusi yang memang menyebutkan bahwa Indonesia adalah negara hukum [Pasal 1 ayat (3) UUD 1945].

Buku yang diberi judul Sengketa Kewenangan Antarlembaga Negara yang ditulis oleh Prof. Dr. Jimly Asshiddiqie, S.H. yang juga adalah Ketua Mahkamah Konstitusi ini tidak berlebihan bila disebut sebagai buku pertama yang membahas hal sengketa kewenangan antarlembaga negara. Menurut penulis buku, saat ini lembaga negara yang secara eksplisit ataupun implisit diatur keberadaannya dalam UUD 1945 sebanyak lebih dari 28 organ, jabatan, instansi atau lembaga. Selain itu, penulis juga menambahkan bahwa dari jumlah tersebut keberadaan dan kewenangan yang ditentukan secara tegas dalam UUD 1945 sejumlah 23 organ atau 24 subyek jabatan.

Di samping itu, menurut penulis empat organ yang tidak secara tegas ditentukan yaitu bank sentral, duta, konsul dan badan-badan lain yang terkait dengan kekuasaan kehakiman (hal. 54). Selanjutnya, pada bab ketiga penulis secara apik mencoba membahas satu persatu lembaga yang menurutnya termasuk dikategorikan sebagai lembaga negara.

Buku setebal xii + 272 halaman ini selain memuat secara teoritis soal eksistensi yang disebut sebagai lembaga negara juga memuat contoh-contoh ketika ada lembaga negara yang bersengketa. Salah satu yang dicontohkan penulis adalah saat pemerintahan Presiden Aburrahman Wahid di mana lembaga kepresidenan berselisih dengan Dewan Per­wakilan Rakyat dan MA ketika akan mengangkat Wakil Ketua MA.

Sengketa antarlembaga negara seperti halnya yang terjadi di zaman Gus Dur menurut penulis dapat diselesaikan dengan adanya Mahkamah Konstitusi. Karena memang saat itu MK masih belum terbentuk sehingga sengketa yang terjadi ngambang (baca: tak terselesaikan) dalam konteks hukum tata negara yang seharusnya dapat diperkarakan. Oleh karena itu, betapa bahwa keberadaan MK merupakan kunci perbaikan kehidupan bernegara khususnya dalam mengatur dan mengonsolidasikan lembaga-lembaga negara yang ada saat ini sehingga ke depan persengketaan tersebut dapat dikelola dengan baik.Pengetahuan para pembaca juga bakal diperkaya dengan adanya bab yang membahas bagaimana beracara di MK, khususnya terkait dengan sengketa kewenangan antarlembaga negara.

Pada akhirnya, yang dapat dijadikan catatan dari buku ini bahwa definisi lembaga negara sebetulnya tidak pernah secara tegas disebutkan dalam UUD 1945 bahkan dalam UU No. 24/2003 tentang MK yang semestinya memuat definisi lembaga negara sehingga multi tafsir terhadap ‘lembaga negara’ tidak sampai muncul. Upaya Prof. Jimly dengan menyusun buku ini patut diapresiasi sebab dengan demikian multi tafsir batasan yang disebut sebagai lembaga negara dapat terakomodasi untuk sementara waktu.

Komentar terhadap kupasan isi buku di atas adalah ….

  1. Kupasan di atas amat baik dari segi urutan gagasan dan bahasanya. Terlihat penulis sangat sistematis dalam mengupas gagasan serta bahasanya amat santun.
  2. Isi buku yang dikupas memang layak mendapat acungan jempol sebab merupakan sesuatu yang baru di negara kita. Pengarangnya memang pandai dan pantas menuangkan dan menyebarkan gagasannya kepada orang lain.
  3. Buku yang ditulis oleh seorang profesor pasti bagus. Buku Sengketa Kewenangan Antarlembaga Negara adalah buah karya seorang  profesor yang juga Ketua Mahkamah Agung. Jadi, buku itu pasti bagus.
  4. Buku itu  membahas masalah penegakan hukum bagi penyelesaian sengketa sebagai hal penting yang perlu diperhatikan. Begitu juga yang terjadi dengan sengketa antarlembaga di negara ini.
  5. Formulasi yang dikemukakan oleh penulis dalam buku ini boleh dikatakan baik, bahkan merupakan suatu buku yang secara teoretis memuat eksistensi lembaga negara di negara kita.

9.         Menulis, kadang menjadi kegiatan yang membosankan pada sebagian besar orang. Tak jarang pula, aktivitas menulis terkesan ekslusif untuk kalangan tertentu saja. Padahal, kegiatan menulis ini bisa dilakukan oleh semua orang. Dan, menulis merupakan salah satu kegiatan yang mempunyai dampak positif bagi kita.

      Menulis dapat melatih kepekaan kita. Hal ini terjadi karena, sebagai penulis, kita dituntut untuk peka dan tanggap terhadap hal-hal yang terjadi di sekitar kita. Dengan menulis, indera kita akan menjadi semakin terasah dan jeli, terutama dalam melihat segala peristiwa yang dapat dijadikan sebagai bahan tulisan. Dengan menulis, eksistensi kita akan diakui oleh masyarakat secara luas. Karena lewat tulisan, pembaca mengenal pribadi maupun gagasan-gagasan kita. Menulis membuat kita bisa memberikan sumbangsih bagi dunia. Asal, tulisan kita bersifat membangun dan bukan sekadar tulisan tanpa makna. Menulis merupakan sarana refleksi dan perencanaan yang matang tentang hal-hal yang akan kita lakukan di masa mendatang. Banyak hal yang kita lakukan, namun terkadang terlepas dari refleksi diri. Akibatnya, kita sendiri jadi kurang menyadari apa yang telah maupun ingin kita lakukan. Jadi, buatlah rencana-rencana secara matang untuk setiap target hidup kita supaya hidup menjadi jelas dan terfokus.

Menulis merupakan sarana untuk melatih kemampuan mengomunikasikan ide-ide kita pada orang lain. Menyampaikan ide pada orang lain bukanlah hal yang mudah. Bisa jadi, apa yang kita pikirkan dan kita sampaikan menjadi tidak sesuai. Mungkin, ini karena kita jarang menyampaikan ide kepada orang lain. Akibatnya, kita jadi gagap saat harus mengutarakannya. Nah, belajar menulis bisa melatih kemampuan kita dalam memilih kosa kata, menata kalimat, atau membangun argumen sehingga orang mengerti apa yang ingin kita sampaikan. Menulis juga merupakan sarana untuk melatih ego kita. Dalam menyampaikan ide kepada orang lain dalam bentuk tulisan, kadang kita terjebak untuk menuliskan banyak ide sekaligus dalam satu tulisan. Padahal, belum tentu ide-ide tersebut dapat kita satukan dalam sebuah topik tulilsan. Akibatnya, tulisan jadi tidak fokus dan tidak punya arah yang jelas. Pembaca pun jadi kurang paham dengan maksud tulisan tersebut.

Pokok permasalahan yang dikupas oleh penulis melalui tulisan di atas adalah ….

A.     Manfaat menulis bagi kita

B.     Dampak positif kegiatan menulis

C.     Menulis memberikan manfaat bagi dunia

D.     Kesamaan menulis dengan kemampuan berkomunikasi

E.      Manfaat menulis bagi pengembangan ego kita.

10. 1) Corruptio Optimi Pesima (Terjemahan bebas: Pembusukan moral dari orang yang tertinggi kedudukannya adalah perbuatan yang paling jelek)

2)  Komisi Yudisial memang sial sebab salah satu anggotanya, Irawady Joenoes, ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi, padahal beliau adalah Koordinator Bidang Pengawasan Kehormatan, Keluhuran Martabat, dan Perilaku Hakim.

3) Sungguh ironis, tugas mulia itu ternyata disalahgunakan melalui perbuatan yang seharusnya tabu dia lakukan sehingga masyarakat, selain tersentak, juga sangat kecewa mengingat publik mempunyai ekspektasi terhadap peran Komisi Yudisial dalam memperbaiki kinerja lembaga peradilan, yang di mata masyarakat sudah semakin jatuh martabatnya.

4)  Jatuhnya martabat lembaga peradilan itu antara lain oleh perilaku aparat peradilan yang tidak pantas dan bertentangan dengan rasa keadilan, seperti merebaknya isu mafia peradilan, merajalelanya jual beli perkara, dan kasus suap di Mahkamah Agung.

5) Alam bawah sadar masyarakat masih belum siuman benar karena beberapa hari sebelumnya terperangah oleh laporan Bank Dunia melalui Stolen Asset Recovery (StAR) Initiative atau Prakarsa Pengambilan Aset Curian yang menyebutkan mantan Presiden Soeharto, selama berkuasa, telah mencuri kekayaan negara sebesar 15 miliar-35 miliar dollar AS.

Hasil analisis  pola struktur yang benar atas kalimat di atas adalah ….

A.     Kalimat 1: S-P-Pel-K

B.     Kalimat 2: S-P-K1-K2

C.     Kalimat 3: K-S-P-O-K

D.     Kalimat 4: P-S-Pel-K

E.      Kalimat 5: S-P-K

11. Saudara-Saudari yang saya hormati. Hari ini, saya semakin yakin bahwa mestinya kita memang tak perlu terlalu banyak mengeluarkan biaya untuk bisa bertumbuh secara optimal. Mestinya masalah manusia tak sedemikian kompleks dan ruwetnya sehingga membutuhkan konsultan besar untuk bisa keluar dari kemelut persoalan yang ada.

Pada saat yang sama, kadang saya khawatir justru saat ini kita ternyata sudah teramat hebat dalam mendramatisiasi persoalan sederhana. Fakta biasa saja seringkali kita bingkai dengan kaca buram. Akibatnya, justru tampak sebagai sebuah masalah besar dan rumit. Bukankah banyak fakta yang bukan masalah? Cara pandang kitalah yang kadang membuatnya jadi masalah.

Pengalaman keseharian kita adalah narasi terbaik yang kita punya. Kita bisa belajar dari narasi diri semacam itu sebagaimana kita bisa belajar dari narasi dan kisah orang lain. Bukankah selama ini kita pernah teramat asyik membaca kisah orang-orang di luar sana? Jadi, pertama-tama kita harus mulai serius belajar tentang narasi diri. Perlahan, kita mulai mempertimbangkan langkah untuk belajar mengubah narasi itu. Bukankah kita sang pencipta narasi kehidupan itu? Kitalah yang memegang kuas untuk melukisi kanvas kehidupan pribadi kita

Kalau awalnya narasi adalah sekadar rekaman realitas lama kita, maka berikutnya narasi diharapkan mampu membantu kita dalam mencipta realitas baru. Pikiran kitalah yang menjadi awal realitas di luar sana. Narasi atau kisah atau tulisan adalah buah dari pikiran yang kita patri dan padatkan. Narasi akan membantu kita untuk mengubah realitas masa depan kehidupan kita

Dengan begitu, menulis (misalnya menulis jurnal) dapat menjadi media yang akan membantu kita merekam, mengembangkan, dan mengubah narasi hidup keseharian kita. Pada titik ini, saya jadi teringat tulisan seorang rekan dalam sebuah komunitas penulisan, yang berujar sebagai berikut:

”Buat saya, menulis juga berbanding lurus dengan perjalanan menuju tingkat kedewasaan dan kematangan tertentu. Saat ini sambil terus belajar caranya menulis dengan baik, saya pikir, saya juga belajar bertumbuh menjadi dewasa. Dan karena saya pikir proses pendewasaan diri berlangsung seumur hidup, maka bisa jadi pelajaran menulis adalah kelas terpanjang yang pernah saya ikuti.”\

~ Retnadi A.

Sejalan dengan pandangan kawan di atas, saya sendiri sejak lama mempertimbangkan aktivitas menulis sebagai salah satu jalan terbaik untuk memberdaya diri. Saya membayangkan betapa indah kalau kita mampu menuliskan apa-apa yang kita pelajari dan temukan dari perjalanan hidup di keseharian kita. Pasti ada banyak pelajaran dan hikmah dari kehidupan kita yang layak dituangkan ke dalam tulisan. Dan, tulisan-tulisan itu akan jadi narasi tentang sejauh mana kita belajar dari pengalaman.

Gagasan informasi terpenting dalam wacana di atas adalah ….

A.     Bahwa mestinya kita memang tak perlu terlalu banyak mengeluarkan biaya untuk bisa bertumbuh secara optimal.

B.     Cara pandang kitalah yang kadang membuatnya jadi masalah.

C.     Pengalaman keseharian kita adalah narasi terbaik yang kita punya.

D.     Menulis (misalnya menulis jurnal) dapat menjadi media yang akan membantu kita merekam, mengembangkan, dan mengubah narasi hidup keseharian kita.

E.      Karena saya pikir proses pendewasaan diri berlangsung seumur hidup, maka bisa jadi pelajaran menulis adalah kelas terpanjang yang pernah saya ikuti.\

12. Suadara-Saudari yang saya hormati!

Pada umumnya, berpikir dianggap sebagai sebuah tuntutan/kebutuhan. Artinya, bila keadaan mengharuskan untuk berpikir, barulah secara otomatis dan alami pikiran bekerja. Misalnya, ketika menghadapi masalah, merencanakan sesuatu, maupun ketika bekerja yang memang memerlukan pemikiran bukan pekerjaan yang monoton. Hal-hal seperti ini memang menuntut pikiran untuk bekerja. Namun bila keadaan biasa santai, tidak menuntut aktivitas berpikir, hampir pasti pikiran tidak dibekerjakan—tidak diasah agar terampil dan tajam.

Pada sisi lain, banyak yang beranggapan bahwa kemampuan berpikir—atau tepatnya keterampilan berpikir—adalah merupakan “gawan bayi” (watak bawaan). Saudara-Saudariku, ia tidak bisa diubah ke arah yang lebih baik. Usaha apa pun yang dilakukan, diprasangka akan sia-sia. Tidak banyak berarti bagi perkembangan keterampilan berpikir seseorang.

Saudara-Saudari yang terhormat! Ironisnya, keterampilan berpikir ini umumnya disejajarkan dengan tingkat pendidikan. Semakin tinggi tingkat pendidikan, semakin baik keterampilan berpikirnya. Sebaliknya, rendahnya jenjang pendidikan, diasumsi rendah pula etos pikirnya. Ironis lainnya, terampil berpikir ini disetarakan dengan terampil berbicara. Mereka yang terampil berbicara (di depan publik) dianggap pula terampil berpikir. Sedang yang kebetulan tidak pandai bicara, maka dianggaplah tidak terampil berpikir—walau ada kemungkinan sebagai pemikir yang baik. Yang lebih parah lagi,Saudara-Saudari, serangkaian mata pelajaran di sekolah maupun berbagai mata kuliah di perguruan tinggi, disepadankan sebagai sarana melatih keterampilan berpikir. Kegiatan pembelajarannya pun kemudian diasumsikan sebagai sarana melatih keterampilan berpikir pula.

Apakah memang demikian Saudara-Saudariku? Sama sekali tidak. Sekali lagi sama sekali tidak! Berpikir bukan hanya sekadar tuntutan/kebutuhan. Berpikir bisa diarahkan dan diubah menjadi sebuah keterampilan. Ya,Saudara-Saudari sekalian, keterampilan berpikir namanya. Ia seperti halnya keterampilan-keterampilan lain pada umumnya: keterampilan berenang, bernyanyi, akting, pidato, menulis buku, mengarang cerita, berjalan di atas tali, mengendarai sepeda roda satu, dan lain sebagainya. Kesemuanya butuh ”superserius” mempelajari dan mendalami agar menjadi terampil—dari peringkat sebelumnya yang sekadar bisa.

Saudara-Saudari terkasih! Keterampilan berpikir ini bisa didalami oleh siapa saja tanpa memandang usia. Keterampilan berpikir bahkan bisa dilatihkan pada anak sejak usia dini—sebagaimana yang diajarkan Edward de Bono pada anak-anak usia 10 tahun (Erlangga, 1988). Keterampilan ini bukan sifat/watak bawaan, Saudara-Saudariku! Keterampilan berpikir tidak bisa disejajarkan dengan tingkat pendidikan. Belum tentu mereka yang tinggi pendidikannya walaupun telah mengantongi berbagai gelar S3 di berbagai disiplin ilmu),  tingkat berpikirnya mesti baik. Sebab, nyatanya, tidak sedikit di antaranya yang justru memprihatinkan cara berpikirnya. Tambahan lagi, Saudara-Saudariku,  belum tentu pula anak yang usianya baru 10 tahun itu mesti belum bisa berpikir.

Salah satu contoh pikiran yang telah terampil bekerja berpikir adalah sebagaimana pengalaman muridnya de Bono yang baru berumur 10 tahun—yang kalau di Indonesia umur-umur sekian itu masih duduk di kelas 4 SD—ketika diberi pertanyaan: “Bagaimana sikap dan tanggapan Anda bila para murid yang sedang belajar di sekolah itu digaji?” Pikiran terampilnya telah bisa mengapresiasi dengan “sempurna”. Di antara hasil pemikirannya: “Sekolah itu -mencari ilmu agar pandai, cerdas, dan cakap- adalah butuhnya si murid, tidak sepantasnya bila ia mendapat gaji. Justru yang layak mendapat gaji adalah pengajarnya. Sebab merekalah yang telah bekerja keras, bersusah payah mendidik dan mencerdaskan para murid.”

………………………………………………………

Secara kontekstual, taggapan terhadap cara penyampaian naskah pidato di atas adalah …

A.     Gaya penampilan penyampaian naskah pidato di atas berfsifat provokatif, dan cenderung hiperbolis.

B.      Penyampaian naskah pidato di atas secara kontekstual bersifat repetitif terhadap audiens, meski bernuansa persuasif.

C.     Bila penyapaian nasah pidato di atas diformulasikan ala Surya Paloh tentu akan memebri dampak positif terhadap tujuan penyampaian naskah pidato.

D.     Membaca naskah pidato tentulah amat kondisional, disesuaikan dengan kontekstual audiens, situasi, tempat, dan sarana.

E.      Pembacaan naskah pidato di atas sebenarnya tidaklah perlu emnghawatikan seorang orator, bergantung bagaimana narator menata semua konstituen yang ada demi tercapainya tujuan.

13. Dengan Hormat,

 

            Dalam rangka memperingati Hari Pahlawan, 10 November 2007, OSIS SMA Xaverius 1 bermaksud menyelenggarakan Diskusi Panel. Adapun penyelenggaraan kegiatan tersebut kami rencanakan pada:

 

            hari                   : Sabtu;

            tanggal              : 10 November 2007;

            waktu               : pukul 08.00 s.d. selesai;

            tempat              : Gedung Serbaguna Sriwijaya, Palembang.

 

      Untuk itu, kami mohon izin agar dapat menggunakan tempat tersebut pada waktunya.

      ………………….

 

      Kalimat yang tepat untuk menyambungi surat dinas di atas adalah ….

  1. Demikian surat permohonan ini kami sampaikan dengan harapan mendapat perhatian dari Bapak.
  2. Demikian surat permohonan ini kami sampaikan, semoga Bapak menjadi maklum.
  3. Kami menaruh harapan besar pada Bapak agar surat permohonan ini dikabulkan.
  4. Atas perhatian Bapak, kami ucapkan terima kasih karena telah memperhatikan permohonan kami.
  5. Atas perhatiannya, kami ucapkan terima kasih karena harapan kami diterima.

 

 

14.                                        

(1)    Palembang, 29 November 2007.

 

(2)    Lampiran          : Satu berkas

(3)    Perihal              : Permohonan menjadi Analis

 

(4)    Yth: Manajer SDM

(5)            PT. Bakti Persada

PO Box  1210

Palembang

 

(6)    Dengan Hormat,

 

      (7)          Sesuai dengan iklan lowongan pekerjaan yang ada, mungkin membutuhkan tenaga  Analis. Oleh karena itu, saya ….

 

 

 

Kesalahan ejaan terdapat pada nomor …

  1. 1, 2, 3, 5
  2. 1, 4, 5, 6
  3. 2, 3, 6, 7
  4. 2, 4, 5, 6
  5. 3, 5, 6, 7

 

 

15.   Bagian pembuka surat lamaran pekerjaan berdasarkan iklan yang tepat adalah ….

  1. Dengan adanya iklan lowongan pekerjaan yang dimuat dalam Kompas, CV Rajawali membutuhkan enam karyawan bidang pemasaran ….
  2. Dengan adanya iklan lowongan pekerjaan yang dimuat di harian Kompas, tanggal 5 November 2007, CV Rajawali membutuhkan enam karyawan bidang pemasaran ….
  3. Berdasarkan iklan lowongan pekerjaan yang dimuat di harian Kompas, tanggal 5 November 2007, CV Rajawali membutuhkan enam karyawan bidang pemasaran, ….
  4. Berdasarkan iklan lowongan pekerjaan yang dimuat di harian Kompas, CV Rajawali membutuhkan enam orang karyawan ….
  5. Berdasarkan iklan lowongan pekerjaan tanggal 5 November 2007, CV Rajawali membutuhkan enam karyawan ….

 

16.   Secara umum diskusi berjalan dengan lancar. Para peserta mengikuti diskusi yang berlangsung selama empat jam dengan antusias. Banyak pertanyaan yang diajukan kepada panelis. Jika melihat jalannya diskusi, tampaknya para peserta sangat tertarik dengan tema diskusi.

 

Paragraf di atas merupakan bagian laporan hasil diskusi berupa ….

  1. pendahuluan
  2. nama kegiatan
  3. waktu kegiatan
  4. uraian jalannya diskusi
  5. bagian penutup laporan dikusi

 

17.  Pada saat sekarang, masih banyak terdapat keluarga miskin. Keluarga miskin ini paling banyak terdapat di pedesaan.  Keadaan seperti ini erat hubungannnya dengan pendidikan. Makin rendahnya pendidikan, makin rendah pula perekonomiannya. Dari data Biro Pusat Statistik menunjukkan bahwa 72 % dari rumah tangga miskin di pedesaan dipimpin oleh kepada keluarga yang hanya berpendidikan SD.

 

Dari hasil laporan ini dapat diketahui bahwa kemiskinan erat kaitannya dengan ….

  1. jumlah penduduk miskin
  2. rendahnya pendidikan
  3. sifat malas penduduk
  4. sarana sekolah tidak memadai
  5. pembangunan tidak merata

 

18.   Dalam sebuah diskusi penyaji menyatakan bahwa sudah saatnya Indonesia mencontoh keberhasilan Brasil dalam penggunaan energi alternatif.

 

Tanggapan santun terhadap pernyataan penyaji adalah ….

  1. Saya kagum dengan pernyataan Saudara. Saudara memang hebat, tetapi masih terlalu dini jika kita harus mencontoh Brasil.
  2. Saya setuju dengan pendapat Saudara bahwa kita harus segera mengembangkan energi alernatif seperti Brasil. Akan tetapi, kurang bijak bila kita disamakan dengan Brasil.
  3. Saya sependapat dengan pernyataan Saudara penyaji. Memang sudah waktunya kita mengembangkan penggunaan energi alternatif. Negara kita kaya akan sumber daya alam. Tentu kita akan berhasil seperti Brasil.
  4. Saya setuju bahwa sudah saatnya negara kita mengembangkan penggunaan energi alternatif. Sayang, dalam pernyataan Saudara tidak diuraikan tingkat keberhasilan Basil. Jangan-jangan Saudara hanya mengada-ada.
  5. Saya rasa penyaji terlalu gegabah atas pernyataannya. Masak, negara kita mencontoh Brasil dalam mengembangan energi alternatif.

 

19.  Buku ini memberikan argumentasi yang masuk akal tentang berbagai perkembangan di dalam TI yang tidak mengarah kepada pertumbuhan tetapi bahkan penurunan. Ini berbeda dengan anggapan yang berlaku hinga saat ini, bahwa TI akan membawa keunggulan kompetitif bagi perusahaan yang mengadaptasinya. Bagi operasional perusahaan, TI tetaplah merupakan faktor yang penting, tetapi kita harus berati-hati dalam mengimplementasikannya. Pemaparan bahasa dalam buku ini ditulis dengan bahasa yang kompleks dan terstruktur dalam kaidah tata bahasa Inggris yang sangat fasih. Dengan demikian, pembaca dapat menerjemahkan dan menyimpulkannya dengan mudah.

 

Penggalan resensi ini termasuk unsur …

  1. latar belakang
  2. ringkasan buku
  3. kesimpulan buku
  4. kelemahan buku
  5. keunggulan buku

 

20.   Tujuan resensi buku fiksi adalah ….

  1. memberikan gambaran kepada pembaca perihal harga buku
  2. memberikan penjelasan pentingnya membaca sebuah buku
  3. menyampaikan penjelasan kepada pembaca tentang keunggulan dan kelemahan buku
  4. menyampaikan informasi kepada pembaca tentang kualitas dan kuantitas buku
  5. menginformasikan kepada pembaca secara objektif keunggulan buku, manfaatnya, dan jumlah halaman.

 

21.  Untuk mendorong agar daerah atau sekolah termotivasi menjalankan pendidikan lingkungan hidup, perlu dikembangkan sistem pemberian award kepada daerah atau sekolah, peserta didik dan guru atau masyarakat yang terlibat dalam pendidikan lingkungan hidup.

 

Kalimat saran yang sesuai dengan pernyataan ini adalah ….

A.     Sebaiknya aparat pemerintah daerah membantu cara memperoleh dana untuk pelaksanaan pendidikan lingkungan hidup

B.     Pendidikan lingkungan hidup perlu diperluas, dijaga kualitas pelaksanaannya agar mendapat award.

C.     Pendidikan lingkungan hidup sudah waktunya disosialisasikan agar masyarakat turut membantu pelaksanaannya.

D.     Pendidikan lingkungan hidup perlu mendapat perhatian sepenuhnya dari pemerintah termasuk dananya.

E.      Hendaknya kepala sekolah mengusulkan pendidikan lingkungan hidup masuk dalam program kegiatan sekolah.

 

22.  Langit bagai berdetak, bintang-bintangnya meneteskan gerimis air matanya. Malam yang dingin mengajak bulan keluar dari lubuk kegelapan. Musim-musim harapan sedang merekah di pucuk-pucuk daun. Harum kembang-kembangnya. Sebentar lagi fajar pun tiba membuka alam bagi Rama dan Sinta serta Laksamana untk melangkah dalam cerita di hutan belantara. ….

 

Di sungai yang bening, airnya berderai menyibak akar-akar pohon yang menjulur di dalamnya. Sinta mandi di sungai yang indah ini. Tubuhnya yang cantik menyelam dalam kedinginannya. Sang surya kasihan melihatnya dan mengirimkan cahayanya yang hangat menerobos celah-celah dedaunan pohon-pohon rimba.

                                                                                                      (Kitab Nukilan Novel)

 

Majas yang dominan terdapat dalam penggalan novel ini adalah ….

A. hiperbola     B. Klimaks    C. metafora       D. simile(perumpamaan)     E. personifikasi

 

23.  Satilawati    :  (merasa kasihan) Maafkanlah segala perkataanku yang kemarin itu, Kartili.   Jangan dimasukkan ke dalam hati!

Kartili         : (tersenyum) Tentu tidak, Satilawati. Aku mengerti keadaan kemarin itu. Sekarang aku memuji kesetiaanmu terhadap Isha. Sungguhpun telah engkau ketahui bahwa ia ….

Satlawati     : Gila, ya. Akan tetapi ada sesuatu, suara halusku mengatakan bahwa  ia akan baik lagi. Baik untuk selamanya.

Kartili         :  Itu yang kuhargakan tinggi, Satilawati. Kepercayaanku kepada diri sendiri.

Satilawati    : Dan, biarpun ia tidak baik kembali, aku tidak juga dapat mengingatkan diriku kepada orang lain.

                                                                                    (Kejahatan Membalas Dendam, Idrus)

 

 

      Watak Satilawati dalam penggalan dialog ini adalah ….

A.     percaya diri, penuh keyakinan, setia

B.     baik hati, belas kasihan, egois

C.     keras kepala, percaya diri, baik sekali

D.     pemarah, setia, cepat tersinggung

E.      egois, percaya diri, baik hati

 

24.  Hitam-itam kereta api

Biar hitam banyak cewek antri

 

Kalau ada jarum yang patah

Jangan dimasukkan ke dalam peti

Kalau ada ucapan yang  salah

Jangan diresapkan ke dalam hati

 

Persamaan puisi ini adalah ….

  1. Mempunyai rima silang
  2. Jmlah baris dan bait
  3. Mempunyai sampiran dan isi
  4. Jumlah baris sampirannya
  5. Merupakan gurauan

 

25.  Doa

 

Tuhan. Beri aku kekuatan

Menguasai diri sendiri, kesunyian

Dan keserakahan. Beri aku petunjuk selalu

Untuk memilih jalan-Mu, keridoan-Mu, Amin.

 

                                          (dari Jeram)

 

Amanat yang tidak sesuai dengan puisi ini adalah ….

  1. Manusia hendaknya senantiasa mengharapkan rido Tuhan
  2. Manusia hendaknya selalu memohon agar bisa mengalahkan apa saja.
  3. Manusia harus selalu mohon petunjuk kepada Tuhan agar diberi jalan yang benar
  4. Manusia hendaknya mendekatkan diri kepada Yang Maha Esa
  5. Manusia hendaknya senantiasa berdoa kepada Yang Maha Pemurah

 

26.  Jika anak tidak dilatih

Setelah besar bapaknya letih

 

Kalau banyak berkata-kata

Di situ jalan masuknya dusta

 

Mengumpat dan memuji hendaklah pikir

Di situlah banyak orang yang tergelincir

 

Ketiga bait di atas termasuk jenis …., isinya ….

  1. pantun, curahan kalbu
  2. distikon, masyarakat sentris
  3. pemeo, kata bijak
  4. gurindam, nasihat
  5. karmina, gurauan

 

27.  TERATAI

Kepada Ki Hadjar Dewantara

 

Dalam kebun di tanah airku,

Tumbuh sekuntum bunga teratai,

Tersembunyi kembang indah permai,

Tidak terlihat orang yang lalu.

 

Akarnya tumbuh di hati dunia,

Daun berseri laksmi mengarang

Biarpun ia diabaikan orang,

Seroja kembang gemilang mulia.

 

Teruslah, o teratai bahagia,

Berseri di kebun Indonesia,

Biar sedikit penjaga taman.

 

Biarpun engkau tidak dilihat,

Biarpun engkau tidak diminat,

Engkau pun turut menjaga zaman.

 

Puisi ini menjadi indah karena mempunyai persamaan bunyi. Rumus persamaan bunyinya adalah ….

  1. abba-cddc-cce-cce
  2. abba-abba-cdc-dcd
  3. abab-abab-cdcd-ef
  4. abab-cdcd-cca-ffe
  5. abba-cddc-cce-ffe

 

28.  Potret Tukang Sampah

Karya Eka Budianta

 

Dengan perut lapar dan harapan kosong

Aku menelanmu, Jakarta

Kukunyah-kunyah sebuah mikrolet tua

Onggokan sampah telah jadi menu utamaku\

Roda gerobak adalah sendok dan garpu

 

Tuhan, jangan beri aku uang

Baunya lebih kecut ketimbang sampahku

Mendingan di bayang-bayang pohon mangga

Aku menyiapkan cerita untuk anak cucu

Untukmu, Jakarta

Untuk pengemudi bajaj, penyalur genteng

Dan pedagang kaki lima

 

Jakarta, seribu tahun genap sudah

Engkau compang-camping luka-luka

Tangis bayi dan jerit wanita di mana-mana

Biarnglala di atas perkampungan

Bikin cerita dalam perut lapar

 

Dilihat bait dan jumlah barisnya, puisi baru ini tergolong ….

A. dua quatrain + satu septima

B. dua quint + satu oktaf

C. dua quatrain + dua tersina

D. dua tersina+ satu oktaf

E. dua quint+ satu septima

 

29.  Senja di Pelabuhan Kecil

Buat Sri Ayati

                  Karya Chairil Anwar

Ini kali tidak ada yang mencari cinta

Di antara gudang, rumah tua, pada cerita

Tiang serta temali, kapal, perahu tiada berlaut

Mengebus diri dalam mempercaya mau berpaut

 

………………………………………………..

 

Tiada lagii. Aku sendiri. Berjalan

Menyisir semenanjung, masih pengap harap

Sekali tiba di ujung dan sekalian selamat jalan

Dari pantai keempat, sedu penghabisan bisa terdekap.

 

Makna tersirat puisi ini adalah ….

  1. Seseorang kesepian duduk di pantai akibat berpisah
  2. Seseorang kesepian dan tidak mau bercinta
  3. Seseorang merasa sedih dan kesepian akibat berpisah
  4. Seseorang merasa pasrah dan sepi
  5. Seseorang merasa pengab dan pasrah

 

30.  Rocky mendengus dan melompat turun “Sial kau!”  gerutunya lalu berjongkok di belakang sahabatnya. Ia mengikuti Yudho merangkan masuk. Yudho dan Rocki berdiri menyusuri bagian pekarangan yang paling terlindungi oleh bayang-bayang gedung.

(Area X)

Sudut pandang yang dipakai dalam penggalan novel ini adalah ….

  1. orang pertama pelaku pembantu
  2. orang pertama pelaku utama
  3. orang ketiga pelaku pembantu
  4. orang ketiga pelaku utama
  5. orang pertama dan ketiga

31. Perhatikan penggalan puisi berikut!

 

Di Acehlah berguguran perwira-perwira tinggi dan empat jenderal Belanda

melampaui yang tewas di seluruh bagian perang lain di Nusantara

sepanjang tiga abad lebih!

     

      Tetapi meskipun rakyat Serambi Mekah tak pernah kalah

      Meskipun La Tenritatta ternyata hanya bertuan pada dirinya sendiri

      Samudra Nusantara sudah dikuasai Kumpeni

 

Maksud bait pertama penggalan puisi di atas adalah ….

A. di Aceh terjadi perang antara rakyat melawan Belanda selama tiga abad lebih

B. dibandingkan dengan para perwiranya,  jenderal Belanda banyak gugur selama   perang di Aceh

C. pasukan Belanda tak pernah kalah dalam perang di Aceh

D. perlawanan rakyat Aceh mampu tak mampu mengusir pasukan Belanda

E. dibandingkan dengan daerah lain di Indonesia, para perwira dan jenderal Belanda yang gugur di Aceh lebih banyak

       

32. Pahami penggalan puisi berikut!

                 

      Si anak berucap,

      “Oh, betapa laparnya perutku.”

      Si nyonya berkata,

      “Oh, betapa baunya tempat ini.”

     

Perbedaan penghayatan pembacaan puisi di atas terletak pada ….

A. Si anak diucapkan dengan sedih, si nyonya dengan gembira

B. Si anak diucapkan dengan teriak, si nyonya dengan gumam

C. Si anak dengan sedih, si nyonya dengan sinis

D. Si anak dengan memelas, si nyonya dengan memegang hidung

E. Si anak dengan memegang perut, si nyonya dengan menutup mata

 

33  Teman-temanku bermacam-macam, mulai dari yang selalu khusyuk berdoa sampai yang selalu nge-fly di diskotek-diskotek. Khusus untuk yang terakhir, kuanggap teman hanya karena kami satu sekolahan. Tapi, mereka semua punya satu kesamaan yang tidak punyai: mereka sering atau selalu bepergian bareng-bareng dengan geng masing-masing dengan pacarnya masing-masing.

     

Watak tokoh aku yang sesuai adalah ….

A. Lebih mementingkan kebersamaan dengan sesama teman sekolah.

B. Sering ke diskotik untuk mencari hiburan

C. Selalu khusyuk berdoa

D. Lebih suka menyendiri 

E. Mudah terpengaruh sikap teman-temannya

 

34. “Kak, Beliin es klim! Saya pengin es klim.” Aku sama sekali tidak mengenal bocah ini, tapi kok berani-beraninya dia menyapaku dan meminta es krim dari tanganku. Lalu dari beberapa langkah di belakangnya terdengar suara memanggil, “Yudhi! Ngapain kamu di situ?”

Ternyata dia adalah saudara anak kecil yang tadi, mungkin kakaknya, dan mereka sedang berjalan ke tempatku. Langsung saja aku meminta satu es krim lagi untuknya. Kemudian aku kembali mencari gadis tadi dan meninggalkan anak itu sebelum ibunya sampai. Aku berjalan menuju arah pintu gerbang. Dan kulihat dia di sisi jalan yang lain. Tapi, terlambat untukku mengejarnya karena ketika itu parade drum band sudah dimulai. Aku terus memperhatikan ke arah mana ia berjalan, untungnya ia juga tertarik menyaksikan parade itu di sisi lain dari jalan.

 

Berdasarkan penggalan di atas, tempat kejadian peristiwa berada di ….

A.   tempat rekreasi Kebun Raya Bogor

B.   pinggir jalan raya

C.   halaman sekolah

D.   pusat perbelanjaan

E.    balai kota

 

35         Riantiarno adalah seniman, aktor, penulis, wartawan, dan juga sutradara. Dalam bukunya ini, ia merangkum delapan belas cerita pendek dan satu buah novelet. Cerita dibuka dengan ledakan emosi dan psikologi seorang wanita setelah ditinggal pergi mantan kekasihnya yang menikah dengan sahabatnya sendiri.

         

Kutipan penggalan resensi kumpulan cerpen di atas menunjukkan ….

  1. Identitas buku
  2. Latar belakang penulisan
  3. Tujuan penulisan buku
  4. Gambaran umum isi buku
  5. Ungkapan kualitas buku

 

36.        Secara keseluruhan, buku ini mengungkapkan perspektif baru atas ketokohan  Abdullah Munsyi. Hal yang patut dicatat adalah cara Sweney dalam menyampaikan argumen Terkadang uraiannya berkelak-kelok, sambil menyikut kiri-kanan, dan menabrak apa pun yang tidak disetujuinya. Dengan cara ini, kesan angker sebagai karya ilmiah cair seketika. Ia sengaja menggunakan bahasa yang renyah dan enak dibaca.

 

       Penggalan resensi di atas menunjukkan ….

       A.  Latar belakang penulisan

       B.  Gambaran umum isi buku

       C. Identitas buku

       D. Tujuan penulisan

       E. Keunggulan buku   

 

37.  Keluar dari rumah ketua RT, Ujo merasa dirinya bukan lagi Ujo. Wajahnya bingar. Senyumnya sesekali mengubah bentuk bibirnya yang berhiascokop di kedua ujungnya. Semua orang yang dijumpainya berubah menjadi liliput: kecil bukan main. Pepohonan menjadi kerdil dan merunduk. Angin didengarnya bersenandung tembang “Kemesraan.”Ujo telah dilambungkan dari kelas terbawah ke panggung kehidupan.

 

Kutipan cerita pendek di atas mengisahkan ….

A. Ujo sekarang sudah menjadi ketua RT yang baru.

B. Ujo sudah lupa dengan dirinya sendiri.

C. Ujo mendadak dirinya telah menjadi orang besar.

D. Ujo merasa dirinya dikagumi oleh banyak orang.

E. Ujo merasa bahwa dirinyalah penguasa di kampungnya.

 

38. Beri daku dongeng-dongeng. Mata rantai evolusi

Beri daku dongeng-dongeng. Nafas jalan damai

Sebab dongeng, Saudaraku, adalah awal metamorfosis

Ribuan tahun sebelum keyakinan dan cinta menjelma sehari-hari

     

      Pernyataan yang sesuai dengan tema penggalan puisi di atas adalah ….

A. Sejarah perlu kita pelajari untuk mengetahui perkembangan peradaban Manusia

B. Dongeng tidak berkaitan dengan kehidupan nyata di masyarakat

C. Cinta mempunyai liku-liku yang tak mudah dipahami manusia

D. Dongeng digemari masyarakat sampai sekarang

E. Tak mudah untuk mencapai prestasi yang diharapkan manusia

 

39. Kupandangi obat-obatan yang masih bertebaran di lantai, pecahan gelas, dan pakaian yang berhamburan dari dalam lemari. Kepalaku pening, tenggorokan panas, sepanas hati  yang mendidih bak kawah candradimuka. Kabar itu begitu menghentakkan, dan sulit kuterima. Suamiku, Mas Fadhillah yang begitu kupercaya dan kubanggakan cinta dan kesetiaannya, tak lebih hanya musang  berbulu domba. Di depanku manisnya dia, tapi di belakangku ia menyimpan “bisa” yang mampu memorakporandakan hatiku.

 

Konflik yang dialami tokoh aku adalah ….

A. Penyakit yang diderita tokoh tidak dapat disembuhkan

B. Adanya keretakan dalam rumah tangga

C. Kesetiaan seorang istri dipertanyakan oleh suaminya

D. Keterbatasan manusia dalam menghadapi cobaan hidup

E. Kesabaran ada batasnya

 

40. Air mataku kembali menetes, tapi bukan air mata cemburu atau amarah, melainkan mata rasa syukur dan kebahagiaan

 

Cara mengakhiri cerita pendek di atas dapat ditafsirkan sebagai sikap ….

A.     Menangis karena bahagia

B.     Air mata sebagai simbol beban hidup

C.     Kebahagiaan lebih penting daripada penderitaan

D.     Tetap optimis dalam menjalani hidup

E.      Tak ada gunanya mengenang masa lalu yang pahit

 

II   Esai

41. Menulis bukanlah hal yang sulit dilakukan. Menulis bisa dilakukan oleh setiap orang, tanpa mengenal tingkat pendidikan, jabatan, rentang usia, atau strata sosial. Menulis bisa dilakukan oleh siapa saja dan kapan saja. Menulis juga tidak memerlukan banyak biaya karena yang dibutuhkan hanyalah kemauan dan keseriusan untuk memulai serta berlatih. Jadi, siapa pun bisa menulis asal mau dan rajin berlatih. Nah, berikut adalah beberapa cara praktis berlatih menulis.

Mulailah menulis dari sekarang. Tidak perlu memikirkan tema-tema besar terlebih dahulu. Karena sekali lagi, ini adalah salah satu proses belajar yang tidak dapat dikuasai dalam sekejap. Menulislah dengan sepenuh hati. Jangan ragu memulai menuliskan kejadian-kejadian yang baru kita alami. Bandingkan pengalaman yang baru saja dialami dengan hasil tulisan; apakah tulisan ini sudah bisa menyampaikan sebagian besar maksud atau perasaan yang ingin disampaikan? Jika belum, teruslah mencoba, mencari beberapa alur atau kosa kata yang spesifik dengan peristiwa terkait. Dalam latihan menulis, kejadian-kejadian keseharian merupakan salah satu tema yang mudah ditulis. Menulis diari adalah contoh yang bagus dalam proses belajar menulis.

Sediakan waktu minimal 30 menit setiap harinya untuk merefleksikan kejadian/ide yang ingin dituangkan dalam bentuk tulisan. Tumbuhkanlah motivasi dan semangat pantang menyerah untuk terus belajar dan belajar. Karena, sebrilian apa pun ide, cerita, atau artikel yang kita pikirkan, mereka tetap akan tersimpan dalam memori—atau bahkan terlupakan—jika kita memutuskan menyerah untuk menuliskannya. Semakin sering kita berlatih, semakin banyak pula kosa kata yang kita kuasai. Dan, ini akan membuat tulisan kita punya ciri khas (spesifikasi) tersendiri. Minat yang ingin kita tekuni—entah jadi penulis buku motivasi, novel, skenario, cerpen, dll—akan semakin kelihatan.

Jika mengalami kesulitan dalam menuliskan alur cerita atau artikel, maka buatlah kerangka tulisan. Ini merupakan jembatan untuk mentransformasikan ide dalam bentuk tulisan. Kerangka tulisan tidak harus kaku atau tidak bisa diubah sama sekali. Kerangka tulisan harus bisa dikembangkan, sejalan dengan ide-ide baru yang mungkin muncul. Atau, mungkin juga berbagai data yang nantinya dapat dikaitkan dengan tulisan kita. Fungsi kerangka tulisan memang untuk memudahkan kita dalam menulis. Saat menulis, kita tidak perlu memikirkan masalah editing terlebih dahulu. Keterampilan editing akan dikuasai sering semakin meningkatnya intensitas penulisan. Yang terpenting, pembaca mampu memahami maksud tulisan kita

Seraplah wawasan dan pengetahuan sebanyak mungkin. Ini akan sangat berguna sebagai referensi atau gudang ide dalam proses menulis. Menonton siaran berita di televisi, baca berita di koran dan majalah, baca berbagai jenis buku pengetahuan, dan browsing informasi terbaru di internet, semuanya sangat berguna bagi proses belajar kita. Kirimkan artikel, opini, cerpen, novel, atau berbagai bentuk tulisan lainnya ke media-media. Kita tidak akan pernah tahu kualitas tulisan yang kita buat bila tidak pernah berinisiatif mengirimkannya ke media massa. Ketika mengirimkan tulisan, jangan pernah takut mengalami penolakan. Sebab, penulis yang berhasil bukanlah mereka yang tidak pernah gagal sama sekali. Penulis yang berhasil adalah mereka yang terus belajar dari kesalahan atau kekurangan yang dibuat, dan kemudian mengambil langkah-langkah perbaikan.

Eksiskan jiwa muda Anda dengan menulis. Jadikan aktivitas menulis sebagai sarana pengembangan diri. Sebab, mengembangkan diri tidaklah selalu berarti mencari sesuatu yang baru dari luar diri kita. Mengembangkan diri juga bisa dimulai dengan mengembangkan potensi yang ada dalam diri setiap orang. Menulis merupakan potensi yang ada dalam setiap orang. Karena, pada dasarnya setiap orang mampu punya banyak ide berharga dan punya kemampuan menulis, sekecil apa pun itu. Jadi, berapa pun usia Anda sekarang—terlebih lagi jika masih berusia muda—kembangkan potensi tersebut dan teruslah berlatih menulis. Siapa tahu, dengan menulis kita bisa menginspirasi orang lain untuk maju dan berkembang. Ingat, semangat jiwa muda akan selalu ada bukan karena hitungan usia. Namun, jiwa muda akan senantiasa bergelora karena ide-ide kita yang mengandung semangat untuk selalu eksis dan berkembang.

Tulislah ide-ide pokok artikel di atas dengan tepat dan benar! (SKOR : 5)

42. Buatlah tanggapan terhadap naskah berikut! (SKOR : 10)

 

Pilkada: Masalah dan prospek

Dalam UU No. 32/2004, hal penyelenggara Pilkada menjadi bagian dari kontroversi. KPUD dipandang mudah dikemudikan oleh DPRD. Selain itu, persyaratan partai politik mengajukan calon (partai dengan 15% kursi di DPRD) juga dipandang problematik. Judicial review yang diajukan oleh beberapa LSM diluluskan oleh Mahkamah Konstitutsi.  Paska judicial review, Depdagri mengadakan konsolidasi dengan KPUD terutama dalam mengisi lubang-lubang yang ada di UU No. 32/2004. Salah satu adalah jika terjadi keperluan untuk menunda karena bencana atau hal lain. Dikeluarkannya perpu yang disempurnakan digunakan untuk mengisi kekosongan tersebut. Kemandirian KPUD ternyata tidak membawa kepastian maupun jaminan akan lancarnya proses Pilkada. Permasalahannya ada 3 hal setidaknya: 1) Waktu pendaftaran calon diganggu oleh masalah konflik internal partai; 2) Fanatisme pendukung partai politik yang kandidatnya tidak lulus verifikasi ataupun tidak memenangkan pilkada; dan 3) Tidak profesionalnya KPUD yang berdampak pada proses Pilkada setelah calon-calon tersebut terpilih.

Selain itu supervisi KPU tidak bisa optimal mengingat masalah internal KPU di pusat berkaitan dengan kasus korupsi. Rata-rata partisipasi masyarakat sejauh ini adalah sekitar 73% (terendah sekitar 49,64% dan tertinggi melebihi 99,79%) di 173 daerah. Jumlah relatif lebih kecil di daerah perkotaan. Permasalahan gugatan hasil Pilkada di Mahkamah Agung dan Pengadilan Tinggi. Hampir setengahnya, 53 daerah, mengajukan gugatan. Proses sudah berjalan dan saat ini masih tersisa sekitar 10 wilayah. Provinsi Bengkulu dan 6 kabupaten harus melaksanakan putaran kedua karena tidak mencapai batas minimum pemenang Pillakada dalam satu putaran. Solusi jangka pendek adalah perlunya menyelesaikan permasalahan hukum seputar pengangkatan kepala daerah. Masalah di Aceh paska MoU Helskinki juga menjadi prioritas. Untuk jangka menengah adalah mengevaluasi DIM dan pelaksanaan Pilkada di daerah-daerah yang memiliki otonomi khusus di Aceh dan Papua. Untuk jangka panjang, perlu direvisi UU No. 32/2004 sambil menyiapkan dasar-dasar untuk UU Pilkada.

Persoalan peraturan yang datangnya terlambat setelah anggaran sudah ditetapkan. Permen Depdagri mengatur mata-mata anggaran yang berbeda dengan pengaturan anggaran di daerah. Jika memang niatannya memberikan otonomi yang lebih luas untuk daerah, harusnya PerMen Depdagri seperti itu tidak muncul. Larangan pegawai negeri menjadi anggota KPUD juga menjadi salah satu contoh yang membawa implikasi. Padahal menurut PP, pegawai negeri adalah elemen netral, jadi harusnya tidak usah dilarang. Masalah pendaftaran pemilih terkait dengan masalah kepastian hukum karena tidak menggunakan data pemilih yang terakhir — Pemilihan Presiden tahap ke-2 bulan September 2004. Data yang diserahkan oleh pemerintah daerah adalah data Pemilu Legislatif yang sebenarnya tidak secanggih yang dimiliki KPUD. Sempitnya waktu juga menjadi kendala. Sikap KPUD yang mau menerima dan memperbaiki menjadi sulit dilaksanakan karena keterbatasan waktu. Masalah anggaran terkait juga dengan waktu. Jika Pilkada Juni 2005 bisa diundur, setidaknya 4 minggu, akan lebih meringankan kerja KPUD sehingga pelaksanaan Pilkada bisa relatif lebih lancar. Sehingga dana yang terlambat turun itu bisa diantisipasi. Persiapan pendaftara pemilih juga bisa dilaksanakan dengan lebih baik lagi. Peluang untuk memundurkan Pilkada tidak tercapai dan penjelasan mengapa tidak bisa diundur tidak pernah begitu jelas. Yang penting adalah bagaimana pelaksanaan Pilada didukung oleh pemerintah, peraturan perundang-undangan dan seluruh masyarakat.

Masalah sengketa sebagai ramifikasi yang tak terhindarkan akibat persoalan di atas dan ditambah dengan kecenderungan pihak-pihak yang mencari keuntungan dalam konflik. Pengaturan, perencanaan dan pelaksanaan proses Pilkada menjadi titik penting untuk hasil Pilkada yang baik. Pengawasan harus juga menjadi faktor penting. Lembaga pengawas yang dibentuk secara terlambat mengakibatkan mereka sulit menjalankan tugas dengan baik. Karena Pengawas dibentuk oleh DPRD, di beberapa tempat dipandang partisan karena membawa kepentingan penguasa. Ke depan, harus ada solusi yang lebih baik dalam arti ke mana Panwas bisa diarahkan. Berkaca dari Pemilu 2004, Panwas berusaha menjadi independen tapi tidak berhasil karena ia didirikan oleh KPU, dananya dialokasikan oleh KPU dan harus bertanggunjawab kepada KPU. Hal ini menyebabkan kemandirian Panwas menjadi terkompromikan. Anggota KPU dan KPUD tidak boleh berafiliasi dengan partai politik maupun pemerintah untuk menjamin kemandirian. Proses rekrutmen anggota KPU dan Panwas menjadi penting. Integritas dan tingkat kerentanan terhadap korupsi harus menjadi indikator utama.

Aturan Pilkada yang terpisah dari aturan Pemerintah Daerah adalah ide yang baik. Jangka panjangnya, aturannya harus disatukan dengan aturan pemilihan lainnya. Mahkamah Konstitusi memutuskan bahwa saat ini, mengingat pemerintah sudah berpandangan mengenai KPUD, makan Pilkada saat ini diatur oleh KPUD. Tapi di masa yang akan datang, seyogyanya KPU yang bertanggung jawab dalam proses pilkada.

Sumber: Centre for Strategic and International Studies

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

43. Sebutkan unsur-unsur surat lamaran pekerjaan pada format berikut! (SKOR : 5)

 

                                                                                          a. ………………………

Lampiran: …………….

………………………..

 

b. ……………………

  

 

c. ……………………

 

……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………

 d.

……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………

         

          ………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………

 

 

                           …………………………                                                                     

                                                                        e. …………………………

 

                                                                                                          ………………………….

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1.  
  • Tahapan alur
  •  

                                                                          

       Cara menjawab :

          a. ……                          b. ….                c. ….                d. …                 e. …..

           

    44. Perhatikan gambar tahap alur berikut!

    D

     

                                                                   

    C

               

    E

     

                                                

    B

     

     

     F

                                                                                     

    A

                                   

     

     

                                                                                         

                       

     

     

    Tulislah tahapan alur berikutnya! (SKOR : 5)

     

    1.  
      1. tahapan pengenalan
      2. ………………………………..
      3. ………………………………..
      4. ………………………………..
      5. ………………………………..
      6. ………………………………..

     

     

    45..Di terowongan yang agak gelap kalian bertemu dengan makhluk aneh seperti kucing.Bermata tajam, berkuku panjang, dan berbulu emas. Kucing itu mau menyerangmu. Apa yang akan kalian lakukan? Berteriak atau melawan dan kalian hadapi dengan ketakutan. Terus berjuanglah untuk menang. Gunakan otak kalian!

     

    Berdasarkan ilustrasi di atas, buatlah paragraf naratif yang menunjukkan konflik tokoh dengan makhluk aneh tersebut! (SKOR : 5)

     

    III. Mengarang

     

    Buatlah karangan persuasi dengan format yang benar, sistematis, dan proporsional dengan mengembangkan salah satu topik pilihan berikut! (skor=10)

    1. Menyikapi Visi Sekolah Bertaraf Internasional
    2. Manfaat Mengikuti Expo Perguruan Tinggi bagi Siswa SMA
    3. Etika Siswa dalam Pergaulan di Lingkungan Sekolah

     

          Ketentuan:

    a.         panjang karangan ± 200 – 250 kata       

    b.         minimal terdiri atas tiga paragraf

    c.         buatlah judul yang sesuai

    d.         gunakan EYD, diksi, kalimat dan paragraf secara efektif.

     

     

    Selamat Mengerjakan!

     

     

     

     

    Tinggalkan Balasan

    Please log in using one of these methods to post your comment:

    Logo WordPress.com

    You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

    Gambar Twitter

    You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

    Foto Facebook

    You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

    Foto Google+

    You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

    Connecting to %s


    %d blogger menyukai ini: