BANK SOAL

November 7, 2008

Bahasa Indonesia XII

Oktober 20, 2008

KODE  : XII IPA/IPS –001

 

 

 

 

 

 

 

EBS GASAL – 2007/2008

 

SEKOLAH MENENGAH ATAS XAVERIUS 1

TERAKREDITASI : A (AMAT BAIK)

Jalan Bangau 60/1258, Telp. 358005  Palembang

 

EVALUASI BELAJAR SEMESTER GASAL

TAHUN PELAJARAN 2007/2008

 

UTAMA

 

 

                                                                MATA PELAJARAN        :       BAHASA INDONESIA

                                                                KELAS/PROGRAM         :       XII (DUA BELAS) IPA/IPS

                                                                HARI/TANGGAL                   :       KAMIS, 29 NOVEMBER 2007

                                                                WAKTU                                     :        Pukul 07.00 – 09.00

 

                               

 

I           UNTUK SOAL NOMOR 01 S.D. 40

PILIHLAH SATU JAWABAN YANG PALING TEPAT!

 

1.  Dalam suatu presentasi hasil penelitian salah seorang pembicara mengatakan sebagai berikut.

    “Industri media massa, khususnya media cetak, saat ini dihadapkan pada perubahan yang amat kompleks dan terus-menerus. Untuk menangkap perubahan itu dibutuhkan tenaga yang terampil, cerdas, dan terutama berkomitmen tinggi.

 

    Ada dua peran industri media cetak dalam menghadapi berbagai perubahan yang tengah terjadi. Pertama, menjadikan perubahan itu untuk mengembangkan eksistensi media cetak. Kedua, memanfaatkan perubahan itu untuk memberikan informasi yang sekarang bersifat global dan serentak kepada masyarakat. Untuk menjawan hal tersebut dibutuhkan tenaga terampil, cerdas, dan terutama berkomitmen tinggi. Memang setiap pekerjaan membutuhkan komitmen yang lebih besar. Komitmen itu terutama untuk menciptakan kesejahteraan masyarakat, menguasai teknologi, dan mengatasi ketertinggalan.

 

Untuk menghadapi perubahan yang telah terjadi media juga harus melakukan konvergensi. Perkembangan teknologi infomasi memang membuat konvergensi media tak terhindarkan. Dalam jangka panjang, suara, gambar, dan data harus jadi satu kesatuan. Informasi kelak tak lagi mengarah ke single media, tetapi multimedia. Menghadapi hal itu media cetak tidak perlu khawatir. Selama  masih mampu mengadopsi berbagai perubahan, media cetak tetap akan mampu bertahan. Pemakaian telepon seluler  dan video conference sekarang sudah banyak dan akan makin banyak, tetati pertemuan secara fisik tetap dibutuhkan.

 

    Industri media kini juga menghadapi tantangan dan perubahan gaya hidup. Teknologi yang digunakan saat ini biasa disebut generasi digital migrant. Namun, generasi yang lahir setelah tahun 1990-an akan disebut digital native. Mereka ini sejak semula lebih akrab dengan gadget digital daripada koran.”

 

Inti isi laporan lisan di atas adalah …

  1. Industri media massa, khususnya media cetak, saat ini dihadapkan pada perubahan yang amat kompleks dan terus-menerus.
  2. Untuk menangkap perubahan itu dibutuhkan tenaga yang terampil, cerdas, dan terutama berkomitmen tinggi
  3. Memang setiap pekerjaan membutuhkan komitmen yang lebih besar.
  4. Informasi kelak tak lagi mengarah ke single media, tetapi multimedia.
  5. Generasi yang lahir setelah tahun 1990-an akan disebut digital native yang sejak semula lebih akrab dengan gadget digital daripada koran.”

 

2.  Anggapan bahwa hasil riset harus berdampak segera, terutama untuk rakyat, memang masih dominan. Inikah warisan riset unggulan terpadu yang diluncurkan pemerintah 14 tahun lalu? Meski di satu sisi program mengakomodasi kebutuhan dan penelitian di Indonesia, kerangka  dasarnya mengaitkan riset dengan industri ternyata memarginalkan di sisi lain.

 

      Berbagai lembaga riset dan universitas berlomba membuat produk penelitian yang  bisa dipatenkan dan dijual ke pasar. Bahkan, “Kalau sudah begitu, orang-orang seperti saya yang bergerak di bidang riset teori akan mundur, juga peneliti di riset eksperimen dan ilmu murni,”kata Dr. Terry Mar, Ketua Peminatan Fisika Nuklir dan Partikel Teori di Departemen Fisika Universitas Indonesia.

 

Strategi itu bisa dimaklumi sebagai upaya bertahan di tengah keterbatasan keuangan negara. Akan tetapi, fokus pada penelitian terapan saja dalam jangka panjang bisa menghambat fungsi perguruan tinggi sebagai pengembang ilmu. Apalagi sudah terbukti, negara yang kuat dalam penelitian, seperti China, India, dan Pakistan, menjadi negara yang maju teknologinya.

 

Kalimat fakta bahasa lisan laporan penelitian di atas adalah ….

  1. Anggapan bahwa hasil riset harus berdampak segera, terutama untuk rakyat, memang masih dominan
  2. Meski di satu sisi program mengakomodasi kebutuhan dan penelitian di Indonesia, kerangka  dasarnya mengaitkan riset dengan industri ternyata memarginalkan di sisi lain.
  3. Berbagai lembaga riset dan universitas berlomba membuat produk penelitian yang  bisa dipatenkan dan dijual ke pasar.
  4. Bahkan, “Kalau sudah begitu, orang-orang seperti saya yang bergerak di bidang riset teori akan mundur, juga peneliti di riset eksperimen dan ilmu murni,”kata Dr. Terry Mar, Ketua Peminatan Fisika Nuklir dan Partikel Teori di Departemen Fisika Universitas Indonesia.
  5. Sudah terbukti, negara yang kuat dalam penelitian, seperti China, India, dan Pakistan, menjadi negara yang maju teknologinya.

3.    Bagi banyak orang, berinternet melalui peranti kecil, seperti ponsel, masih belum memberikan pengalaman yang menyenangkan. Dengan layar yang sangat terbatas, mustahil bisa mengamati sekujur halaman web yang memang didesain untuk ditampilkan di monitor komputer yang lebar.

Alih-alih mendapatkan data dan informasi yang diinginkan, mata dan jempol bisa-bisa malah linu saat bergeser dari satu bagian halaman ke bagian lainnya. Karena itu, pembuat sistem operasi pun berlomba-lomba membuat sistem khusus untuk ponsel. Salah satunya adalah browser Opera Mini 4, yang kini masih dalam versi beta. Opera Mini baru ini menyediakan opsi kualitas gambar yang lebih banyak. Sementara sebelumnya hanya ada dua tingkat kualitas gambar, saat ini Opera Mini menyediakan tiga level kualitas gambar yang berbeda. 

Browser ini juga memungkinkan pengguna beralih dari mode vertikal ke mode horizontal atau sebaliknya hanya dengan satu pijitan tombol * dan #. Selain itu, browser ini bisa menyesuaikan ukuran gambar untuk lebih proporsional di layar ponsel. Sementara sebelumnya jemari kita harus bergeser-geser untuk melihat foto atau gambar, kali ini tak perlu lagi. Saat pengguna membuka sebuah halaman web, Opera Mini akan menampilkan keseluruhan halaman (overview) secara sekilas, lalu menyarankan pengguna mulai membaca halaman dari daerah tertentu. Setelah itu, browser ini akan menampilkan bagian itu terlebih dulu secara utuh. Tapi, bila bagian tersebut masih terasa terlalu lebar, pengguna masih dapat mengecilkan ukurannya dengan fitur Fit to Width.

Selain itu, browser ini terkenal dengan kecepatannya. Ia mampu mengompres content Internet dalam jumlah bit yang lebih kecil, sehingga pengguna akan dikenai biaya yang lebih murah. Sementara mobile browser lain mengunduh halaman situs New York Times sebesar 660 kilobita, ia dapat menampilkan halaman web yang sama dengan hanya mengunduh 85 kilobita data. Yang tak kalah menarik, lewat tombol-tombol keypad, pengguna dapat menuju halaman-halaman bookmark dengan cepat, seperti halnya menekan tombol Speed Dial untuk menelepon nomor penting. Browser ini pun telah mendukung fitur RSS Feed untuk memperoleh content terbaru dari sebuah halaman web setiap saat.

Hal terakhir yang membuat Opera Mini tak kalah dari browser Safari pada ponsel iPhone milik Apple Inc. adalah fitur sinkronisasi bookmark. Kemampuan tersebut dimungkinkan dengan adanya layanan baru yang bernama Opera Link. Dengan Opera Link, pengguna dapat menyamakan atau mensinkronkan situs-situs bookmark pada browser Opera di komputer mejanya dengan yang ada di ponsel. Menurut CEO Opera Jon von Tetzchner, peningkatan fitur Opera Mini diharapkan dapat memberikan pengalaman yang konsisten bagi pengguna, sebagaimana mereka merasakan berinternet dengan komputer meja.

“Kami tak mau percaya dengan sebuah keyakinan yang mengatakan bahwa seseorang harus mau berkompromi (dengan ketidaknyamanan) saat mengakses web dari perangkat lain (selain komputer),” ujar Jon von Tetzchner. Kemunculan Opera Mini, di samping browser Safari dan mobile browser lainnya akan semakin memudahkan pengguna ponsel terhubung ke Internet tanpa perlu menenteng laptop yang berat. Kehidupan virtual seseorang tetap bisa dilakoni dari sebuah alat yang muat terbenam ke dalam saku.

Kritik yang paling tepat untuk isi laporan penelitian di atas adalah ….

  1. Struktur isi laporan yang Saudara kemukakan belum tersusun secara sistematis sehinga ada kesan kerancuan gagasan yang Saudara sampaikan.
  2. Laporan yang Saudara sampaikan ini memiliki kelemahan dalam penggunaan bahasa. Bahasa yang Saudara gunakan terkesan populer sehingga justru menjauhi karakter ilmiah yang seharusnya.
  3. Saudara kurang mempertimbangkan tujuan utama penelitian ini serta segmen lapangan penelitiannya. Laporan yang Saudara sampaikan ini amat menonjolkan kemajuan teknologi informasi, tetapi jauh dari sasaran penelitian yang semestinya Saudara amati.
  4. Laporan penelitian yang Saudara sampaikan menurut saya tak jelas faktor pendukungnya. Saya belum melihat adanya fenomena yang melatarbelakangi Saudara melakukan penelitian bidang ini.
  5. Laporan penelitian Saudara cukup baik. Hanya, saya melihat bagian pendahuluan kurang matang digarap. Amat terlihat latar belakang masalah, tujuan, dan sasaran penelitian Saudara disampaikan kurang proporsional, meski secara implisit sudah terkandung di dalamnya.

 

4.     Negara-negara Asia Tenggara ASEAN bersama Jepang, China, India, Korea Selatan, Australia dan Selandia Baru akan membuat situs bersama atau open acces database yang bisa diakses publik.

 

Menurut Staf Ahli Menteri Negara Riset dan Teknologi bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi, Engkos Koswara Natakusumah, pembuatan situs bersama ini untuk kepentingan penelitian. Situs ini berisi tentang riset, teknologi, dan pencarian kerja, dan menggunakan aplikasi kode terbuka atau open source.

 

Diharapkan, kata Engkos, dengan situs ini perkembangan teknologi dan pertukaran tenaga kerja akan semakin terjalin diantara para warga negara di negara-negara itu. Pembicaraan antar menteri telah dilakukan pada Febuari lalu.

 

Jepang ditunjuk sebagai pemimpin proyek ini. Pusat server juga akan ditempatkan di Jepang. “Jepang dipilih karena lebih maju dalam teknologinya,” kata Engkos hari ini. Namun ada juga kendala dalam pembuatan situs ini, yaitu soal bahasa, tapi rencananya situs ini akan menggunakan bahasa Inggris.

 

Saran yang benar untuk bagian laporan penelitian di atas ….

  1. Saya melihat laporan yang Saudara sampaikan cukup baik. Bahasa laporan ini Saudara kemas dalam kontes jurnalistik. Saran saya, buatlah laporan dengan menggunakan bahasa yang baik dan benar.
  2. Saya mengamati cara Saudara melakukan penelitian ini kurang proporsional penyajiannya. Bagian isi kurang Saudara dukung dengan bukti-bukti yang valid.
  3. Cara Saudara menyajikan laporan ini cukup bagus. Isi laporan ini bisa dipahami dengan jelas dan gamblang.
  4. Presentasi laporan ini menurut saya cukup baik. Tapi akan lebih bagus bila penyampiannya dilakukan oleh semua anggota kelompok Saudara. Jangan dimonopoli oleh ketua.
  5. Laporan kelompok Saudara bagus. Namun akan lebih bagus lagi bila kelompok Saudara melengkapinya dengan data yang divisualisasikan dengan infocus yang canggih.

 

5.         Dalam persentasi hasil diksusi kerja kelompok tentang Kemajuan Dunia Teknologi Informasi Semkakin Bersaing seorang pembicara mengemukakan,

“Tak mau kalah dengan Indosat yang menurunkan tarif akses internet tak terbatasnya mulai April nanti, PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) dengan produk Speedy juga membanting harga. Biaya berlangganan bulanan untuk paket Limited Home yang sebelumnya disebut paket Speedy Personal, berubah dari Rp 300 ribu per bulan menjadi Rp 200 ribu per bulan dengan quota bandwidth 1 Gigabyte. Tarif pemakaian melebihi quota turun dari Rp 700 per Mega Byte menjadi Rp 500 per Mega byte. Sementara biaya pendaftaran turun dari Rp 150 ribu menjadi Rp 75 ribu.

Untuk paket Limited Professional, biaya berlangganan berubah menjadi Rp 300 ribu per bulan dari semula Rp 400 ribu per bulan dengan quota bandwidth sebesar 3 Giga Byte. Untuk paket Unlimited yang semula Rp 2 juta menjadi Rp 750 ribu atau turun 63 persen. Sementara biaya bulanan untuk paket Warnet akan turun dari Rp 3 juta menjadi Rp 1,75 juta per bulan.

Vice President Public and Marketing Communication Telkom Eddy Kurnia mengatakan bahwa selain memberlakukan tarif baru, mulai 1 April 2007 Telkom juga akan meluncurkan paket Speedy berbasis waktu. Dalam paket Speedy berbasis waktu, pelanggan akan mendapatkan quota pemakaian selama 50 jam dengan biaya bulanan Rp 200 ribu. Untuk pemakaian melebihi kuota tersebut, akan dikenakan biaya sebesar Rp 750 per 30 menit. Kecepatan downstream dan upstreamnya sebesar 384 kilo bit per detik (kbps) untuk downstream dan 64 Kbps untuk upstream, ujarnya.”

Tanggapan yang tepat terhadap materi  di atas adalah ….

  1. Kebersaingan adalah hal wajar dalam dunia bisnis. Begitu juga dalam dunia teknologi informasi. Maka, sebaiknya PT Telekomunikasi juga berani memberi kemudahan sarana, jangan sebatas harga saja.
  2. Kemudahan dan harga tentu menjadi pilihan konsumen. Ini hak pilih mereka. Maka, kejelian dalam mengamati selera pasar disertai dengan kepekaan dalam mengikuti kemajuan zaman amat diperlukan. Itulah yang akan membuat sebuah perusahaan survive atau gulung tikar.
  3. Janji dalam kemasan bahasa promosi tentu tak memberikan jaminan kemudahan dalam layanan kepada konsumen. Alangkah lebih baik bila kebijakan yang ditetapkan itu segera diwujudnyatakan dalam layanan kepada konsumen.
  4. Layanan yang mudah akan memegang selera pasar. Maka, selera pasar dan segi praktis penggunaannya harus diperhatikan demi memegang minatnya.
  5. Janji dan bukti pun belum tentu menjamin mampu mengikat selera konsumen. Kemudahan, kemurahan, dan bentuk layananlah yang menjadi kunci keberhasilan suatu usaha.

 

6.   EKSISKAN JIWA LEWAT MENULIS

Oleh: Sofa Nurdiyanti

“Sungguh sebuah buku dapat mengubah jiwa dan nasib dunia…”
~ Mohammad Fauzil Adhim

“Menulis bisa menjadi sarana untuk mengungkapkan perasaan seseorang.” Ungkapan ini mungkin tidak asing lagi bagi kita semua. Pada saat tertentu, terkadang kita tidak bisa menceritakan perasaan kita pada orang lain. Nah, dengan menulis kita bisa belajar mengungkapkan perasaan lewat tulisan. Ya! Ungkapkanlah perasaan lewat tulisan. Eksiskan jiwa lewat menulis. Lewat tulisan kita bisa belajar tentang banyak hal.

Bisa jadi, menulis merupakan kegiatan sehari-hari yang terlewatkan begitu saja, tanpa kita tahu betapa berharganya sebuah tulisan. Padahal, menulis merupakan salah satu sarana pengembangan diri maupun pembentukan karakter seseorang. Lewat tulisan, kita bisa lebih arif dalam menentukan langkah-langkah dalam hidup kita.

Dunia tulis-menulis sudah dikenal sejak zaman sebelum masehi. Kita bisa tahu lewat prasasti yang ditinggalkan oleh peradaban zaman dulu. Prasastilah yang berbicara tentang peradaban suatu bangsa pada kita. Lewat prasasti pula kita tahu ternyata peradaban mereka tidak kalah maju dengan zaman kita sekarang (abad 21).

Barangkali, jika manusia zaman dahulu tidak memprakarsai dan menciptakan metode menulis untuk berkomunikasi, kita masih terkungkung oleh bahasa isyarat. Komunikasi kita akan terbatas dalam satu kelompok masyarakat saja, dan kita tidak bisa berkembang atau berinteraksi dengan masyarakat lainnya.

Mengapa harus dengan menulis? Hal inilah yang perlu kita cermati lebih lanjut. Menulis sama dengan mendokumentasikan fakta, pengetahuan, peristiwa penting, bahkan sejarah peradaban suatu bangsa sekalipun. Tanpa menulis, segala sesuatunya akan menguap begitu saja. Tidak tersampaikan, tersimpan, dan tidak diketahui oleh generasi yang akan datang. Padahal, sebuah tulisan dapat memberitahu fakta-fakta (informasi) yang berguna sebagai aset penting di masa yang akan datang.

Sanggahan paling benar terhadap wacana di atas adalah ….

A.     Konsep yang Saudara sampaikan tadi memang baik, apalagi dilengkapi dengan data-data empirik seputar perkembangan sejarah peradaban manusia hingga keadaan seperti yang kita alami sekarang. Namun, yang penting dalam keadaan masyarakat Indonesia seperti sekarang tidak cukup hanya sekadar lip service belaka atau sebatas kata-kata. Yang dibutuhkan adalah langkah-langkah pembinaan bagi masyarakat Indonesia agar akhirnya menyadari pentingnya budaya menulis.

B.     Apa yang Saudara katakan kami bisa mengerti dan memahami pokok persoalan. Bahkan, wawasan kami bertambah luas. Dalam iklim budaya seperti sekarang amatlah perlu langkah-langkah jitu demi terbentuknya dinamika budaya masyarakat yang menyadari pentingnya menulis. Problema ini sebaiknya disikapi secara terpadu dari berbagai pihak. Saudara tadi belum menyinggung pihak mana saja yang seharusnya bertanggung jawab terhadap pengubahan metabolisme gaya hidup seperti sekarang.

C.     Hati bicara, setelah melihat fakta berkata. Demikian juga dengan paparan gagasan Saudara tadi. Konsep yang Sauadara sampaikan mencakup serangkaian sejarah manusia yang lengkap. Hanya saja, konteks permasalahan tak sebatas yang Saudara katakan saja. Buat apa kita mengetahui peradaban jika tidak memiliki sikap berikutnya untuk mengubah, memperbaiki, dan meningkatkan kualitas hidup manusia? Ini yang perlu Saudara pikirkan juga!

D.     Rangkaian peristiwa peradaban dan kualitas hidup manusia setiap waktu senantiasa berubah. Maka dari itu, paparan gagasan Sauadara perlu disikapi secara bijak, cerdas, dan cermat. Apakah kita puas dengan keadaan hidup sekarang ini? Buat apa kita mempelajari sejarah jika tidak berpikir kondisi sekarang dan ke arah masa depan? Ini sangat sederhana tetapi perlu ditindaklanjutioleh siapa pun dan di mana pun.

E.      Saudara mengemukakan gagasan yang amat bagus demi kemajuan peradaban dan penyikapan menghadapi masa depan yang kian mengglobal. Alangkah bagusnya bila Saudara juga memberikan bukti-bukti konkret dan realistik dengan keadaan di sekitar kita. Melalui cara seperti ini apa yang kita konsepkan akan lebih mengena dan gampang dicerna sebab sesuai dengan keadaan masyarakat tempat kita berada. Masyarakat kita akan lebih mengikuti jurus-jurus yang praktis pragmatis daripada sekadar teori semata atau hal yang jauh dari dunianya.

 

7.         Prof. Muhammad Yamin, S.H. (dilahirkan di Sawahlunto, Sumatera Barat, 24 Agustus 1903, dan meningal di Jakarta, 17 Oktober 1962) adalah seorang pahlawan nasional Indonesia. Beliau merupakan salah satu perintis puisi modern di Indonesia, serta juga ‘pencipta mitos’ yang utama kepada Presiden Sukarno.

 

Muhammad Yamin memulakan karier sebagai seorang penulis pada dasawarsa 1920-an semasa puisi Indonesia mengalami romantisisme yang hebat. Karya-karya pertamanya ditulis dalam bahasa Melayu dalam jurnal Jong Sumatera,  sebuah jurnal berbahasa Belanda, pada tahun 1920. Karya-karyanya yang awal masih terikat kepada kata-kata basi bahasa Melayu Klasik. Pada tahun 1922, Yamin muncul buat pertama kali sebagai penyair dengan puisinya, Tanah Air ; maksud “tanah air”-nya ialah Sumatera. Tanah Air merupakan himpunan puisi modern Melayu yang pertama yang pernah diterbitkan. Sitti Nurbaya, novel modern utama yang pertama dalam bahasa Melayu juga muncul pada tahun yang sama, tetapi ditulis oleh Marah Rusli yang juga merupakan seorang anak Minangkabau. Karya-karya Rusli mengalami masa kepopuleran selama sepuluh tahun .

 

Himpunan Yamin yang kedua, Tumpah Darahku, muncul pada 28 Oktober 1928. Karya ini amat penting dari segi sejarah karena pada waktu itulah, Yamin dan beberapa orang pejuang kebangsaan memutuskan untuk menghormati satu tanah air, satu bangsa, dan satu bahasa Indonesia yang tunggal. Dramanya, Ken Arok dan Ken Dedes yang berdasarkan sejarah Jawa muncul juga pada tahun yang sama. Antara akhir dekad 1920-an sehingga tahun 1933, Roestam Effendi, Sanusi Pane, dan Sutan Takdir Alisjahbana merupakan pembentuk-pembentuk utama bahasa Melayu-Indonesia dan kesusasteraannya. Walaupun Yamin menguji kaji bahasa dalam puisi-puisinya, dia masih lebih menepati norma-norma klasik bahasa Melayu, berbanding dengan generasi-generasi penulis yang lebih muda. Beliau juga menerbitkan banyak drama, esai, novel sejarah dan puisi yang lain, serta juga menterjemahkan karya-karya William Shakespeare (drama Julius Caesar) dan Rabindranath Tagore.

 

Pada tahun 1932, Yamin memperoleh ijazahnya dalam bidang hukum di Jakarta. Beliau kemudian bekerja dalam bidang hukum Internasional di Jakarta sehingga tahun 1942. Karir politiknya dimulai dan beliau giat dalam gerakan-gerakan nasionalis. Pada tahun 1928, Kongres Pemuda II menetapkan bahasa Indonesia, yang berasal dari bahasa Melayu, sebagai bahasa gerakan nasionalis Indonesia. Melalui pertubuhan Indonesia Muda, Yamin mendesak supaya bahasa Indonesia dijadikan asas untuk sebuah bahasa kebangsaan. Oleh itu, bahasa Indonesia menjadi bahasa resmi serta alat utama dalam kesusasteraan inovatif.

 

Semasa pendudukan Jepang antara tahun 1942 dan 1945, Yamin bertugas dengan Pusat Tenaga Rakyat (PUTERA), sebuah organisasi nasionalis yang disokong oleh pemerintah Jepun. Pada tahun 1945, beliau mencadangkan bahwa sebuah Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) diasaskan serta juga bahwa negara yang baru harus merangkumi Sarawak, Sabah, Semenanjung Malaya, Timor Portugis, serta juga kesemua wilayah Hindia Belanda. Sukarno yang juga merupakan anggota BPUPKI menyokong Yamin. Sukarno menjadi presiden Republik Indonesia yang pertama pada tahun 1945, dan Yamin dilantik untuk jabatan-jabatan yang penting dalam pemerintahannya. Yamin meninggal dunia di Jakarta dan dikebumikan di Talawi, sebuah kota kecamatan yang terletak 20 kilometer dari ibu kota Kabupaten Sawahlunto, Sumatera Barat. Buah karyanya

·         Tanah Air, 1922

·         Indonesia, Tumpah Darahku, 1928

·         Ken Arok dan Ken Dedes, 1934

·         Sedjarah Peperangan Dipanegara , 1945

·         Gadjah Mada, 1948

·         Revolusi Amerika, 1951

Berdasarkan riwayat di atas hal yang menarik dan mengagumkan dari profil pribadi Muhammad Yamin adalah ….

  1. Beliau seorang patriot sejati dan cendekiawan tulen dan layak diberi staya lencana
  2. Keteladanan seorang pahlawan amat terlihat dari jejak langkah yang telah dibuatnya demi nusa dan bangsa. Begitulah dengan Muhammad Yamin yang rela berkorban demi nusa bangsanya.
  3. Nasionalis sejati selalu berjiwa patriot dan berkorban demi nusa bangsanya, meski kadang melupakan status sosialnya.
  4. Figur seorang Muhammad Yamin layak dan pantas diteladani generasi muda Indonesia terutama tatkala bangsa harus menghadapi arus globalisasi yang kian merebak dan tak mungkin dibendung.
  5. Jiwa humanisme universal bila bicara tak akan terkurung oleh sekat-sekat budaya dan nasionalisme.

 

8.   SENGKETA LEMBAGA NEGARA (?)

Oleh: Budi H. Wibowo

Ketika pertama kali melihat sampul buku ini terpampang kata ‘sengketa’. Sekonyong-konyong orang dapat menginterpretasikan makna sengketa yang berarti ‘negatif’. Akan tetapi bila kita coba membukanya lembar per lembar ternyata isi buku tersebut tidak lain membahas masalah penegakan hukum (law enforcement) bagi penyelesaian suatu sengketa yang merupakan hal penting untuk diperhatikan. Apalagi bila dikaitkan dengan konstitusi yang memang menyebutkan bahwa Indonesia adalah negara hukum [Pasal 1 ayat (3) UUD 1945].

Buku yang diberi judul Sengketa Kewenangan Antarlembaga Negara yang ditulis oleh Prof. Dr. Jimly Asshiddiqie, S.H. yang juga adalah Ketua Mahkamah Konstitusi ini tidak berlebihan bila disebut sebagai buku pertama yang membahas hal sengketa kewenangan antarlembaga negara. Menurut penulis buku, saat ini lembaga negara yang secara eksplisit ataupun implisit diatur keberadaannya dalam UUD 1945 sebanyak lebih dari 28 organ, jabatan, instansi atau lembaga. Selain itu, penulis juga menambahkan bahwa dari jumlah tersebut keberadaan dan kewenangan yang ditentukan secara tegas dalam UUD 1945 sejumlah 23 organ atau 24 subyek jabatan.

Di samping itu, menurut penulis empat organ yang tidak secara tegas ditentukan yaitu bank sentral, duta, konsul dan badan-badan lain yang terkait dengan kekuasaan kehakiman (hal. 54). Selanjutnya, pada bab ketiga penulis secara apik mencoba membahas satu persatu lembaga yang menurutnya termasuk dikategorikan sebagai lembaga negara.

Buku setebal xii + 272 halaman ini selain memuat secara teoritis soal eksistensi yang disebut sebagai lembaga negara juga memuat contoh-contoh ketika ada lembaga negara yang bersengketa. Salah satu yang dicontohkan penulis adalah saat pemerintahan Presiden Aburrahman Wahid di mana lembaga kepresidenan berselisih dengan Dewan Per­wakilan Rakyat dan MA ketika akan mengangkat Wakil Ketua MA.

Sengketa antarlembaga negara seperti halnya yang terjadi di zaman Gus Dur menurut penulis dapat diselesaikan dengan adanya Mahkamah Konstitusi. Karena memang saat itu MK masih belum terbentuk sehingga sengketa yang terjadi ngambang (baca: tak terselesaikan) dalam konteks hukum tata negara yang seharusnya dapat diperkarakan. Oleh karena itu, betapa bahwa keberadaan MK merupakan kunci perbaikan kehidupan bernegara khususnya dalam mengatur dan mengonsolidasikan lembaga-lembaga negara yang ada saat ini sehingga ke depan persengketaan tersebut dapat dikelola dengan baik.Pengetahuan para pembaca juga bakal diperkaya dengan adanya bab yang membahas bagaimana beracara di MK, khususnya terkait dengan sengketa kewenangan antarlembaga negara.

Pada akhirnya, yang dapat dijadikan catatan dari buku ini bahwa definisi lembaga negara sebetulnya tidak pernah secara tegas disebutkan dalam UUD 1945 bahkan dalam UU No. 24/2003 tentang MK yang semestinya memuat definisi lembaga negara sehingga multi tafsir terhadap ‘lembaga negara’ tidak sampai muncul. Upaya Prof. Jimly dengan menyusun buku ini patut diapresiasi sebab dengan demikian multi tafsir batasan yang disebut sebagai lembaga negara dapat terakomodasi untuk sementara waktu.

Komentar terhadap kupasan isi buku di atas adalah ….

  1. Kupasan di atas amat baik dari segi urutan gagasan dan bahasanya. Terlihat penulis sangat sistematis dalam mengupas gagasan serta bahasanya amat santun.
  2. Isi buku yang dikupas memang layak mendapat acungan jempol sebab merupakan sesuatu yang baru di negara kita. Pengarangnya memang pandai dan pantas menuangkan dan menyebarkan gagasannya kepada orang lain.
  3. Buku yang ditulis oleh seorang profesor pasti bagus. Buku Sengketa Kewenangan Antarlembaga Negara adalah buah karya seorang  profesor yang juga Ketua Mahkamah Agung. Jadi, buku itu pasti bagus.
  4. Buku itu  membahas masalah penegakan hukum bagi penyelesaian sengketa sebagai hal penting yang perlu diperhatikan. Begitu juga yang terjadi dengan sengketa antarlembaga di negara ini.
  5. Formulasi yang dikemukakan oleh penulis dalam buku ini boleh dikatakan baik, bahkan merupakan suatu buku yang secara teoretis memuat eksistensi lembaga negara di negara kita.

9.         Menulis, kadang menjadi kegiatan yang membosankan pada sebagian besar orang. Tak jarang pula, aktivitas menulis terkesan ekslusif untuk kalangan tertentu saja. Padahal, kegiatan menulis ini bisa dilakukan oleh semua orang. Dan, menulis merupakan salah satu kegiatan yang mempunyai dampak positif bagi kita.

      Menulis dapat melatih kepekaan kita. Hal ini terjadi karena, sebagai penulis, kita dituntut untuk peka dan tanggap terhadap hal-hal yang terjadi di sekitar kita. Dengan menulis, indera kita akan menjadi semakin terasah dan jeli, terutama dalam melihat segala peristiwa yang dapat dijadikan sebagai bahan tulisan. Dengan menulis, eksistensi kita akan diakui oleh masyarakat secara luas. Karena lewat tulisan, pembaca mengenal pribadi maupun gagasan-gagasan kita. Menulis membuat kita bisa memberikan sumbangsih bagi dunia. Asal, tulisan kita bersifat membangun dan bukan sekadar tulisan tanpa makna. Menulis merupakan sarana refleksi dan perencanaan yang matang tentang hal-hal yang akan kita lakukan di masa mendatang. Banyak hal yang kita lakukan, namun terkadang terlepas dari refleksi diri. Akibatnya, kita sendiri jadi kurang menyadari apa yang telah maupun ingin kita lakukan. Jadi, buatlah rencana-rencana secara matang untuk setiap target hidup kita supaya hidup menjadi jelas dan terfokus.

Menulis merupakan sarana untuk melatih kemampuan mengomunikasikan ide-ide kita pada orang lain. Menyampaikan ide pada orang lain bukanlah hal yang mudah. Bisa jadi, apa yang kita pikirkan dan kita sampaikan menjadi tidak sesuai. Mungkin, ini karena kita jarang menyampaikan ide kepada orang lain. Akibatnya, kita jadi gagap saat harus mengutarakannya. Nah, belajar menulis bisa melatih kemampuan kita dalam memilih kosa kata, menata kalimat, atau membangun argumen sehingga orang mengerti apa yang ingin kita sampaikan. Menulis juga merupakan sarana untuk melatih ego kita. Dalam menyampaikan ide kepada orang lain dalam bentuk tulisan, kadang kita terjebak untuk menuliskan banyak ide sekaligus dalam satu tulisan. Padahal, belum tentu ide-ide tersebut dapat kita satukan dalam sebuah topik tulilsan. Akibatnya, tulisan jadi tidak fokus dan tidak punya arah yang jelas. Pembaca pun jadi kurang paham dengan maksud tulisan tersebut.

Pokok permasalahan yang dikupas oleh penulis melalui tulisan di atas adalah ….

A.     Manfaat menulis bagi kita

B.     Dampak positif kegiatan menulis

C.     Menulis memberikan manfaat bagi dunia

D.     Kesamaan menulis dengan kemampuan berkomunikasi

E.      Manfaat menulis bagi pengembangan ego kita.

10. 1) Corruptio Optimi Pesima (Terjemahan bebas: Pembusukan moral dari orang yang tertinggi kedudukannya adalah perbuatan yang paling jelek)

2)  Komisi Yudisial memang sial sebab salah satu anggotanya, Irawady Joenoes, ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi, padahal beliau adalah Koordinator Bidang Pengawasan Kehormatan, Keluhuran Martabat, dan Perilaku Hakim.

3) Sungguh ironis, tugas mulia itu ternyata disalahgunakan melalui perbuatan yang seharusnya tabu dia lakukan sehingga masyarakat, selain tersentak, juga sangat kecewa mengingat publik mempunyai ekspektasi terhadap peran Komisi Yudisial dalam memperbaiki kinerja lembaga peradilan, yang di mata masyarakat sudah semakin jatuh martabatnya.

4)  Jatuhnya martabat lembaga peradilan itu antara lain oleh perilaku aparat peradilan yang tidak pantas dan bertentangan dengan rasa keadilan, seperti merebaknya isu mafia peradilan, merajalelanya jual beli perkara, dan kasus suap di Mahkamah Agung.

5) Alam bawah sadar masyarakat masih belum siuman benar karena beberapa hari sebelumnya terperangah oleh laporan Bank Dunia melalui Stolen Asset Recovery (StAR) Initiative atau Prakarsa Pengambilan Aset Curian yang menyebutkan mantan Presiden Soeharto, selama berkuasa, telah mencuri kekayaan negara sebesar 15 miliar-35 miliar dollar AS.

Hasil analisis  pola struktur yang benar atas kalimat di atas adalah ….

A.     Kalimat 1: S-P-Pel-K

B.     Kalimat 2: S-P-K1-K2

C.     Kalimat 3: K-S-P-O-K

D.     Kalimat 4: P-S-Pel-K

E.      Kalimat 5: S-P-K

11. Saudara-Saudari yang saya hormati. Hari ini, saya semakin yakin bahwa mestinya kita memang tak perlu terlalu banyak mengeluarkan biaya untuk bisa bertumbuh secara optimal. Mestinya masalah manusia tak sedemikian kompleks dan ruwetnya sehingga membutuhkan konsultan besar untuk bisa keluar dari kemelut persoalan yang ada.

Pada saat yang sama, kadang saya khawatir justru saat ini kita ternyata sudah teramat hebat dalam mendramatisiasi persoalan sederhana. Fakta biasa saja seringkali kita bingkai dengan kaca buram. Akibatnya, justru tampak sebagai sebuah masalah besar dan rumit. Bukankah banyak fakta yang bukan masalah? Cara pandang kitalah yang kadang membuatnya jadi masalah.

Pengalaman keseharian kita adalah narasi terbaik yang kita punya. Kita bisa belajar dari narasi diri semacam itu sebagaimana kita bisa belajar dari narasi dan kisah orang lain. Bukankah selama ini kita pernah teramat asyik membaca kisah orang-orang di luar sana? Jadi, pertama-tama kita harus mulai serius belajar tentang narasi diri. Perlahan, kita mulai mempertimbangkan langkah untuk belajar mengubah narasi itu. Bukankah kita sang pencipta narasi kehidupan itu? Kitalah yang memegang kuas untuk melukisi kanvas kehidupan pribadi kita

Kalau awalnya narasi adalah sekadar rekaman realitas lama kita, maka berikutnya narasi diharapkan mampu membantu kita dalam mencipta realitas baru. Pikiran kitalah yang menjadi awal realitas di luar sana. Narasi atau kisah atau tulisan adalah buah dari pikiran yang kita patri dan padatkan. Narasi akan membantu kita untuk mengubah realitas masa depan kehidupan kita

Dengan begitu, menulis (misalnya menulis jurnal) dapat menjadi media yang akan membantu kita merekam, mengembangkan, dan mengubah narasi hidup keseharian kita. Pada titik ini, saya jadi teringat tulisan seorang rekan dalam sebuah komunitas penulisan, yang berujar sebagai berikut:

”Buat saya, menulis juga berbanding lurus dengan perjalanan menuju tingkat kedewasaan dan kematangan tertentu. Saat ini sambil terus belajar caranya menulis dengan baik, saya pikir, saya juga belajar bertumbuh menjadi dewasa. Dan karena saya pikir proses pendewasaan diri berlangsung seumur hidup, maka bisa jadi pelajaran menulis adalah kelas terpanjang yang pernah saya ikuti.”\

~ Retnadi A.

Sejalan dengan pandangan kawan di atas, saya sendiri sejak lama mempertimbangkan aktivitas menulis sebagai salah satu jalan terbaik untuk memberdaya diri. Saya membayangkan betapa indah kalau kita mampu menuliskan apa-apa yang kita pelajari dan temukan dari perjalanan hidup di keseharian kita. Pasti ada banyak pelajaran dan hikmah dari kehidupan kita yang layak dituangkan ke dalam tulisan. Dan, tulisan-tulisan itu akan jadi narasi tentang sejauh mana kita belajar dari pengalaman.

Gagasan informasi terpenting dalam wacana di atas adalah ….

A.     Bahwa mestinya kita memang tak perlu terlalu banyak mengeluarkan biaya untuk bisa bertumbuh secara optimal.

B.     Cara pandang kitalah yang kadang membuatnya jadi masalah.

C.     Pengalaman keseharian kita adalah narasi terbaik yang kita punya.

D.     Menulis (misalnya menulis jurnal) dapat menjadi media yang akan membantu kita merekam, mengembangkan, dan mengubah narasi hidup keseharian kita.

E.      Karena saya pikir proses pendewasaan diri berlangsung seumur hidup, maka bisa jadi pelajaran menulis adalah kelas terpanjang yang pernah saya ikuti.\

12. Suadara-Saudari yang saya hormati!

Pada umumnya, berpikir dianggap sebagai sebuah tuntutan/kebutuhan. Artinya, bila keadaan mengharuskan untuk berpikir, barulah secara otomatis dan alami pikiran bekerja. Misalnya, ketika menghadapi masalah, merencanakan sesuatu, maupun ketika bekerja yang memang memerlukan pemikiran bukan pekerjaan yang monoton. Hal-hal seperti ini memang menuntut pikiran untuk bekerja. Namun bila keadaan biasa santai, tidak menuntut aktivitas berpikir, hampir pasti pikiran tidak dibekerjakan—tidak diasah agar terampil dan tajam.

Pada sisi lain, banyak yang beranggapan bahwa kemampuan berpikir—atau tepatnya keterampilan berpikir—adalah merupakan “gawan bayi” (watak bawaan). Saudara-Saudariku, ia tidak bisa diubah ke arah yang lebih baik. Usaha apa pun yang dilakukan, diprasangka akan sia-sia. Tidak banyak berarti bagi perkembangan keterampilan berpikir seseorang.

Saudara-Saudari yang terhormat! Ironisnya, keterampilan berpikir ini umumnya disejajarkan dengan tingkat pendidikan. Semakin tinggi tingkat pendidikan, semakin baik keterampilan berpikirnya. Sebaliknya, rendahnya jenjang pendidikan, diasumsi rendah pula etos pikirnya. Ironis lainnya, terampil berpikir ini disetarakan dengan terampil berbicara. Mereka yang terampil berbicara (di depan publik) dianggap pula terampil berpikir. Sedang yang kebetulan tidak pandai bicara, maka dianggaplah tidak terampil berpikir—walau ada kemungkinan sebagai pemikir yang baik. Yang lebih parah lagi,Saudara-Saudari, serangkaian mata pelajaran di sekolah maupun berbagai mata kuliah di perguruan tinggi, disepadankan sebagai sarana melatih keterampilan berpikir. Kegiatan pembelajarannya pun kemudian diasumsikan sebagai sarana melatih keterampilan berpikir pula.

Apakah memang demikian Saudara-Saudariku? Sama sekali tidak. Sekali lagi sama sekali tidak! Berpikir bukan hanya sekadar tuntutan/kebutuhan. Berpikir bisa diarahkan dan diubah menjadi sebuah keterampilan. Ya,Saudara-Saudari sekalian, keterampilan berpikir namanya. Ia seperti halnya keterampilan-keterampilan lain pada umumnya: keterampilan berenang, bernyanyi, akting, pidato, menulis buku, mengarang cerita, berjalan di atas tali, mengendarai sepeda roda satu, dan lain sebagainya. Kesemuanya butuh ”superserius” mempelajari dan mendalami agar menjadi terampil—dari peringkat sebelumnya yang sekadar bisa.

Saudara-Saudari terkasih! Keterampilan berpikir ini bisa didalami oleh siapa saja tanpa memandang usia. Keterampilan berpikir bahkan bisa dilatihkan pada anak sejak usia dini—sebagaimana yang diajarkan Edward de Bono pada anak-anak usia 10 tahun (Erlangga, 1988). Keterampilan ini bukan sifat/watak bawaan, Saudara-Saudariku! Keterampilan berpikir tidak bisa disejajarkan dengan tingkat pendidikan. Belum tentu mereka yang tinggi pendidikannya walaupun telah mengantongi berbagai gelar S3 di berbagai disiplin ilmu),  tingkat berpikirnya mesti baik. Sebab, nyatanya, tidak sedikit di antaranya yang justru memprihatinkan cara berpikirnya. Tambahan lagi, Saudara-Saudariku,  belum tentu pula anak yang usianya baru 10 tahun itu mesti belum bisa berpikir.

Salah satu contoh pikiran yang telah terampil bekerja berpikir adalah sebagaimana pengalaman muridnya de Bono yang baru berumur 10 tahun—yang kalau di Indonesia umur-umur sekian itu masih duduk di kelas 4 SD—ketika diberi pertanyaan: “Bagaimana sikap dan tanggapan Anda bila para murid yang sedang belajar di sekolah itu digaji?” Pikiran terampilnya telah bisa mengapresiasi dengan “sempurna”. Di antara hasil pemikirannya: “Sekolah itu -mencari ilmu agar pandai, cerdas, dan cakap- adalah butuhnya si murid, tidak sepantasnya bila ia mendapat gaji. Justru yang layak mendapat gaji adalah pengajarnya. Sebab merekalah yang telah bekerja keras, bersusah payah mendidik dan mencerdaskan para murid.”

………………………………………………………

Secara kontekstual, taggapan terhadap cara penyampaian naskah pidato di atas adalah …

A.     Gaya penampilan penyampaian naskah pidato di atas berfsifat provokatif, dan cenderung hiperbolis.

B.      Penyampaian naskah pidato di atas secara kontekstual bersifat repetitif terhadap audiens, meski bernuansa persuasif.

C.     Bila penyapaian nasah pidato di atas diformulasikan ala Surya Paloh tentu akan memebri dampak positif terhadap tujuan penyampaian naskah pidato.

D.     Membaca naskah pidato tentulah amat kondisional, disesuaikan dengan kontekstual audiens, situasi, tempat, dan sarana.

E.      Pembacaan naskah pidato di atas sebenarnya tidaklah perlu emnghawatikan seorang orator, bergantung bagaimana narator menata semua konstituen yang ada demi tercapainya tujuan.

13. Dengan Hormat,

 

            Dalam rangka memperingati Hari Pahlawan, 10 November 2007, OSIS SMA Xaverius 1 bermaksud menyelenggarakan Diskusi Panel. Adapun penyelenggaraan kegiatan tersebut kami rencanakan pada:

 

            hari                   : Sabtu;

            tanggal              : 10 November 2007;

            waktu               : pukul 08.00 s.d. selesai;

            tempat              : Gedung Serbaguna Sriwijaya, Palembang.

 

      Untuk itu, kami mohon izin agar dapat menggunakan tempat tersebut pada waktunya.

      ………………….

 

      Kalimat yang tepat untuk menyambungi surat dinas di atas adalah ….

  1. Demikian surat permohonan ini kami sampaikan dengan harapan mendapat perhatian dari Bapak.
  2. Demikian surat permohonan ini kami sampaikan, semoga Bapak menjadi maklum.
  3. Kami menaruh harapan besar pada Bapak agar surat permohonan ini dikabulkan.
  4. Atas perhatian Bapak, kami ucapkan terima kasih karena telah memperhatikan permohonan kami.
  5. Atas perhatiannya, kami ucapkan terima kasih karena harapan kami diterima.

 

 

14.                                        

(1)    Palembang, 29 November 2007.

 

(2)    Lampiran          : Satu berkas

(3)    Perihal              : Permohonan menjadi Analis

 

(4)    Yth: Manajer SDM

(5)            PT. Bakti Persada

PO Box  1210

Palembang

 

(6)    Dengan Hormat,

 

      (7)          Sesuai dengan iklan lowongan pekerjaan yang ada, mungkin membutuhkan tenaga  Analis. Oleh karena itu, saya ….

 

 

 

Kesalahan ejaan terdapat pada nomor …

  1. 1, 2, 3, 5
  2. 1, 4, 5, 6
  3. 2, 3, 6, 7
  4. 2, 4, 5, 6
  5. 3, 5, 6, 7

 

 

15.   Bagian pembuka surat lamaran pekerjaan berdasarkan iklan yang tepat adalah ….

  1. Dengan adanya iklan lowongan pekerjaan yang dimuat dalam Kompas, CV Rajawali membutuhkan enam karyawan bidang pemasaran ….
  2. Dengan adanya iklan lowongan pekerjaan yang dimuat di harian Kompas, tanggal 5 November 2007, CV Rajawali membutuhkan enam karyawan bidang pemasaran ….
  3. Berdasarkan iklan lowongan pekerjaan yang dimuat di harian Kompas, tanggal 5 November 2007, CV Rajawali membutuhkan enam karyawan bidang pemasaran, ….
  4. Berdasarkan iklan lowongan pekerjaan yang dimuat di harian Kompas, CV Rajawali membutuhkan enam orang karyawan ….
  5. Berdasarkan iklan lowongan pekerjaan tanggal 5 November 2007, CV Rajawali membutuhkan enam karyawan ….

 

16.   Secara umum diskusi berjalan dengan lancar. Para peserta mengikuti diskusi yang berlangsung selama empat jam dengan antusias. Banyak pertanyaan yang diajukan kepada panelis. Jika melihat jalannya diskusi, tampaknya para peserta sangat tertarik dengan tema diskusi.

 

Paragraf di atas merupakan bagian laporan hasil diskusi berupa ….

  1. pendahuluan
  2. nama kegiatan
  3. waktu kegiatan
  4. uraian jalannya diskusi
  5. bagian penutup laporan dikusi

 

17.  Pada saat sekarang, masih banyak terdapat keluarga miskin. Keluarga miskin ini paling banyak terdapat di pedesaan.  Keadaan seperti ini erat hubungannnya dengan pendidikan. Makin rendahnya pendidikan, makin rendah pula perekonomiannya. Dari data Biro Pusat Statistik menunjukkan bahwa 72 % dari rumah tangga miskin di pedesaan dipimpin oleh kepada keluarga yang hanya berpendidikan SD.

 

Dari hasil laporan ini dapat diketahui bahwa kemiskinan erat kaitannya dengan ….

  1. jumlah penduduk miskin
  2. rendahnya pendidikan
  3. sifat malas penduduk
  4. sarana sekolah tidak memadai
  5. pembangunan tidak merata

 

18.   Dalam sebuah diskusi penyaji menyatakan bahwa sudah saatnya Indonesia mencontoh keberhasilan Brasil dalam penggunaan energi alternatif.

 

Tanggapan santun terhadap pernyataan penyaji adalah ….

  1. Saya kagum dengan pernyataan Saudara. Saudara memang hebat, tetapi masih terlalu dini jika kita harus mencontoh Brasil.
  2. Saya setuju dengan pendapat Saudara bahwa kita harus segera mengembangkan energi alernatif seperti Brasil. Akan tetapi, kurang bijak bila kita disamakan dengan Brasil.
  3. Saya sependapat dengan pernyataan Saudara penyaji. Memang sudah waktunya kita mengembangkan penggunaan energi alternatif. Negara kita kaya akan sumber daya alam. Tentu kita akan berhasil seperti Brasil.
  4. Saya setuju bahwa sudah saatnya negara kita mengembangkan penggunaan energi alternatif. Sayang, dalam pernyataan Saudara tidak diuraikan tingkat keberhasilan Basil. Jangan-jangan Saudara hanya mengada-ada.
  5. Saya rasa penyaji terlalu gegabah atas pernyataannya. Masak, negara kita mencontoh Brasil dalam mengembangan energi alternatif.

 

19.  Buku ini memberikan argumentasi yang masuk akal tentang berbagai perkembangan di dalam TI yang tidak mengarah kepada pertumbuhan tetapi bahkan penurunan. Ini berbeda dengan anggapan yang berlaku hinga saat ini, bahwa TI akan membawa keunggulan kompetitif bagi perusahaan yang mengadaptasinya. Bagi operasional perusahaan, TI tetaplah merupakan faktor yang penting, tetapi kita harus berati-hati dalam mengimplementasikannya. Pemaparan bahasa dalam buku ini ditulis dengan bahasa yang kompleks dan terstruktur dalam kaidah tata bahasa Inggris yang sangat fasih. Dengan demikian, pembaca dapat menerjemahkan dan menyimpulkannya dengan mudah.

 

Penggalan resensi ini termasuk unsur …

  1. latar belakang
  2. ringkasan buku
  3. kesimpulan buku
  4. kelemahan buku
  5. keunggulan buku

 

20.   Tujuan resensi buku fiksi adalah ….

  1. memberikan gambaran kepada pembaca perihal harga buku
  2. memberikan penjelasan pentingnya membaca sebuah buku
  3. menyampaikan penjelasan kepada pembaca tentang keunggulan dan kelemahan buku
  4. menyampaikan informasi kepada pembaca tentang kualitas dan kuantitas buku
  5. menginformasikan kepada pembaca secara objektif keunggulan buku, manfaatnya, dan jumlah halaman.

 

21.  Untuk mendorong agar daerah atau sekolah termotivasi menjalankan pendidikan lingkungan hidup, perlu dikembangkan sistem pemberian award kepada daerah atau sekolah, peserta didik dan guru atau masyarakat yang terlibat dalam pendidikan lingkungan hidup.

 

Kalimat saran yang sesuai dengan pernyataan ini adalah ….

A.     Sebaiknya aparat pemerintah daerah membantu cara memperoleh dana untuk pelaksanaan pendidikan lingkungan hidup

B.     Pendidikan lingkungan hidup perlu diperluas, dijaga kualitas pelaksanaannya agar mendapat award.

C.     Pendidikan lingkungan hidup sudah waktunya disosialisasikan agar masyarakat turut membantu pelaksanaannya.

D.     Pendidikan lingkungan hidup perlu mendapat perhatian sepenuhnya dari pemerintah termasuk dananya.

E.      Hendaknya kepala sekolah mengusulkan pendidikan lingkungan hidup masuk dalam program kegiatan sekolah.

 

22.  Langit bagai berdetak, bintang-bintangnya meneteskan gerimis air matanya. Malam yang dingin mengajak bulan keluar dari lubuk kegelapan. Musim-musim harapan sedang merekah di pucuk-pucuk daun. Harum kembang-kembangnya. Sebentar lagi fajar pun tiba membuka alam bagi Rama dan Sinta serta Laksamana untk melangkah dalam cerita di hutan belantara. ….

 

Di sungai yang bening, airnya berderai menyibak akar-akar pohon yang menjulur di dalamnya. Sinta mandi di sungai yang indah ini. Tubuhnya yang cantik menyelam dalam kedinginannya. Sang surya kasihan melihatnya dan mengirimkan cahayanya yang hangat menerobos celah-celah dedaunan pohon-pohon rimba.

                                                                                                      (Kitab Nukilan Novel)

 

Majas yang dominan terdapat dalam penggalan novel ini adalah ….

A. hiperbola     B. Klimaks    C. metafora       D. simile(perumpamaan)     E. personifikasi

 

23.  Satilawati    :  (merasa kasihan) Maafkanlah segala perkataanku yang kemarin itu, Kartili.   Jangan dimasukkan ke dalam hati!

Kartili         : (tersenyum) Tentu tidak, Satilawati. Aku mengerti keadaan kemarin itu. Sekarang aku memuji kesetiaanmu terhadap Isha. Sungguhpun telah engkau ketahui bahwa ia ….

Satlawati     : Gila, ya. Akan tetapi ada sesuatu, suara halusku mengatakan bahwa  ia akan baik lagi. Baik untuk selamanya.

Kartili         :  Itu yang kuhargakan tinggi, Satilawati. Kepercayaanku kepada diri sendiri.

Satilawati    : Dan, biarpun ia tidak baik kembali, aku tidak juga dapat mengingatkan diriku kepada orang lain.

                                                                                    (Kejahatan Membalas Dendam, Idrus)

 

 

      Watak Satilawati dalam penggalan dialog ini adalah ….

A.     percaya diri, penuh keyakinan, setia

B.     baik hati, belas kasihan, egois

C.     keras kepala, percaya diri, baik sekali

D.     pemarah, setia, cepat tersinggung

E.      egois, percaya diri, baik hati

 

24.  Hitam-itam kereta api

Biar hitam banyak cewek antri

 

Kalau ada jarum yang patah

Jangan dimasukkan ke dalam peti

Kalau ada ucapan yang  salah

Jangan diresapkan ke dalam hati

 

Persamaan puisi ini adalah ….

  1. Mempunyai rima silang
  2. Jmlah baris dan bait
  3. Mempunyai sampiran dan isi
  4. Jumlah baris sampirannya
  5. Merupakan gurauan

 

25.  Doa

 

Tuhan. Beri aku kekuatan

Menguasai diri sendiri, kesunyian

Dan keserakahan. Beri aku petunjuk selalu

Untuk memilih jalan-Mu, keridoan-Mu, Amin.

 

                                          (dari Jeram)

 

Amanat yang tidak sesuai dengan puisi ini adalah ….

  1. Manusia hendaknya senantiasa mengharapkan rido Tuhan
  2. Manusia hendaknya selalu memohon agar bisa mengalahkan apa saja.
  3. Manusia harus selalu mohon petunjuk kepada Tuhan agar diberi jalan yang benar
  4. Manusia hendaknya mendekatkan diri kepada Yang Maha Esa
  5. Manusia hendaknya senantiasa berdoa kepada Yang Maha Pemurah

 

26.  Jika anak tidak dilatih

Setelah besar bapaknya letih

 

Kalau banyak berkata-kata

Di situ jalan masuknya dusta

 

Mengumpat dan memuji hendaklah pikir

Di situlah banyak orang yang tergelincir

 

Ketiga bait di atas termasuk jenis …., isinya ….

  1. pantun, curahan kalbu
  2. distikon, masyarakat sentris
  3. pemeo, kata bijak
  4. gurindam, nasihat
  5. karmina, gurauan

 

27.  TERATAI

Kepada Ki Hadjar Dewantara

 

Dalam kebun di tanah airku,

Tumbuh sekuntum bunga teratai,

Tersembunyi kembang indah permai,

Tidak terlihat orang yang lalu.

 

Akarnya tumbuh di hati dunia,

Daun berseri laksmi mengarang

Biarpun ia diabaikan orang,

Seroja kembang gemilang mulia.

 

Teruslah, o teratai bahagia,

Berseri di kebun Indonesia,

Biar sedikit penjaga taman.

 

Biarpun engkau tidak dilihat,

Biarpun engkau tidak diminat,

Engkau pun turut menjaga zaman.

 

Puisi ini menjadi indah karena mempunyai persamaan bunyi. Rumus persamaan bunyinya adalah ….

  1. abba-cddc-cce-cce
  2. abba-abba-cdc-dcd
  3. abab-abab-cdcd-ef
  4. abab-cdcd-cca-ffe
  5. abba-cddc-cce-ffe

 

28.  Potret Tukang Sampah

Karya Eka Budianta

 

Dengan perut lapar dan harapan kosong

Aku menelanmu, Jakarta

Kukunyah-kunyah sebuah mikrolet tua

Onggokan sampah telah jadi menu utamaku\

Roda gerobak adalah sendok dan garpu

 

Tuhan, jangan beri aku uang

Baunya lebih kecut ketimbang sampahku

Mendingan di bayang-bayang pohon mangga

Aku menyiapkan cerita untuk anak cucu

Untukmu, Jakarta

Untuk pengemudi bajaj, penyalur genteng

Dan pedagang kaki lima

 

Jakarta, seribu tahun genap sudah

Engkau compang-camping luka-luka

Tangis bayi dan jerit wanita di mana-mana

Biarnglala di atas perkampungan

Bikin cerita dalam perut lapar

 

Dilihat bait dan jumlah barisnya, puisi baru ini tergolong ….

A. dua quatrain + satu septima

B. dua quint + satu oktaf

C. dua quatrain + dua tersina

D. dua tersina+ satu oktaf

E. dua quint+ satu septima

 

29.  Senja di Pelabuhan Kecil

Buat Sri Ayati

                  Karya Chairil Anwar

Ini kali tidak ada yang mencari cinta

Di antara gudang, rumah tua, pada cerita

Tiang serta temali, kapal, perahu tiada berlaut

Mengebus diri dalam mempercaya mau berpaut

 

………………………………………………..

 

Tiada lagii. Aku sendiri. Berjalan

Menyisir semenanjung, masih pengap harap

Sekali tiba di ujung dan sekalian selamat jalan

Dari pantai keempat, sedu penghabisan bisa terdekap.

 

Makna tersirat puisi ini adalah ….

  1. Seseorang kesepian duduk di pantai akibat berpisah
  2. Seseorang kesepian dan tidak mau bercinta
  3. Seseorang merasa sedih dan kesepian akibat berpisah
  4. Seseorang merasa pasrah dan sepi
  5. Seseorang merasa pengab dan pasrah

 

30.  Rocky mendengus dan melompat turun “Sial kau!”  gerutunya lalu berjongkok di belakang sahabatnya. Ia mengikuti Yudho merangkan masuk. Yudho dan Rocki berdiri menyusuri bagian pekarangan yang paling terlindungi oleh bayang-bayang gedung.

(Area X)

Sudut pandang yang dipakai dalam penggalan novel ini adalah ….

  1. orang pertama pelaku pembantu
  2. orang pertama pelaku utama
  3. orang ketiga pelaku pembantu
  4. orang ketiga pelaku utama
  5. orang pertama dan ketiga

31. Perhatikan penggalan puisi berikut!

 

Di Acehlah berguguran perwira-perwira tinggi dan empat jenderal Belanda

melampaui yang tewas di seluruh bagian perang lain di Nusantara

sepanjang tiga abad lebih!

     

      Tetapi meskipun rakyat Serambi Mekah tak pernah kalah

      Meskipun La Tenritatta ternyata hanya bertuan pada dirinya sendiri

      Samudra Nusantara sudah dikuasai Kumpeni

 

Maksud bait pertama penggalan puisi di atas adalah ….

A. di Aceh terjadi perang antara rakyat melawan Belanda selama tiga abad lebih

B. dibandingkan dengan para perwiranya,  jenderal Belanda banyak gugur selama   perang di Aceh

C. pasukan Belanda tak pernah kalah dalam perang di Aceh

D. perlawanan rakyat Aceh mampu tak mampu mengusir pasukan Belanda

E. dibandingkan dengan daerah lain di Indonesia, para perwira dan jenderal Belanda yang gugur di Aceh lebih banyak

       

32. Pahami penggalan puisi berikut!

                 

      Si anak berucap,

      “Oh, betapa laparnya perutku.”

      Si nyonya berkata,

      “Oh, betapa baunya tempat ini.”

     

Perbedaan penghayatan pembacaan puisi di atas terletak pada ….

A. Si anak diucapkan dengan sedih, si nyonya dengan gembira

B. Si anak diucapkan dengan teriak, si nyonya dengan gumam

C. Si anak dengan sedih, si nyonya dengan sinis

D. Si anak dengan memelas, si nyonya dengan memegang hidung

E. Si anak dengan memegang perut, si nyonya dengan menutup mata

 

33  Teman-temanku bermacam-macam, mulai dari yang selalu khusyuk berdoa sampai yang selalu nge-fly di diskotek-diskotek. Khusus untuk yang terakhir, kuanggap teman hanya karena kami satu sekolahan. Tapi, mereka semua punya satu kesamaan yang tidak punyai: mereka sering atau selalu bepergian bareng-bareng dengan geng masing-masing dengan pacarnya masing-masing.

     

Watak tokoh aku yang sesuai adalah ….

A. Lebih mementingkan kebersamaan dengan sesama teman sekolah.

B. Sering ke diskotik untuk mencari hiburan

C. Selalu khusyuk berdoa

D. Lebih suka menyendiri 

E. Mudah terpengaruh sikap teman-temannya

 

34. “Kak, Beliin es klim! Saya pengin es klim.” Aku sama sekali tidak mengenal bocah ini, tapi kok berani-beraninya dia menyapaku dan meminta es krim dari tanganku. Lalu dari beberapa langkah di belakangnya terdengar suara memanggil, “Yudhi! Ngapain kamu di situ?”

Ternyata dia adalah saudara anak kecil yang tadi, mungkin kakaknya, dan mereka sedang berjalan ke tempatku. Langsung saja aku meminta satu es krim lagi untuknya. Kemudian aku kembali mencari gadis tadi dan meninggalkan anak itu sebelum ibunya sampai. Aku berjalan menuju arah pintu gerbang. Dan kulihat dia di sisi jalan yang lain. Tapi, terlambat untukku mengejarnya karena ketika itu parade drum band sudah dimulai. Aku terus memperhatikan ke arah mana ia berjalan, untungnya ia juga tertarik menyaksikan parade itu di sisi lain dari jalan.

 

Berdasarkan penggalan di atas, tempat kejadian peristiwa berada di ….

A.   tempat rekreasi Kebun Raya Bogor

B.   pinggir jalan raya

C.   halaman sekolah

D.   pusat perbelanjaan

E.    balai kota

 

35         Riantiarno adalah seniman, aktor, penulis, wartawan, dan juga sutradara. Dalam bukunya ini, ia merangkum delapan belas cerita pendek dan satu buah novelet. Cerita dibuka dengan ledakan emosi dan psikologi seorang wanita setelah ditinggal pergi mantan kekasihnya yang menikah dengan sahabatnya sendiri.

         

Kutipan penggalan resensi kumpulan cerpen di atas menunjukkan ….

  1. Identitas buku
  2. Latar belakang penulisan
  3. Tujuan penulisan buku
  4. Gambaran umum isi buku
  5. Ungkapan kualitas buku

 

36.        Secara keseluruhan, buku ini mengungkapkan perspektif baru atas ketokohan  Abdullah Munsyi. Hal yang patut dicatat adalah cara Sweney dalam menyampaikan argumen Terkadang uraiannya berkelak-kelok, sambil menyikut kiri-kanan, dan menabrak apa pun yang tidak disetujuinya. Dengan cara ini, kesan angker sebagai karya ilmiah cair seketika. Ia sengaja menggunakan bahasa yang renyah dan enak dibaca.

 

       Penggalan resensi di atas menunjukkan ….

       A.  Latar belakang penulisan

       B.  Gambaran umum isi buku

       C. Identitas buku

       D. Tujuan penulisan

       E. Keunggulan buku   

 

37.  Keluar dari rumah ketua RT, Ujo merasa dirinya bukan lagi Ujo. Wajahnya bingar. Senyumnya sesekali mengubah bentuk bibirnya yang berhiascokop di kedua ujungnya. Semua orang yang dijumpainya berubah menjadi liliput: kecil bukan main. Pepohonan menjadi kerdil dan merunduk. Angin didengarnya bersenandung tembang “Kemesraan.”Ujo telah dilambungkan dari kelas terbawah ke panggung kehidupan.

 

Kutipan cerita pendek di atas mengisahkan ….

A. Ujo sekarang sudah menjadi ketua RT yang baru.

B. Ujo sudah lupa dengan dirinya sendiri.

C. Ujo mendadak dirinya telah menjadi orang besar.

D. Ujo merasa dirinya dikagumi oleh banyak orang.

E. Ujo merasa bahwa dirinyalah penguasa di kampungnya.

 

38. Beri daku dongeng-dongeng. Mata rantai evolusi

Beri daku dongeng-dongeng. Nafas jalan damai

Sebab dongeng, Saudaraku, adalah awal metamorfosis

Ribuan tahun sebelum keyakinan dan cinta menjelma sehari-hari

     

      Pernyataan yang sesuai dengan tema penggalan puisi di atas adalah ….

A. Sejarah perlu kita pelajari untuk mengetahui perkembangan peradaban Manusia

B. Dongeng tidak berkaitan dengan kehidupan nyata di masyarakat

C. Cinta mempunyai liku-liku yang tak mudah dipahami manusia

D. Dongeng digemari masyarakat sampai sekarang

E. Tak mudah untuk mencapai prestasi yang diharapkan manusia

 

39. Kupandangi obat-obatan yang masih bertebaran di lantai, pecahan gelas, dan pakaian yang berhamburan dari dalam lemari. Kepalaku pening, tenggorokan panas, sepanas hati  yang mendidih bak kawah candradimuka. Kabar itu begitu menghentakkan, dan sulit kuterima. Suamiku, Mas Fadhillah yang begitu kupercaya dan kubanggakan cinta dan kesetiaannya, tak lebih hanya musang  berbulu domba. Di depanku manisnya dia, tapi di belakangku ia menyimpan “bisa” yang mampu memorakporandakan hatiku.

 

Konflik yang dialami tokoh aku adalah ….

A. Penyakit yang diderita tokoh tidak dapat disembuhkan

B. Adanya keretakan dalam rumah tangga

C. Kesetiaan seorang istri dipertanyakan oleh suaminya

D. Keterbatasan manusia dalam menghadapi cobaan hidup

E. Kesabaran ada batasnya

 

40. Air mataku kembali menetes, tapi bukan air mata cemburu atau amarah, melainkan mata rasa syukur dan kebahagiaan

 

Cara mengakhiri cerita pendek di atas dapat ditafsirkan sebagai sikap ….

A.     Menangis karena bahagia

B.     Air mata sebagai simbol beban hidup

C.     Kebahagiaan lebih penting daripada penderitaan

D.     Tetap optimis dalam menjalani hidup

E.      Tak ada gunanya mengenang masa lalu yang pahit

 

II   Esai

41. Menulis bukanlah hal yang sulit dilakukan. Menulis bisa dilakukan oleh setiap orang, tanpa mengenal tingkat pendidikan, jabatan, rentang usia, atau strata sosial. Menulis bisa dilakukan oleh siapa saja dan kapan saja. Menulis juga tidak memerlukan banyak biaya karena yang dibutuhkan hanyalah kemauan dan keseriusan untuk memulai serta berlatih. Jadi, siapa pun bisa menulis asal mau dan rajin berlatih. Nah, berikut adalah beberapa cara praktis berlatih menulis.

Mulailah menulis dari sekarang. Tidak perlu memikirkan tema-tema besar terlebih dahulu. Karena sekali lagi, ini adalah salah satu proses belajar yang tidak dapat dikuasai dalam sekejap. Menulislah dengan sepenuh hati. Jangan ragu memulai menuliskan kejadian-kejadian yang baru kita alami. Bandingkan pengalaman yang baru saja dialami dengan hasil tulisan; apakah tulisan ini sudah bisa menyampaikan sebagian besar maksud atau perasaan yang ingin disampaikan? Jika belum, teruslah mencoba, mencari beberapa alur atau kosa kata yang spesifik dengan peristiwa terkait. Dalam latihan menulis, kejadian-kejadian keseharian merupakan salah satu tema yang mudah ditulis. Menulis diari adalah contoh yang bagus dalam proses belajar menulis.

Sediakan waktu minimal 30 menit setiap harinya untuk merefleksikan kejadian/ide yang ingin dituangkan dalam bentuk tulisan. Tumbuhkanlah motivasi dan semangat pantang menyerah untuk terus belajar dan belajar. Karena, sebrilian apa pun ide, cerita, atau artikel yang kita pikirkan, mereka tetap akan tersimpan dalam memori—atau bahkan terlupakan—jika kita memutuskan menyerah untuk menuliskannya. Semakin sering kita berlatih, semakin banyak pula kosa kata yang kita kuasai. Dan, ini akan membuat tulisan kita punya ciri khas (spesifikasi) tersendiri. Minat yang ingin kita tekuni—entah jadi penulis buku motivasi, novel, skenario, cerpen, dll—akan semakin kelihatan.

Jika mengalami kesulitan dalam menuliskan alur cerita atau artikel, maka buatlah kerangka tulisan. Ini merupakan jembatan untuk mentransformasikan ide dalam bentuk tulisan. Kerangka tulisan tidak harus kaku atau tidak bisa diubah sama sekali. Kerangka tulisan harus bisa dikembangkan, sejalan dengan ide-ide baru yang mungkin muncul. Atau, mungkin juga berbagai data yang nantinya dapat dikaitkan dengan tulisan kita. Fungsi kerangka tulisan memang untuk memudahkan kita dalam menulis. Saat menulis, kita tidak perlu memikirkan masalah editing terlebih dahulu. Keterampilan editing akan dikuasai sering semakin meningkatnya intensitas penulisan. Yang terpenting, pembaca mampu memahami maksud tulisan kita

Seraplah wawasan dan pengetahuan sebanyak mungkin. Ini akan sangat berguna sebagai referensi atau gudang ide dalam proses menulis. Menonton siaran berita di televisi, baca berita di koran dan majalah, baca berbagai jenis buku pengetahuan, dan browsing informasi terbaru di internet, semuanya sangat berguna bagi proses belajar kita. Kirimkan artikel, opini, cerpen, novel, atau berbagai bentuk tulisan lainnya ke media-media. Kita tidak akan pernah tahu kualitas tulisan yang kita buat bila tidak pernah berinisiatif mengirimkannya ke media massa. Ketika mengirimkan tulisan, jangan pernah takut mengalami penolakan. Sebab, penulis yang berhasil bukanlah mereka yang tidak pernah gagal sama sekali. Penulis yang berhasil adalah mereka yang terus belajar dari kesalahan atau kekurangan yang dibuat, dan kemudian mengambil langkah-langkah perbaikan.

Eksiskan jiwa muda Anda dengan menulis. Jadikan aktivitas menulis sebagai sarana pengembangan diri. Sebab, mengembangkan diri tidaklah selalu berarti mencari sesuatu yang baru dari luar diri kita. Mengembangkan diri juga bisa dimulai dengan mengembangkan potensi yang ada dalam diri setiap orang. Menulis merupakan potensi yang ada dalam setiap orang. Karena, pada dasarnya setiap orang mampu punya banyak ide berharga dan punya kemampuan menulis, sekecil apa pun itu. Jadi, berapa pun usia Anda sekarang—terlebih lagi jika masih berusia muda—kembangkan potensi tersebut dan teruslah berlatih menulis. Siapa tahu, dengan menulis kita bisa menginspirasi orang lain untuk maju dan berkembang. Ingat, semangat jiwa muda akan selalu ada bukan karena hitungan usia. Namun, jiwa muda akan senantiasa bergelora karena ide-ide kita yang mengandung semangat untuk selalu eksis dan berkembang.

Tulislah ide-ide pokok artikel di atas dengan tepat dan benar! (SKOR : 5)

42. Buatlah tanggapan terhadap naskah berikut! (SKOR : 10)

 

Pilkada: Masalah dan prospek

Dalam UU No. 32/2004, hal penyelenggara Pilkada menjadi bagian dari kontroversi. KPUD dipandang mudah dikemudikan oleh DPRD. Selain itu, persyaratan partai politik mengajukan calon (partai dengan 15% kursi di DPRD) juga dipandang problematik. Judicial review yang diajukan oleh beberapa LSM diluluskan oleh Mahkamah Konstitutsi.  Paska judicial review, Depdagri mengadakan konsolidasi dengan KPUD terutama dalam mengisi lubang-lubang yang ada di UU No. 32/2004. Salah satu adalah jika terjadi keperluan untuk menunda karena bencana atau hal lain. Dikeluarkannya perpu yang disempurnakan digunakan untuk mengisi kekosongan tersebut. Kemandirian KPUD ternyata tidak membawa kepastian maupun jaminan akan lancarnya proses Pilkada. Permasalahannya ada 3 hal setidaknya: 1) Waktu pendaftaran calon diganggu oleh masalah konflik internal partai; 2) Fanatisme pendukung partai politik yang kandidatnya tidak lulus verifikasi ataupun tidak memenangkan pilkada; dan 3) Tidak profesionalnya KPUD yang berdampak pada proses Pilkada setelah calon-calon tersebut terpilih.

Selain itu supervisi KPU tidak bisa optimal mengingat masalah internal KPU di pusat berkaitan dengan kasus korupsi. Rata-rata partisipasi masyarakat sejauh ini adalah sekitar 73% (terendah sekitar 49,64% dan tertinggi melebihi 99,79%) di 173 daerah. Jumlah relatif lebih kecil di daerah perkotaan. Permasalahan gugatan hasil Pilkada di Mahkamah Agung dan Pengadilan Tinggi. Hampir setengahnya, 53 daerah, mengajukan gugatan. Proses sudah berjalan dan saat ini masih tersisa sekitar 10 wilayah. Provinsi Bengkulu dan 6 kabupaten harus melaksanakan putaran kedua karena tidak mencapai batas minimum pemenang Pillakada dalam satu putaran. Solusi jangka pendek adalah perlunya menyelesaikan permasalahan hukum seputar pengangkatan kepala daerah. Masalah di Aceh paska MoU Helskinki juga menjadi prioritas. Untuk jangka menengah adalah mengevaluasi DIM dan pelaksanaan Pilkada di daerah-daerah yang memiliki otonomi khusus di Aceh dan Papua. Untuk jangka panjang, perlu direvisi UU No. 32/2004 sambil menyiapkan dasar-dasar untuk UU Pilkada.

Persoalan peraturan yang datangnya terlambat setelah anggaran sudah ditetapkan. Permen Depdagri mengatur mata-mata anggaran yang berbeda dengan pengaturan anggaran di daerah. Jika memang niatannya memberikan otonomi yang lebih luas untuk daerah, harusnya PerMen Depdagri seperti itu tidak muncul. Larangan pegawai negeri menjadi anggota KPUD juga menjadi salah satu contoh yang membawa implikasi. Padahal menurut PP, pegawai negeri adalah elemen netral, jadi harusnya tidak usah dilarang. Masalah pendaftaran pemilih terkait dengan masalah kepastian hukum karena tidak menggunakan data pemilih yang terakhir — Pemilihan Presiden tahap ke-2 bulan September 2004. Data yang diserahkan oleh pemerintah daerah adalah data Pemilu Legislatif yang sebenarnya tidak secanggih yang dimiliki KPUD. Sempitnya waktu juga menjadi kendala. Sikap KPUD yang mau menerima dan memperbaiki menjadi sulit dilaksanakan karena keterbatasan waktu. Masalah anggaran terkait juga dengan waktu. Jika Pilkada Juni 2005 bisa diundur, setidaknya 4 minggu, akan lebih meringankan kerja KPUD sehingga pelaksanaan Pilkada bisa relatif lebih lancar. Sehingga dana yang terlambat turun itu bisa diantisipasi. Persiapan pendaftara pemilih juga bisa dilaksanakan dengan lebih baik lagi. Peluang untuk memundurkan Pilkada tidak tercapai dan penjelasan mengapa tidak bisa diundur tidak pernah begitu jelas. Yang penting adalah bagaimana pelaksanaan Pilada didukung oleh pemerintah, peraturan perundang-undangan dan seluruh masyarakat.

Masalah sengketa sebagai ramifikasi yang tak terhindarkan akibat persoalan di atas dan ditambah dengan kecenderungan pihak-pihak yang mencari keuntungan dalam konflik. Pengaturan, perencanaan dan pelaksanaan proses Pilkada menjadi titik penting untuk hasil Pilkada yang baik. Pengawasan harus juga menjadi faktor penting. Lembaga pengawas yang dibentuk secara terlambat mengakibatkan mereka sulit menjalankan tugas dengan baik. Karena Pengawas dibentuk oleh DPRD, di beberapa tempat dipandang partisan karena membawa kepentingan penguasa. Ke depan, harus ada solusi yang lebih baik dalam arti ke mana Panwas bisa diarahkan. Berkaca dari Pemilu 2004, Panwas berusaha menjadi independen tapi tidak berhasil karena ia didirikan oleh KPU, dananya dialokasikan oleh KPU dan harus bertanggunjawab kepada KPU. Hal ini menyebabkan kemandirian Panwas menjadi terkompromikan. Anggota KPU dan KPUD tidak boleh berafiliasi dengan partai politik maupun pemerintah untuk menjamin kemandirian. Proses rekrutmen anggota KPU dan Panwas menjadi penting. Integritas dan tingkat kerentanan terhadap korupsi harus menjadi indikator utama.

Aturan Pilkada yang terpisah dari aturan Pemerintah Daerah adalah ide yang baik. Jangka panjangnya, aturannya harus disatukan dengan aturan pemilihan lainnya. Mahkamah Konstitusi memutuskan bahwa saat ini, mengingat pemerintah sudah berpandangan mengenai KPUD, makan Pilkada saat ini diatur oleh KPUD. Tapi di masa yang akan datang, seyogyanya KPU yang bertanggung jawab dalam proses pilkada.

Sumber: Centre for Strategic and International Studies

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

43. Sebutkan unsur-unsur surat lamaran pekerjaan pada format berikut! (SKOR : 5)

 

                                                                                          a. ………………………

Lampiran: …………….

………………………..

 

b. ……………………

  

 

c. ……………………

 

……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………

 d.

……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………

         

          ………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………

 

 

                           …………………………                                                                     

                                                                        e. …………………………

 

                                                                                                          ………………………….

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1.  
  • Tahapan alur
  •  

                                                                          

       Cara menjawab :

          a. ……                          b. ….                c. ….                d. …                 e. …..

           

    44. Perhatikan gambar tahap alur berikut!

    D

     

                                                                   

    C

               

    E

     

                                                

    B

     

     

     F

                                                                                     

    A

                                   

     

     

                                                                                         

                       

     

     

    Tulislah tahapan alur berikutnya! (SKOR : 5)

     

    1.  
      1. tahapan pengenalan
      2. ………………………………..
      3. ………………………………..
      4. ………………………………..
      5. ………………………………..
      6. ………………………………..

     

     

    45..Di terowongan yang agak gelap kalian bertemu dengan makhluk aneh seperti kucing.Bermata tajam, berkuku panjang, dan berbulu emas. Kucing itu mau menyerangmu. Apa yang akan kalian lakukan? Berteriak atau melawan dan kalian hadapi dengan ketakutan. Terus berjuanglah untuk menang. Gunakan otak kalian!

     

    Berdasarkan ilustrasi di atas, buatlah paragraf naratif yang menunjukkan konflik tokoh dengan makhluk aneh tersebut! (SKOR : 5)

     

    III. Mengarang

     

    Buatlah karangan persuasi dengan format yang benar, sistematis, dan proporsional dengan mengembangkan salah satu topik pilihan berikut! (skor=10)

    1. Menyikapi Visi Sekolah Bertaraf Internasional
    2. Manfaat Mengikuti Expo Perguruan Tinggi bagi Siswa SMA
    3. Etika Siswa dalam Pergaulan di Lingkungan Sekolah

     

          Ketentuan:

    a.         panjang karangan ± 200 – 250 kata       

    b.         minimal terdiri atas tiga paragraf

    c.         buatlah judul yang sesuai

    d.         gunakan EYD, diksi, kalimat dan paragraf secara efektif.

     

     

    Selamat Mengerjakan!

     

     

     

     

    BUKU SEKOLAH ELEKTRONIK

    Agustus 8, 2008

    Blog ini sebatas jaringan yang mendekatkan kita ke link Buku Sekolah Elektronik sebagaimana sekarang semakin memasyarakat dan banyak digunakan oleh para pembelajar. Semoga apa yang ada di sini bisa membantu kita dalam belajar dan mengajar!

    www.depdikbud.go.id

    www.depdiknas.go.id

    www.bs-e.net

    www.e-dukasi.net

    www.apakabarpsbg.com

    www.cyberschool.net

    www.rumahdunia.net

    AGENDA KEGIATAN DIVISI KURIKULUM SMA XAVERIUS 1 PALEMBANG

    Agustus 4, 2008

                 RANCANGAN KEGIATAN BIDANG KURIKULUM

           TAHUN PEMBELAJARAN 2008/2009

     

    NO.

    WAKTU

    KEGIATAN

    KOORDINATOR/ PENANGGUNG JAWAB

    KET.

     

    1

     

     

     

    2

     

     

    3

     

    4

     

     

     

     

    5

     

     

     

     

     

     

     

    6

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

    7

     

     

     

     

     

     

     

     

     

    8

     

     

     

    2-4 Juli 2008

     

     

     

    5-7 Juli 2008

     

     

    9-14 Juli 2008

     

    5-7 Juli 2008

     

     

     

     

    9-13 Juli 2008

     

     

     

     

     

     

     

    13-14 Juli 2008

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

    16 Juli 2008

     

     

     

     

     

     

     

     

     

    16-17 Juli 2008

     

     

     

    Menyusun rancangan jam pembelajaran

     

     

    Pembagian Rombongan Belajar

     

    Masa Orientasi Siswa

     

    Merancang dan merekap kebutuhan jam belajar dan potensi SDM guru secara proporsional

     

    Merancang jadwal pembelajaran sesuai dengan alokasi waktu per SDM guru, rancangan kegiatan sekolah, dan pertimbangan-pertimbangann kondisional lain

    Merekap jadwal per SDM dan per kelas dalam formulasi paling efektif dan efisien

     

    1.   Pembagian jadwal mengajar dan belajar kepada guru dan kelas

     

    2.   Rapat Dewan Guru

     

     

    Kegiatan pembelajaran dimulai

    (Hari efektif jadwal MPK 116 hari smt. Gasal +136 hari semester genap= 252 hari ). Jumlah minimal menurut Diknas minimal 200 hari dan maksimal 245 hari.

     

    Rapat Pembinaan Guru: Menyusun Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan

     

    Waka Kurikulum

     

     

     

    Waka Kesiswaan

     

     

    Waka Kurikulum

     

    Wakakur dan Tim Penyusun Jadwal

     

     

     

    Wakakur dan Tim Penyusun Jadwal

     

     

     

     

     

     

    Wakakur , Wali Kelas, dan Guru Bidang Studi

     

     

     

    Semua guru

     

     

     

    Wakakur dan Guru Bidang Studi

     

    Kepala sekolah, staf, dan dewan guru

     

     

     

     

     

     

     

     

    Waka Kurikulum dan Guru Bidang Studi

     

     

    Bersama Sekretariat Kurikulum

     

     

     

    Panitia MOS

     

     

    Panitia MOS

     

    Konsultasi dengan Kepala Sekolah

     

     

     

    Tim Komputasi:  Herman Y.S.E. dan Maria

     

     

     

     

     

     

    Tim Komputasi:  Herman Y.S.E. dan Maria

     

    Konfirmasi dengan staf lain

     

     

    Kepala Sekolah dan Staf

     

    Semua komponen sekolah

     

     

     

     

     

     

     

     

    Kepala sekolah dan staf

     

    NO.

    WAKTU

    KEGIATAN

    KOORDINATOR/ PENANGGUNG JAWAB

    KET.

     

    9

     

     

     

     

     

    10

     

     

     

     

     

     

    11

     

     

     

     

     

     

    12

     

     

     

     

     

     

     

     

     

    13

     

     

     

    14

     

     

     

     

     

     

    15

     

     

     

     

     

    16

     

     

     

     

     

    17

     

    18-19 Juli 2008

     

     

     

     

     

    20-21 Juli 2008

    Ditargetkan selesai lewat MGMP selesai akhir Agustus 2008

     

    22 Juli 2008 s.d. 19 Agustus 2008

     

     

     

     

    Minggu keempat dan kelima Agustus (20 Agustus 2008-1 September 2008

     

     

     

     

    3 September 2008

     

     

    3 – 11 September 2008

     

     

     

     

    12-14 September 2008

     

     

     

    15-25 September 2008

     

     

     

    19-29 September 2008

     

     

     

    Pembinaan Profesionalisme Guru:

    Pelayanan Proses Pembelajaran Menuju KTSP

     

    Menyusun silabus, RPP, dan LKS

     

     

     

     

     

    Tindak lanjut pembinaan profesionalisme guru (intern per sekolah) c.q pemantauan kinerja dan hasil penyusunan silabus, RPP, dan LKS

     

    Pekan ulangan harian I

    Per hari dibatasi 2 bidang studi

     

     

     

     

     

     

     

    Batas akhir penyerahan nilai ulangan harian I

     

     

    Kegiatan Remedial/Retea-ching Semester Gasal kelas X, XI, dan XII  dimulai serta pelaksanaan pelajaran tambahan

     

     

    Libur awal puasa

     

     

     

     

     

    Supervisi klinis

     

     

     

     

     

    Pekan Ulangan Harian II

     

     

     

    Waka Kurikulum dan Guru Bidang Studi

     

     

     

     

    Waka Kurikulum dan Guru bidang studi

     

     

     

     

     

    Waka Kurikulum dan satf serta guru bidang studi

     

     

     

     

    Waka Kurikulum dan Guru Bidang Studi

     

     

     

     

     

     

     

     

    Waka Kurikulum dan Guru Bidang Studi

     

     

    Guru Bidang Studi dan Waka Kurikulum

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

    Kepala Sekolah dan Staf

     

     

     

     

    Guru Bidang Studi

     

     

     

     

    Koordinasi SMA Xaverius 1, 2, 3, 4, dan SMK Xaverius

    Dimensi: Evaluasi dan Penilaian

     

    Per Sekolah

     

     

     

     

     

     

    Disiplin waktu dan hasil harap dimonitor sesuai dengan target per bidang studi

     

    Bekerja sama dengan wali kelas, ketua kelas, dan Kurikulum perlu dilakukan pemantauan semua bidang studi dan kelas untuk kegiatan ulangan

     

    Tertib Admistrasi: Sekretaris Kurikulum

     

    Tertib Admistrasi: Sekretaris Kurikulum (Daftar hadir siswa, laporan dan absensi guru)

     

    Kegiatan pembelajaran selama bulan puasa berlangsung @ 35 menit

     

     

    Bekerja sama dengan Pengawas Pembina Dinas Pendidikan Kota Palembang

     

    Mohon dibuat laporan tertulis komputasi

     

    NO.

    WAKTU

    KEGIATAN

    KOORDINATOR/ PENANGGUNG JAWAB

    KET.

     

    18

     

     

     

     

     

     

     

     

     

    19

     

     

     

    20

     

     

     

    21

     

     

     

     

    22

     

     

     

     

    23

     

     

     

    24

     

     

     

     

     

     

     

     

     

    25

     

     

     

    26

     

     

     

    27

     

     

     

    28

     

     

     

    1 Oktober 2008

     

     

     

     

     

     

     

     

     

    2-9 Oktober 2008

     

     

    9 Oktober 2008

     

     

     

    10-11 Oktober 2008

     

     

     

    12 Oktober 2008

     

     

     

    22-31 Oktober 2008

     

     

    6 November 2008

     

     

     

     

     

     

     

     

    18 – 27 Oktober 2008

     

     

    29 Oktober-7 November 2008

     

     

    15-24 November 2008

     

     

    26 November 2008

     

     

    1. Rapat Pembinaan Dewan Guru

     

     

     

    1. Batas penyerahan hasil Ulangan Harian II

    Kegiatan Remedial II

     

     

     

    Penyerahan nilai rata-rata harian dan tugas per guru bidang studi

     

    Pengerjaan rapor tengah semester gasal 2008/2009

     

     

     

    Pembagian rapor tengah semester gasal kepada pembelajar

     

     

    Retret kelas XII

     

     

     

    1. Rapat Pembinaan Dewan Guru

     

     

     

     

    1. Penyusunan soal EBS

    Pekan ulangan harian III

     

     

     

    Pekan remedial, reteaching, dan pelajaran tambahan

     

    Pekan ulangan harian IV

     

     

     

    Batas penyerahan akhir soal EBS Gasal 2006/20007

     

    Kepala Sekolah, Staf, dan Dewan Guru

     

     

     

    Guru Bidang studi dan Kurikulum Guru Bidang Stdui dan Waka Kurikulum

     

    Guru Bidang Studi dan Waka Kurikulum

     

     

    Guru Bidang Studi dan Waka Kurikulum

     

     

    Waka Kurikulum dan Tim Komputasi rapor

     

     

     

    Waka Kurikulum dan Wali kelas

     

     

     

    Waka Kesiswaan dan Pembina OSIS

     

     

    Kepala sejkolah dan Staf beserta Dewan Guru

     

     

     

     

    Guru Bidang Studi

     

     

    Guru Bidang Studi

     

     

     

    Guru Bidang Studi

     

     

     

    Guru Bidang Studi

     

     

     

    Sekretariat EBS

     

    Materi: Evaluasi Layanan Pembelajaran kepada pembelajar

     

    Tertib Adm.: Sekretaris Kuriklum

     

     

     

     

     

     

     

    Diminta laporan melalui disket dan lembaran kertas

     

    Guru dimohon

    mengecek akurasi rapor sebelum dibagikan

     

     

     

     

     

     

    Wisma Giri Nugraha Km. 7

     

     

    Materi: Seputar EBS Gasal dan Dimensi Pengembangan profesionalisme guru

     

     

     

    Tertib Adm.: Sekretaris Kuriklum

     

     

    Tertib Adm.: Sekretaris Kuriklum

     

     

    Tertib Adm.: Sekretaris Kuriklum

    NO.

    WAKTU

    KEGIATAN

    KOORDINATOR/ PENANGGUNG JAWAB

    KET.

     

    29

     

     

     

    30

     

     

    31

     

     

     

    32

     

    30 November-8 Desember 2008

     

     

    10-15 Desember 2008

     

    17-19 Desember

    2008

     

    20 Desember 2008

     

    Evaluiasi Belajar semester Gasal 2008/2009

     

     

    Remedial EBS Semestyer Gasal 2008/2009

     

    Komputasi rapor

     

     

     

    Pembagian rapor kepada orang tua/wali murid

     

     

    Waka Kurikulum, staf, dan Panitia

     

     

    Sda.

     

     

    Waka Kurikulum dan Tim komputasi Rapor

     

     

    Wali kelas masing-masing

     

    Teknis:

    Tim Sekretariat EBS

     

    Sda.

     

     

    Wali kelas dimohon mengecek akuarasi data nilai

    33

     

    21Desember 2008-3 Januari 2009

    Libur Natal dan Semester Gasal 2008/2009

     

     

     

     

     

    34

     

     

     

    35

     

     

     

     

     

     

    36

     

     

    39

     

     

     

     

    40

     

     

     

     

     

     

    41

     

     

     

    42

     

     

     

    43

     

     

     

     

     

    4 Januari 2009

     

     

     

    5 s.d. 6  Januari – 30 April 2009

     

     

     

     

     

    23-31 Januari 2009

     

    6 Februari 2008

     

     

     

     

    8-28  Februari 2009

     

     

     

     

     

    7-14 Februari 2009

     

     

    15 Maret 2008

     

     

     

    27 Februari 2009 s.d. 8  Maret 2009

     

     

     

    Hari pertama KBM semester genap

     

     

    MGMP II

     

     

     

     

     

     

    Pekan ulangan harian I semester genap

     

    Batas akhir penyerahan nilai ulangan harian I Semester Genap ke Kurikulum

     

    Pendampingan guru

     

     

     

     

     

     

    Pelaksanaan remedial, reteaching, dan atau pelajaran tambahan I

     

    Batas akhir penyerahan nilai remedial

     

     

    Pekan ulangan harian II

     

     

     

     

     

    Kepala sekolah dan staf serta Dewan Guru

     

     

    Koordinasi  antar-SMA-K Xaverius Kota Palembang

     

     

     

     

    Guru Bidang Studi

     

     

    Guru Bidang Studi

    Dan Waka Kurikulum

     

     

     

    Kepala sekolah dan Staf

     

     

     

     

     

    Guru Bidang Studi

     

     

     

    Guru Bidang Studi

     

     

     

    Guru Bidang Studi

     

     

     

     

     

    Semua konstituen sekolah yang terlibat

     

     

    Koordinasi: Dimensi yang diupayakan: Pencerahan Penghayatan Profesi

     

     

     

    Tertib Adm.: Sekretaris Kuriklum

     

    Tujuan: Peningkatan kualitas pelayanan pembelajaran dengan berbagai media

    Tertib Adm.: Sekretaris Kurikulum

     

     

     

     

     

    Tertib Adm.: Sekretaris Kurikulum

     

    Tertib Adm.: Sekretaris Kurikulum

    NO.

    WAKTU

    KEGIATAN

    KOORDINATOR/ PENANGGUNG JAWAB

    KET.

     

    44

     

     

    45

     

     

     

     

    46

     

     

    46

     

     

    47

     

     

    49

     

     

    50

     

     

     

     

     

     

     

    51

     

     

    52

     

     

    53

     

     

    54

     

     

    55

     

     

     

    56

     

     

    57

     

     

    58

     

     

     

    59

     

     

     

    7-9 Maret 2009

     

     

    6-15 Maret 2009

     

     

     

     

    16 Maret 2009

     

     

    15-17 Maret

    2009

     

    18 Maret 2009

     

     

    4-12 April 2009

     

     

    18-24 April 2009

     

     

     

     

     

     

    3 –29 April 2009

     

     25 April 2009

     

     

    1-7 Mei 2009

     

     

    9-14 Mei 2009

     

     

    16-31 Mei 2009

     

     

    2 Juni 2009

     

     

    3-12 Juni 2009

     

     

    11-17 Juni 2008

     

     

     

    11 Juni 2009

     

     

     

    LOMBA MIPA IV

     

     

    Kegiatan remedial, reteaching, dan atau pelajaran tambahan

     

     

     

    Batas akhir penyerahan nilai perbaikan

     

    Pengerjaan rapor tengah

     

     

    Pembagian rapor tengah semester

     

    Pekan ulangan harian III

     

     

    Kegiatan remedial, reteaching, dan atau pelajaran tambahan III

     

     

     

     

     

    Pelaksanaan ujian praktik kelas 3

     

    Batas akhir penyerahan nilai perbaikan

     

    Pekan ulangan harian IV

     

     

    Ujian Nasional Kelas XII

     

     

    Kegiatan remedial, reteaching, dan atau tambahan

     

    Batas akhir penyerahan nilai perbaikan

     

    Evaluasi Belajar Semester Genap

     

    Remedial I + II siswa yang belum tuntas

     

     

    Batas akhir penyerahan nilai semester genap

     

     

    Kepala Sekolah, Staf, dan Panitia

     

    Waka Kurikulum dan Guru Bidang Studi

     

     

     

     

    Guru Bidang Studi

     

     

    Kurikulum dan Tim Komputasi Rapor

     

    Kurikulum

    Wali Kelas

     

    Guru-guru Bidang Studi

     

     

    Guru-guru Bidang Studi

     

     

     

     

     

     

     

    Waka Kurikulum dan Guru Bidang Studi

     

    Guru Bidang Studi

     

     

    Guru Bidang Studi

     

     

    Kurikulum dan Guru Bidang Studi

     

    Kurikulum dan Guru Bidang Studi

     

     

    Kurikulum dan Guru Bidang Studi

     

    Kepala Sekolah dan Staf dan Panitia

     

    Waka Kurikulum dan Tim Komputasi

    Guru Bidang Studi

     

    Waka Kurikulum dan Tim Komputasi

    Guru Bidang Studi

     

    Panitia Lomba

     

     

    Diadakan pada hari Senin, Selasa, Rabu. Ruang dan jadwal ditentukan oleh guru ybs.

     

     

     

    Sekretariat Kurikulum

     

    Sekretariat Kurikulum

     

    Pemantauan: Wakakur

     

    Semua bidang studi dan tingkat kelas

    Diadakan pada hari Senin, Selasa, Rabu. Ruang dan jadwal ditentukan oleh guru ybs.

     

    Sekretariat Kurikulum

     

    Sekretariat Kurikulum

     

    Sekretariat Kurikulum

     

    Sekretariat Kurikulum

     

    Pemantauan: Kurikulum

     

     

    Sekretariat Kurikulum

     

    Sekretariat Kurikulum

     

    Sekretariat Kurikulum

     

     

     

     

     

    NO.

    WAKTU

    KEGIATAN

    KOORDINATOR/ PENANGGUNG JAWAB

    KET.

     

    60

     

     

     

     

     

     

    61

     

     

    62

     

    63

     

     

    64

     

     

     

     

    Minggu kedua/ketiga Juni

     

     

     

     

    19-23 Juni 2009

     

     

    24 Juni 2009

     

    25 Juni 2008

     

     

    26 Juni -

    14 Juli 2008

     

    1. Rapat Kelulusan Kelas XII
    2. Pengumuman kelulusan
    3. Cap tiga jari
    4. Pembagian berkas

    Pengerjaan rapor kelas X, XI

     

    Rapat kenaikan kelas

     

    Pembagian rapor kelas X, XI

     

    Libur semester genap

     

    Kepala sekolah, Waka Staf, dan Dewan Guru

    Wali kelas

     

    Wali kelas

    Wali kelas

     

    Tim Komputasi Wali kelas

     

    Dewan Guru

     

    Kepala sekolah, Waka Staf, dan Dewan Guru

     

     

     

     

    Pemantauan: Kurikulum

     

     

     

     

     

    Sekretariat Kurikulum

     

     

     

    Sekretariat Kurikulum

     

     

     

     

     

     

                                                                                                               

    Palembang, 8 Juli 2008

     

     

     

     

                                                                                                                   Drs. Kasdi Haryanta

                                                                                                                     Waka Kurikulum

     

     

    STANDAR KOMPETENSI LULUSAN MATA PELAJARAN

    Juni 17, 2008
           STANDAR KOMPETENSI LULUSAN MATA PELAJARAN
    SEKOLAH MENENGAH ATAS XAVERIUS 1 PALEMBANG

     

    1.     Pendidikan Agama Katolik

    Peserta didik dapat menguraikan pemahaman tentang pribadinya sebagai pria dan wanita serta sebagai Citra Allah yang memiliki akal budi untuk berpikir kritis serta memiliki suara hati dan kehendak yang bebas untuk bertindak secara  bertanggung jawab.

    1.      Peserta didik menguraikan pemahaman tentang pribadi Yesus Kristus yang diwartakan oleh Kitab Suci dan diajarkan oleh Gereja dan bagaimana upaya nyata meneladani dalam hidup sehari-hari.

    2.      Peserta didik dapat menguraikan    pemahaman makna Gereja, fungsi dan sifat-sifatnya serta hubungannya dengan dunia dan bagaimana menghayati dalam hidup bergereja.

    3.      Peserta didik menguraikan fungsi Gereja yaitu melanjutkan perutusan Yesus untuk mewartakan Kerajaan Allah dan melibatkan diri dalam perutusan itu untuk memperjuangkan martabat dan hak asasi manusia  dengan menegakkan nilai-nilai Kerajaan Allah, antara lain: keadilan, kejujuran dan keutuhan

    4.      lingkungan hidup.

     

     

     

     

    2.     Pendidikan Kewarganegaraan

          Memahami hakekat bangsa dan Negara Kesatuan Repubilik Indonesia

    1.      Menganalisis sikap positif terhadap penegakan hukum, peradilan nasional, dan tindakan anti korupsi

    2.      Menganalisis pola-pola  dan  partisipasi aktif dalam pemajuan, penghormatan serta penegakan HAM baik di Indonesia maupun  di luar negeri

    3.      Menganalisis peran dan hak warganegara dan sistem pemerintahan NKRI

    4.      Menganalisis budaya politik demokrasi, konstitusi , kedaulatan negara, keterbukaan dan keadilan di Indonesia

    5.      Mengevaluasi hubungan internasional dan sistem hukum internasional

    6.      Mengevaluasi sikap berpolitik dan bermasyarakat madani sesuai dengan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945

    7.      Menganalisis peran Indonesia dalam politik dan hubungan internasional, regional, dan kerja sama global lainnya

    8.      Menganalisis sistem hukum internasional, timbulnya konflik internasional, dan mahkamah internasional

     

    3.     Bahasa dan Sastra Indoensia

    Program IPA dan IPS

    1.      Mendengarkan

    Memahami wacana lisan dalam kegiatan penyampaian berita, laporan, saran, berberita, pidato, wawancara, diskusi, seminar, dan pembacaan karya sastra berbentuk puisi, cerita rakyat, drama, cerpen, dan novel

    2.      Berbicara

    Menggunakan wacana lisan untuk mengungkapkan pikiran, perasaan, dan informasi dalam kegiatan berkenalan, diskusi, bercerita, presentasi hasil penelitian, serta mengomentari pembacaan puisi dan pementasan drama

    3.      Membaca

    Menggunakan berbagai jenis membaca untuk memahami wacana tulis teks nonsastra berbentuk grafik, tabel, artikel, tajuk rencana, teks pidato, serta teks sastra berbentuk puisi, hikayat, novel, biografi, puisi kontemporer, karya sastra berbagai angkatan dan sastra Melayu klasik

    4.      Menulis

    Menggunakan berbagai jenis wacana tulis untuk mengungkapkan pikiran, perasaan, dan informasi dalam bentuk teks narasi, deskripsi, eksposisi, argumentasi, teks pidato, proposal, surat dinas, surat dagang, rangkuman, ringkasan, notulen, laporan, resensi, karya ilmiah, dan berbagai karya sastra berbentuk puisi, cerpen, drama, kritik, dan esei.

     

    4. Bahasa Inggris

    1.      Mendengarkan

    Memahami makna dalam wacana lisan interpersonal dan transaksional, secara formal maupun informal, dalam bentuk recount, narrative, procedure, descriptive, news item, report, analytical exposition, hortatory exposition, spoof, explanation, discussion, dan review, dalam konteks kehidupan sehari-hari

    2.      Berbicara

    Mengungkapkan makna secara lisan dalam wacana interpersonal dan transaksional, secara formal maupun informal, dalam bentuk recount, narrative, procedure, descriptive, news item, report, analytical exposition, hortatory exposition, spoof, explanation, discussion, dan review, dalam konteks kehidupan sehari-hari

    3.      Membaca

    Memahami makna dalam wacana tertulis interpersonal dan transaksional, secara formal maupun informal, dalam bentuk recount, narrative, procedure, descriptive, news item, report, analytical exposition, hortatory exposition, spoof, explanation, discussion, dan review, dalam konteks kehidupan sehari-hari

    4.      Menulis

    Mengungkapkan makna secara tertulis dalam wacana interpersonal dan transaksional, secara formal maupun informal, dalam bentuk recount, narrative, procedure, descriptive, news item, report, analytical exposition, hortatory exposition, spoof, explanation, discussion, dan review, dalam konteks kehidupan sehari-hari

     

    5.     Matematika

    5.1 Program IPA

    1.      Memahami pernyataan dalam matematika dan ingkarannya,  menentukan nilai kebenaran pernyataan majemuk dan pernyataan berkuantor, serta  menggunakan prinsip logika matematika dalam pemecahan masalah

    2.      Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan aturan pangkat, akar dan logaritma, fungsi aljabar sederhana, fungsi kuadrat, fungsi eksponen dan grafiknya, fungsi komposisi dan fungsi invers, persamaan dan pertidaksamaan kuadrat, persamaan lingkaran dan persamaan garis singgungnya, suku banyak, algoritma pembagian dan teorema sisa, program linear, matriks dan determinan, vektor, transformasi geometri dan komposisinya, barisan dan deret, serta menggunakannya dalam pemecahan masalah

    3.      Menentukan kedudukan, jarak dan besar sudut yang melibatkan titik, garis dan bidang di ruang dimensi tiga serta  menggunakannya dalam pemecahan masalah

    4.      Memahami konsep perbandingan, fungsi, persamaan dan identitas trigonometri, rumus  sinus dan kosinus jumlah dan selisih dua sudut, rumus jumlah dan selisih sinus dan kosinus, serta   menggunakannya dalam pemecahan masalah

    5.      Memahami limit fungsi aljabar dan fungsi trigonometri di suatu titik dan sifat-sifatnya, turunan fungsi, nilai ekstrem, integral tak tentu dan integral tentu fungsi aljabar dan trigonometri, serta  menerapkannya dalam pemecahan masalah

    6.      Memahami dan  mengaplikasikan penyajian data dalam bentuk tabel, diagram, gambar, grafik, dan ogive, ukuran pemusatan, letak dan ukuran penyebaran, permutasi dan kombinasi, ruang sampel dan peluang kejadian dan menerapkannya dalam pemecahan masalah

    7.      Memiliki sikap menghargai matematika dan kegunaannya dalam kehidupan

    8.      Memiliki kemampuan berpikir logis, analitis, sistematis, kritis, dan kreatif, serta mempunyai kemampuan bekerjasama

         5.2 Program IPS

    1.      Memahami pernyataan dalam matematika dan ingkarannya,  menentukan nilai kebenaran pernyataan majemuk dan pernyataan berkuantor, serta  menggunakan prinsip logika matematika dalam pemecahan masalah yang berkaitan dengan pernyataan majemuk dan pernyataan berkuantor

    2.      Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan aturan pangkat, akar dan logaritma, fungsi aljabar sederhana, fungsi kuadrat dan grafiknya, persamaan dan pertidaksamaan kuadrat, komposisi dan invers fungsi, program linear, matriks dan determinan, vektor, transformasi geometri dan komposisinya, barisan dan deret, serta menggunakannya dalam pemecahan masalah

    3.      Menentukan kedudukan, jarak dan besar sudut yang melibatkan titik, garis dan bidang di ruang dimensi tiga serta  menggunakannya dalam pemecahan masalah

    4.      Memahami konsep perbandingan, fungsi, persamaan dan identitas trigonometri serta   menggunakannya dalam pemecahan masalah

    5.      Memahami limit fungsi aljabar dan fungsi trigonometri di suatu titik dan sifat-sifatnya, turunan fungsi, nilai ekstrem, integral tak tentu dan integral tentu fungsi aljabar dan trigonometri, serta  menerapkannya dalam pemecahan masalah

    6.      Mengaplikasikan penyajian data dalam bentuk tabel, diagram, gambar, grafik, dan ogive, ukuran pemusatan, letak dan ukuran penyebaran, permutasi dan kombinasi, ruang sampel dan peluang kejadian, dalam pemecahan masalah

    7.      Memiliki sikap menghargai matematika dan kegunaannya dalam kehidupan

    8.      Memiliki kemampuan berpikir logis, analitis, sistematis, kritis dan kreatif, serta mempunyai kemampuan bekerjasama.

     

    6.      Fisika

    1.      Melakukan percobaan, antara lain merumuskan masalah, mengajukan dan menguji hipotesis, menentukan variabel, merancang dan merakit instrumen, mengumpulkan, mengolah dan menafsirkan data, menarik kesimpulan, serta mengkomunikasikan hasil percobaan secara lisan dan tertulis

    2.      Memahami prinsip-prinsip pengukuran dan melakukan pengukuran besaran fisika secara langsung dan tidak langsung secara cermat, teliti, dan obyektif

    3.      Menganalisis gejala alam dan keteraturannya dalam cakupan mekanika benda titik, kekekalan energi, impuls, dan momentum

    4.      Mendeskripsikan prinsip dan konsep konservasi kalor sifat gas ideal, fluida dan perubahannya yang menyangkut hukum termodinamika serta penerapannya dalam mesin kalor

    5.      Menerapkan konsep dan prinsip optik dan gelombang dalam berbagai penyelesaian masalah dan produk teknologi

    6.      Menerapkan konsep dan prinsip kelistrikan dan kemagnetan dalam berbagai masalah dan produk teknologi

     

    7.     Biologi

    1.      Merumuskan masalah, mengajukan dan menguji hipotesis, menentukan variabel, merancang dan merakit instrumen, menggunakan berbagai peralatan untuk melakukan pengamatan dan pengukuran yang tepat dan teliti, mengumpulkan, mengolah, menafsirkan dan menyajikan data secara sistematis, dan menarik kesimpulan sesuai dengan bukti yang diperoleh, serta berkomunikasi ilmiah hasil percobaan secara lisan dan tertulis

    2.      Memahami keanekaragaman hayati dan klasifikasinya, peranan keanekaragaman hayati bagi kehidupan dan upaya pelestariannya.

    3.      Menganalisis hubungan antar komponen ekosistem, perubahan materi dan energi, serta peranan manusia dalam keseimbangan ekosistem

    4.      Memahami konsep sel dan jaringan, keterkaitan antara struktur dan fungsi organ, kelainan dan penyakit yang mungkin terjadi pada sistem organ, serta implikasinya pada sains, lingkungan, teknologi dan masyarakat

    5.      Memahami faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan, proses metabolisme dan hereditas, evolusi dan implikasinya dengan sains, lingkungan, teknologi dan masyarakat

    6.      Memahami prinsip-prinsip dasar bioteknologi serta implikasinya pada sains, lingkungan, teknologi dan masyarakat

    8.     Kimia

          Melakukan percobaan, antara lain merumuskan masalah, mengajukan dan menguji hipotesis, menentukan variabel, merancang dan merakit instrumen, mengumpulkan, mengolah dan menafsirkan data, menarik kesimpulan, serta mengkomunikasikan hasil percobaan secara lisan dan tertulis

    1.      Memahami hukum dasar dan penerapannya, cara perhitungan dan pengukuran, fenomena reaksi kimia yang terkait dengan kinetika, kesetimbangan, kekekalan masa dan kekekalan energi

    2.      Memahami sifat berbagai larutan asam-basa, larutan koloid, larutan elektrolit-non elektrolit, termasuk cara pengukuran dan kegunaannya

    3.      Memahami konsep reaksi oksidasi-reduksi dan elektrokimia serta penerapannya dalam fenomena pembentukan energi listrik, korosi logam, dan pemisahan bahan (elektrolisis)

    4.      Memahami struktur molekul dan reaksi senyawa organik yang meliputi benzena dan turunannya, lemak, karbohidrat, protein, dan polimer serta kegunaannya dalam kehidupan sehari-hari.

     

    9.     Sejarah

    1. Kelas X

    1.      Memahami ruang lingkup ilmu sejarah

    2.      Menggunakan  prinsip-prinsip dasar penelitian sejarah

    3.      Menganalisis masa pra-aksara dan masyarakat aksara pada masyrakat Indonesia

    4.      Menganalisis kehidupan awal masyarakat di Indonesia meliputi peradaban awal, asal-usul dan persebaran manusia di wilayah nusantara/Indonesia

    2. Program IPA

    1. Menganalisis perkembangan masa negara-negara tradisional yang meliputi masa Hindu-Buddha, Islam di Indonesia

    2. Membandingkan perkembangan masyarakat Indonesia masa penjajahan Hindia-Belanda dan Pemerintahan Pendudukan Jepang

    3.  Menganalisis proses kelahiran dan pertumbuhan nasionalisme di Indonesia

    4. Merenkonstruksi perkembangan masyarakat Indonesia sejak Proklamasi Kemerdekaan sampai dengan periode Demokrasi terpimpin

    5. Merekonstruksi pergantian pemerintahan masa awal kemerdekaan (1945-1955), Demokrasi terpimpin (1955-1967), ke masa pemerintahan Orde Baru (1967-1998) sampai periode Reforrmasi (sejak 1998 s/d sekarang)

    6. Merekonstruksi perkembangan masyarakat pada masa Orde Baru

    7. Menganalisis perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sesudah Perang Dunia II sampai dengan pertumbuhan teknologi mutahir

    3. Program IPS

    1.      Menganalisis  kehidupan awal, peradaban manusia Indonesia dan bangsa-bangsa lain di dunia, serta asal usul dan persebaran manusia di Indonesia

    2.      Menganalisis perkembangan bangsa Indonesia pada masa Negara tradisional, meliputi perkembangan budaya, agama, dan sistem pemerintahan masa Hindu-Buddha,  masa Islam, proses interaksi antara tradisi lokal, Hindu-Buddha, dan Islam di Indonesia

    3.      Menganalisis  kesejarahan masa kolonial Hindia Belanda (pengaruh Barat) meliputi perubahan ekonomi, demografi, sosial, serta politik dan masa kolonial Jepang yang meliputi perubahan sosial-ekonomi, politik

    4.      Menganalisis pengaruh berbagai revolusi politik dan sosial di dunia (Revolusi Perancis, revolusi Amarika, revolusi Rusia) terhadap perubahan sosial, ekonomi, dan politik di Indonesia

    5.      Menganalisis peristiwa sekitar Proklamasi 17 Agustus 1945, terbentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan lahirnya Undang-Undang Dasar 1945

    6.      Menganalisis perkembangan masyarakat Indonesia mulai masa kerajaan-kerajaan Hindu-Buddha, kerajaan-kerajaan Islam, permerintahan colonial Belanda, Inggris, Pemerintahan Pendudukan Jepang, meliputi politik (lahirnya gerakan pendidikan dan nasionalisme), cita-cita terbentuknya Negara merdeka dan sebagainya

    7.      Menganalisis perjuangan dalam mempertahankan kemerdekaan dan persatuan NKRI darii ancaman disintegrasi bangsa, antara lain Peristiwa Madiun 1948, Pemnerontakan DI/TII, Peristiwa PERMESTA, Peristiwa Andi Azis, RMS, PRRI, dan Gerakan G-30-S/PKI

    8.      Menganalisis perkembangan masyarakat Indonesia sejak Proklamasi sampai dengan masa Orde Baru, dan masa Reformasi, meliputi  Masa Pemerintahan Demokrasi Terpimpin (Orde baru, 1945-1967), masa Demokrasi Pancasila (Orde Baru, 1967-1998), dan masa peralihan ke masa Reformasi(1998 –sekarang)

     

    10.                                                Geografi

    1.      Memahami hakikat, objek, ruang lingkup, struktur, dan pendekatan Geografi

    2.      Mempraktekkan keterampilan dasar peta dan memanfaatkannya dalam mengkaji geosfer

    3.      Memahami pemanfaatan citra dan SIG sebagai wahana memvisualkan geosfer

    4.       Menganalisis dinamika dan kecenderungan perubahan unsur-unsur geosfer serta dampaknya terhadap kehidupan di muka bumi

    5.      Memahami pola dan aturan tata surya dan jagad raya dalam kaitannya dengan kehidupan di muka bumi

    6.      Memahami sumber daya alam dan pemanfaatannya secara arif

    7.      Menganalisis pemanfaatan dan pelestarian lingkungan hidup dalam kaitannya dengan pembangunan berkelanjutan

    8.      Menganalisis konsep wilayah dan pewilayahan dalam kaitannya dengan perencanaan pembangunan wilayah, pedesaan dan perkotaan, serta negara maju dan berkembang

     

     

     

    11.                                                Ekonomi

    1.      Menganalisis permasalahan ekonomi dalam kaitannya dengan kebutuhan manusia dan sistem ekonomi

    2.       Mendeskripsikan kegiatan ekonomi produsen, konsumen, permintaan, penawaran dan harga keseimbangan melalui mekanisme pasar

    3.       Mendeskripsikan kebijakan pemerintah dalam bidang ekonomi dalam kaitannya dengan pendapatan nasional, konsumsi, tabungan dan investasi, uang dan perbankan

    4.      Memahami pembangunan ekonomi suatu negara dalam kaitannya dengan ketenagakerjaan, APBN, pasar modal dan ekonomi terbuka

    5.       Menyusun siklus akuntansi perusahaan jasa dan perusahaan dagang

    6.      Memahami fungsi-fungsi manajemen badan usaha, koperasi dan kewirausahaan.

     

    12.                                                Sosiologi

    1.      Memahami sosiologi sebagai ilmu yang mengkaji hubungan masyarakat dan lingkungan

    2.      Memahami proses interaksi sosial di dalam masyarakat dan norma yang mengatur hubungan tersebut serta kaitannya dengan dinamika kehidupan sosial

    3.      Mengidentifikasi kegiatan bersosialisasi sebagai proses pembentukan kepribadian

    4.      Mengidentifikasi berbagai perilaku menyimpang dan anti sosial dalam masyarakat

    5.      Menganalisis hubungan antara struktur dan mobilitas sosial dalam kaitannya dengan konflik sosial

    6.      Mendeskripsikan berbagai bentuk kelompok sosial dan perkembangannya dalam masyarakat yang multikutural

    7.      Menjelaskan proses perubahan sosial pada masyarakat dan dampaknya terhadap kehidupan masyarakat

    8.      Menjelaskan hakikat dan tipe-tipe lembaga sosial dan fungsinya dalam masyarakat

    9.       Melakukan penelitian sosial secara sederhana dan mengkominukasikan hasilnya dalam tulisan dan lisan

     

    13.                                                Kesenian

    1. Seni  Rupa Kelas X

    2. Seri Rupa Kelas XI Program IPA

    1. Mengapresiasi dan mengekspresikan karya seni rupa terapan dengan memanfaatkan teknik dan corak daerah setempat dan Nusantara

    2. Mengapresiasi dan mengekspresikan karya seni terapan dengan memanfaatkan teknik mistar dan proyeksi dengan mempertimbangkan fungsi dan corak seni rupa terapan Nusantara dan mancanegara

    3. Mengapresiasi dan mengekspresikan karya seni rupa murni dan terapan (modern/ kontemporer) yang dikembangkan dari beragam unsur, corak dan teknik seni rupa Nusantara

    3. Seni  Rupa Kelas XI Program IPS

     

    1.      Mengapresiasi dan mengekspresikan karya seni rupa terapan dengan memanfaatkan teknik dan corak daerah setempat dan Nusantara

    2.      Mengapresiasi dan mengekspresikan karya seni kriya dengan memanfaatkan teknik dan corak Nusantara dan mancanegara

    3.      Mengapresiasi dan mengekspresikan karya seni rupa murni dan terapan (modern/kontemporer)  yang dikembangkan dari beragam unsur, corak dan teknik seni rupa Nusantara

     

    4. Seni Rupa Kelas XII Program IPA

    5. Seni Rupa Kelas XII Program IPS

     

    14. Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan

    1.      Mempraktekkan keterampilan permainan dan olahraga dengan menggunakan peraturan

    2.       Mempraktekkan rangkaian senam lantai dan irama serta nilai-nilai yang terkandung di dalamnya

    3.       Mempraktekkan pengembangan mekanik sikap tubuh, kebugaran jasnani serta aktivitas lainnya

    4.       Mempraktekkan gerak ritmik yang meliputi senam pagi, senam aerobik, dan aktivitas lainnya

    5.       Mempraktekkan kegiatan dalam air seperti renang, permainan di air dan keselamatan di air

    6.      Mempraktekkan kegiatan-kegiatn di luar kelas seperti melakukan perkemahan, penjelajahan alam sekitar, mendaki gunung, dan lain-lain

    7.      Memahami budaya hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari seperti perawatan tubuh serta lingkungan yang sehat, mengenal berbagai penyakit dan cara mencegahnya serta menghindari narkoba dan HIV

     

    15.  Teknologi Informasi dan Komunikasi

          Memahami fungsi dan proses kerja berbagai peralatan teknologi informasi dan  komunikasi yang ditopang oleh sikap cermat dan menghargai Hak Atas Kekayaan Intelektual

    1.      Menggunakan perangkat pengolah kata, pengolah angka, pembuat grafis dan pembuat presentasi dengan variasi tabel, grafik, gambar dan diagram untuk menghasilkan informasi

    2.      Memahami prinsip dasar Internet/intranet dan menggunakannya untuk memperoleh informasi, berkomunikasi dan bertukar informasi

    1.      informasi, berkomunikasi dan bertukar informasi

     

    16. Keterampilan

     

    1.      Keterampilan Pengolahan Bahan (Jurusan IPA)

    ·        Mengapresiasi dan menerapkan teknologi pengolahan produk

    ·        Menga[presiasi dan menerapkan teknologi pengolahan bahan padeat dan bahan cair-kental dengan berbagai teknik, antara lain fermentasi

    ·        Mengapresiasi dan menerapkan teknologi pengolahan produk makanan dengan berbagai teknik, misalnya daur ulang, dari satu bahan menjadi berbagai produk

     

    2.      Keterampilan Akuntansi Pembukuan (Jurusan IPS)

    ·        Memahami penyusunan sklus akuntansi perusahaan jasa

    ·        Memahami penyusunan siklus akuntansi perusahaan dagang dan pentupan siklus akuntansi perusaahaan dagang.

     

    17.  Seni Budaya

    17.1 Seni Budaya: Arsitektur (Jurusan IPA)

    ·        Mengapresiasi dan mengekspresikan karya seni rupa terapan dengan menafaatkan teknik dan corak daerah setempat dan Nusantara

    ·        Mengapresiasi dan mengekspresikan karya seni  terapan dengan memanfaatkan teknik mistar dan proyeksi dengan mempretimbangkan fungsi dan corak seni rupa terapan nusantara dan manca Negara

    ·        Mengapresiasi dan mengekspresikan karya seni rupa dan terapan modern kontemporer yang dikembangkan dari berbagai unsur, corak, dan teknik seni rupa Nusantara.

     

    17.2 Seni Budaya: Ekspresi Seni (Jurusan IPS)

    ·        Mengapresiasi dan mengekspresikan karya seni rupa terapan dengan memanfaatkan teknik dan corak daerah setempat dan Nusantara

    ·        Mengapresiasi dan mengekspresikan karya seni kriya dengan memanfaatkan teknik dan corak Nusantara dan mancanegara

    ·        Mengapresiasi dan mengekspresikan karya seni rupa murni dan terapan modern kontemporer yang dikembangkan dari berbagai unsur, corak, dan teknik seni rupa Nusantara.

     

    1. Muatan Lokal

    18.1 Mulok IPA: Elektronika

    ·        Mengapresiasi dan menciptakan karya teknologi berbagai bentuk dan jenis yang bermanfaat secara praktis fungsional dalam kehidupan sehari-hari

    ·        Mengapresiasi dan menciptakan karya teknologi bidang elektronika berbagai bentuk dan jenis yang bermanfaat secara praktis fungsional dalam kehidupan sehari-hari.

    ·        Mengapresiasi dan menciptakan karya teknologi rekayasa alat elektronika serta sarana lain dengan memanfaatkan energi mekanik berbagai bentuk dan jenis yang bermanfaat secara praktis fungsional dalam kehidupan sehari-hari.

     

    18.2       Mulok IPS: Seni Kriya

    ·        Mengapresiasi dan membuat benda kerajinan dan teknik pembentukan manual untuk fungsi eksprsi/hias

    ·        Mengapresiasi dan membuat benda kerajinan dengan berbagai teknik untuk fungsi  eksprsi/hias

    ·        Mengapresiasi dan membuat benda kerajinan dengan mengguinakan bahan keras alami dengan berbagai teknik  untuk fungsi eksprsi/hias

    ·        Mengapresiasi dan membuat benda kerajinan  dengan teknik potong sambung dan teknik potong konstruksi  untuk fungsi eksprsi/hias

    ·        Mengapresiasi dan membuat benda kerajinan dengan menggunakan bahan keras alami dan teknik sayat dan ukir yang menerapkan ragam hias tradisional, mancanegara maupun  modifikasinya.

     

    ALAT PERAGA

    Juni 17, 2008

    Tulisan yang ada dalam blog ini mayoritas masih hasil down-load. Kami belum sampai ke tataran up-load untuk kategori ini. Mudah-mudahan apa yang ada di sini merupakan sosialisasi kemajuan dunia teknologi informasi dalam kemasan dunia pendidikan. Kami setapak demi setapak menuju ke era ini dengan menyadari segala kekurangan.

    Sumber yang bisa di-down-load demikian banyak dan variatif, bergantung bagaimana kita memanfaatkan dan menggunakannya. Selamat berjuang dan berani melakukan perubahan demi kemajuan. Tak bisa kita peroleh kemajuan jika kita selalu bangga dalam jebakan yang statis, tak dinamis, dan pasif. Dunia pendidikan adalah perjuangan hakikat hidup dan kehidupan, mungkin selamanya, namun selalu berkembang dan berubah demi masa depan yang baik.

    DESKRIPSI TUGAS DIVISI KURIKULUM

    Juni 17, 2008

    RINCIAN DESKRIPSI TUGAS

    DIVISI KURIKULUM

    Tahun 2008/2009

     

     

    NO.

     

    JABATAN

    TUGAS

      1

    Waka Kurikulum

    Drs. Kasdi Haryanta

    1.      Konsultasi dengan Kepala Sekolah mempersiapkan dan mengantisipasi kebutuhan sumber daya manusia guru.

    2.      Konsultasi dengan Kepala Sekolah  menyusun dan mepersiapkan program pembinaan peningkatan profesionalisme guru.

    3.      Konsultasi dengan Kepala Sekolah menyusun dan mengatasi Pembagian Tugas Mengajar Guru.

    4.      Konsultasi dengan Kepala Sekolah merancang dan melaksanakan program pembinaan, pengembangan, dan jaminan profesionalisme guru.

    5.      Konsultasi dengan Kepal Sekolah  untuk merancang pelaksanaan dan menentukan langkah-langkah dan strategi ke program SDIP dibantu oleh asisten Kurikulum Bidang SDIP/

    6.      Mengkoordinasi perangkaian jadwal kegiatan pembelajaran dan jadwal piket bersama asisten dan sekretaris.

    7.      Menyusun daftar wali kelas per tahun pembelajaran.

    8.      Mengkoordiansi kegiatan operasional pembelajaran.

    9.      Mengkoordinasi dan mengendalikan kegiatan administratif dewan guru mulai dari perencanaan, pelaksanaan, pengukuran, pengevaluasian, dan penilaian.

    10.  Mengkoordinasikan kegiatan pelayanan laboratorium melalui Koordinator Laboratorium.

    11.  Mengkoordinasi kegiatan operasional pengukuran, pengevaluasian, dan penilaian dewan guru dalam memberikan pelayanan pembelajaran.

    12.  Mengkoordinasi kegiatan pelayanan  remedial harian maupun akhir semester.

    13.  Mengkoordinasikan kegiatan pelayanan pelajaran pengayaan materi pembelajaran.

    14.  Mengkoordinasikan kegiatan pelayanan pelajaran tambahan.

    15.  Bekerja samna dengan wakil kepala sekolah bidang kurikulum sekolah lain dalam perancangan dan pelaksanaan musyawarah guru Mata pelajaran dan koordinasi SMA/SMK Xaverius Kota Palembang.

    16.  Mengkoordinasi kegiatan perencanaan, pelaksanaan, pelayanan, pengukuran, pengevaluasian, dan penilaian proses  pembelajaran baik bersifat rutin maupun periodik terjadwal.

    17.  Mengkoordinasi perancangan dan pelaksanaan tenaga operasional kegiatan pelayanan pembelajaran terjadwal parsial.

     

    NO.

     

    JABATAN

    TUGAS

     

    2

     

    Asisten Kurikulum Bidang Umum

    Herman Yosep Sunu Endrayanto, S.Pd.

    1.      Bekerja sama dengan Waka Kurikulum bertanggung jawab terhadap pengelolaan kegiatan pembelajaran kelas

    2.      Mengontrol kelas per kelas proses pembelajaran sesuai jadwal

    3.      mengontrol jadwal guru piket untuk mengatasi kebutuhan kondisional pembelajaran sesuai jadwal

    4.      Mengontrol pengembalian peralatan kelas dibantu oleh tenaga teknis

    5.      Bersama Sekretaris mengontrol kebutuhan sarana pembelajaran (kapur putih, kapur berwarna, penghapus, papan tulis, penggaris panjang, penggaris segitiga, busur, jangka dan lain-lain)

    6.      Bersama petugas tenaga teknis mengontrol kelengkapan pengembalian sarana pembelajaran kelas per kelas

    7.      Bersama Sekretaris mengoordinasi dan mengontrol kegiatan laboratorium berkoordianasi dengan Koordinator Laboratorium

    8.      Bekerjasama dengan Sekretaris mengawasi kegiatan remedial. Pengayaan, dan pelajran tambahan

    9.      Bekerjasama dengan tenaga operasional lain menangani kegiatan parsial ( Evaluasi Belajar Semester, Ujian Praktik, Ujian Nasional, dan lain lain )

    10.  Mengumpulkan data siswa peserta evaluasi belajar semester atau ujjian susulan

    11.  Mengkoordinasi kegiatan evaluasi belajar semester atau ujian susulan bekerja sama dengan tenaga operasional

    12.  Bekerja sama dengan tenaga teknis mengoordiansi penataan tempat evaluasi atau ujian

    13.  Mengatasi kebutuhan kondisional mengatasi keprluan pembelajaran kelas

     

     

     3

     

    Asisten Kurikulum Bidang SDIP

    3.1  A. Sudarsana, S.Pd.

    3.2  St. Agus Susanto, S.Pd.

     

     

    1.      Konsultasi dengan Kepala Sekolah da Staf merancang        bentuk pelaksanaan pengembangan sistem dan sarana sekolah ke arah SDIP

    2.      Bersama Waka Kurikulum merancang langkah-langkah perencanaan SDIP ke dalam program per satuan waktu secara operasional

    3.      Bekerja sama denga Waka Kurikulum bertanggung jawab terhadap pengelolaan kegiatan pembelajaran kelas menuju ke kelas internasional dengan mengacu  ke standar Kurikulum Cambridge

    4.      Menentukan pihak-pihak terkait dengan pelaksanaan opersional

    5.      Konsultasi dengan Kepala Sekolah bersama Waka Kurikulum bertanggung jawab terhadap pelaksanaan program SDIP

    6.      Merancang dan menyusun program komputasi sisitem layanan administrasi dan publikasi

    7.      Bekerja sama dengan Waka Humas merancang dan mempublikasikan bentuk layanan informasi pembelajaran mulai dari layanan perancangan, pelaksanaan, pengevaluasian, dan publikasi

     

     

     

    NO.

     

    JABATAN

    TUGAS

     

     4

     

    Sekretaris

    Maria Marisa Asti, S.E

     

    1.      Mencatat kehadiran(absensi) guru setiap hari dan memasukkan datanya ke akreditasi dalam sistem komputasi

    2.      Mencatat tugas guru piket setiap hari sistem komputasi

    3.      Mengarsipkan legger sementara, legger tetap, dan map nilai dari wali kelas

    4.      Mempersiapkan berkas-berkas remedial dan pengayaan

    5.      Menerima setoran nilai harian dari guru yang akan mengadakan remedial

    6.      Mengetik setoran nilai harian dari guru yang akan mengadakan remedial dalam sistem komputasi

    7.      Mengarsipkan nilai harian per bidang studi dalam file folder dalam satuan waktu pembelajaran

    8.      Membuat rekap remedial dan pengayaan setiap akhir bulan

    9.      Mengarsipkan daftar hadir siswa remedial setiap bulan dalam sistem komputasi

    10.  Merekap dan mengetik jadwal mengajar guru dalam sistem komputasi

    11.  Merekap dan mengetik jadwal kelas dalam sistem komputasi

    12.  Konsultasi dengan Waka Kurikulum menyusun daftar hadir mengawas evaluasi belajar semester

    13.  Mempersiapkan berkas-berkas remedial ulangan semester

    14.  Mengarsipkan data siswa yang mengikuti remedial ulangan semester

    15.  Mempersiapkan blangko setoran nilai guru bidang studi untuk wali kelas

    16.  Mempersiapkan map nilai untuk wali kelas

    17.  Menerima setoran nilai dari guru dan memasukkannya ke map kelas masing-masing

    18.  Menyusun daya serap per semester

    19.  Merekap dan menghitung persentase kehadiran (absensi) guru per semester

    20.  Mengarsipkan berkas-berkas remedial dan pengayaan selama satu tahun pelajaran

    21.  Menata dan menyusun arsip surat masuk dan suart keluar

    22.  Menata dan menyusun format-format administratif guru baik untuk keprluan harian maupun rutin parsial

      5

    Layanan Administrasi dan Publikasi

    Janer Silaban, S.Kom

    1.      Merancang website terprogram setapak demi setapak untuk mewujudkan profil sekolah dalam jaringan

    2.      Bekerja sama dengan Tata Usaha dan Sekretaris Kurikulum merancang dan melaksanakan program

    3.      Menyusun rancangan basis data bekerja sama dengan Tata Usaha dan  Sekretaris Kurikulum, serta lini lain

    4.      Bekerja sama dengan guru TIK merancang dan menyusun program layanan email learning

    5.      Bekerja sama dengan Waka Humas merekap dan menyusun visualisasi kegiatan-kegiatan sekolah dalam layanan multimedia

    6.      Bekerja sama dengan Waka Humas memberi layanan publikasi profil sekolah dengan sarana multimedia.

     

     

     

    NO.

     

     

    JABATAN

     

    TUGAS

     

     

     6

     

    Koordinator Laboratorium

    F. Untung Supriyanto, S.Pd

    1.      Mengkoordinasi peran dan tanggung jawab laboran dengan menyusun deskripsi tanggung jawab, tugas, dan kewajiban masing-masing

    2.      Mengkoordinasi kebutuhan peralatan dan bahan keperluan laboratorium

    3.      Mengkoordinasi penggunaan laboratorium dengan menggunakan sistem pengusulan waktu dan tempat penggunaan dari guru bidang studi, minimal dua hari sebelumnya

    4.      Bertanggung jawab terhadap penggunaan laboratorium di luar jam pembelajaran, dalam hal ini keperluan ekstrakulikuler

    5.      Menyusun program tahunan dan porgram semester aplikasi pemakaian laboratorium berdasarkan program sekolah/kurikulum an usulan/laporan

    6.      Bekerja sama dengan laboran mengiventarisasi ketersediaan kondisi perangkat/bahan laboratorium untuk kegiatan pembelajaran

    7.      Bekerja sama dengan laboran merancang jadwal pemakaian laboratorium sehingga terhindar dari benturan/tabrakan jadwal penggunaan

    8.      Mengajukan proporsal perangkat sarana/bahan laboratorium ke Waka Sarana berdasarkan masukan laboran dan pembina KIR/Ekstrakulikuler dan diketahui oleh Waka Kurikulum

    9.      Bekerjaa sama dengan laboran dalam mengontrol pemakaian laboratorium secara rutin

    10.  Mengontrol kondisi-keadaan perangkat dan sarana laboratorium secara rutin

    11.  Memberikan laporan administrasi pemakaian laboratorium ke Waka Kurukulum, Waka Sarana dan Kepala Sekolah

           

     

    7

     

    Laboran

    1.      Laboran Fisika

          Ignatius Sutriyanto

    2.      Laboran Kimia

          F. Wiji Utami, A.Md.

    3.      Laboran Biologi

          Danang Riyanto

    4.      Laboran Bahasa

           Ignatius Sutriyanto

    5.      Laboran IPS

           Ignatius Sutriyanto

    6.      Laboran Seni

          Ignatius Sutriyanto

    7.      Laboran Komputer

          Yoseph Widodo, A.Md.

          Nurbertus Suryadi, S. Kom.

     

    1.       Mendata dan menyusun daftar inventarisasi alat dan bahan laboratorium

    2.       Menginventarisasi dan menyusun jadwal penggunaan laboratorium guru bidang studi dan pembina KIR

    3.       Mempersiapkan alat dan atau bahan pratikum yang diperlukan dalam pembelajaran

    4.       Mendampingi guru selama berlangsungnya kegiatan pembelajaran di laboratorium/pratikum maupun eksperimen

    5.       Merawat maupun memelihara alat serta  merapikannya setelah digunakan

    6.       Mencatat dan mendata alat yang rusak atau habis setelah digunakan

    7.       Mengajukan daftar pengadaan alat dan bahan beserta rencana belanja laboratorium kepada koordinator laboratorium

    8.       Membersihkan alat, meja kerja, wasthafel, wadah bahan dan sarana di laboratorium masing-masing

    9.       Mengingatkan guru bidang studi dan pembina KIR(pemakai laboratorium) untuk mengisi daftar pemakaian laboratorium

    10.   Menyelesaikan administrasi di laboratorium masing-masing

    11.   Membantu menyelesaikan adiministrasi umum di kantor laboratorium

    12.   Memperbaiki peralatan/sarana yang masih mungkin diperbaiki

    13.   Mengklasifikasi perangkat/bahan laboratorium secara baik dan benar pula

     

    NO.

     

    JABATAN

    TUGAS

     

     

    14.   Bersama-sama dengan guru bidang studi dan pembina KIR menyusun hasil pembelajaran/kegiatan serta mengatur penempatan secara baik untuk disimpan, dirawat, dan digunakan dalam kegiatan berikutnya.

     

     

                                                                                                   

                                                                                                    Palembang, Juli 2008

     

     

                                                               

                                                                                                    Drs. Kasdi Haryanta

                                                                                                    Waka Kurikulum

    PENGELOLAAN MANAJERIAL

    Mei 26, 2008

     

    SISTEM MANAJERIAL DAN KINERJA

    SMA XAVERIUS 1 PALEMBANG

    A. VISI

    Menjadi pusat keunggulan layanan pendidikan generasi penerus berdasarkan nilai-nilai iman, persaudaraan, dan cinta kasih.

    B. MISI

    1. Mengembangkan kemampuan akademik bercakrawala global dengan penerapan dan pengembangan kurikulum yang berlaku, baik kurikulum lokal, nasional, maupun kurikulum global. 
    2. Mengembangkan kedisiplinan, kepemimpinan serta cinta kasih melalui berbagai kegiatan kesiswaan baik organisasi siswa, kegiatan ekstrakurikuler, keagamaan, maupun kegiatan lain yang berakar budaya bangsa.
    3. Mengedepankan sikap berkompetisi yang sportif melalui berbagai bidang dan kesempatan dengan mengedepankan semangat kebangsaan.
    4. Menanamkan keteladanan dan budi pekerti melalui pengembangan kultur sekolah yang sesuai dengan norma keagmaan, norma sosial-kemasyarakatan , dan norma kebangsaan.

    Sebagai insititusi yang memberikan layanan kepada masyarakat lewat siswa-siswi, SMA Xaverius 1 mempunyai kontrak moral memberikan layanan pendidikan sesuai dengan persepsi dan asumsi masyarakat pengguna di Palembang. Oleh sebab itu, ikatan kontrak moral tersebut diupayakan diwujudkan melalui pengukuhan citra profil SMA Xaverius 1 Palembang dalam bentuk layanan pendidikan dalam memberikan bimbingan dan pembinaan generasi muda ke arah masa depan mereka.

    SMA Xaverius 1 Palembang dikelola dengan mendasarkan pada pengelolaan persekolahan SMA sebagaimana yang digariskan dalam Pedoman Penyelenggaraan SMA yang dikeluarkan oleh Direktorat Pendidikan Dasar dan Menengah Departemen Pendidikan Nasional Republik Indonesia sebagai kerangka dasar, di samping sesuai dengan visi dan misi KWI, MNPK, Keuskupan Agung Palembang, Yayasan Xaverius Palembang. Acuan tersebut dilaksanakan sesuai dengan penyesuaian hal yang bersifat pragmatis selaras dengan profil sekolah.

    Dalam pengelolaan persekolahan, penyelenggaraan pendidikan terbagi dalam bidang-bidang sebagai berikut

    C. Pengelolaan Kurikulum

    1. Profil Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan
    2. Teknik dan Kiat Pelaksanaan Kurikulum.
      1. Lokakarya persiapan Kegiatan Belajar Mengajar. Setiap awal tahun pelajaran dan setiap awal semester SMA Xaverius 1 Palembang mengadakan lokakarya secara koordinatif dengan SMA Xaverius 2, 3, dan 4 yang diikuti oleh semua guru sekolah dengan target menyusun program kerja sesuai bidang tugas masing-masing. Secara administratif guru SMA Xaverius 1 mulai tahun 2007/2008 mengadakan musyawarah guru mata pelajaran tingkat sekolah agar guru mata pelajaran sejenis mempunyai visi dan misi yang sama, yang ditindaklanjuti ke arah penyusunan Rencana Plekasanaan Pembelajaran secara personal koordinatif.
      2. Peningkatan hasil belajar siswa. Upaya peningkatan prestasi hasil belajar peserta didik dilakukan melalui beberapa terobosan, yakni: .
        1. Penerapan strategi team teaching agar siswa dapat menyerap sebanyak mungkin ilmu yang disampaikan oleh guru, di samping diterapkan berbagai metode dan media pendidikan juga diterapkan strategi pengajaran team teaching. Strategi ini diterapkan terutama pada mata pelajaran yang jumlahnya lebih dari 2 jam per minggu. Pelaksanaannya, setiap mata pelajaran diajarkan oleh lebih dari satu guru dengan tanggung jawab pada pokok bahasan masing-masing.
        2. Penerapan jadwal maksimal 2 jam pelajaran per kelas.
        3. Untuk menjaga agar kesiapan guru memadai dan siswa tidak menjadi bosan di dalam menerima pelajaran, pada mata pelajaran non-eksakta dilaksanakan 1 jam pelajaran/hari dan pada mata pelajaran eksakta dilaksanakan maksimal 2 jam pelajaran/hari.
        4. Pemantapan Mental dan Keterampilan Teknis ( PMKT)
        5. Bagi siswa Kelas XII yang akan menghadapi UN dan SPMB/UM UGM diberi pengayaan berupa tambahan pelajaran sebanyak 6 jam seminggu, khusus untuk mata pelajaran yang di-UN-kan maupun digunakankan untuk tes ke perguruan tinggi. Pelaksanaannya dilakukan setiap siang hari pukul 13.30 s.d. 15.30 dimulai bulan September sampai dengan menjelang Ujian Nasional. Dalam program ini diterapkan strategi khusus, baik dalam penyajian materi, latihan soal, penilaiannya, maupun pembahasannya. Diperlukan kemampuan kompetensi dan metodologi dari guru sehingga strategi pembelajaran amat menunjang ketercapaian target.
        6. Pelaksanaan Uji Coba. Untuk mendukung dan mengevaluasi keberhasilan PMKT, secara periodic dan berkesinambungan dilakukan tes uji coba yang soal-soalnya dibuat oleh para guru sesuai dengan standard atau kisi-kisi ujian nasional maupun tes perguruan tinggi. Pengadaan soal-soal ini dilaksanakan oleh guru sendiri dan sesekali bekerja sama dengan lembaga bimbingan belajar. 
        7. Program Pendalaman Materi dan Pengayaan. Program pendalaman materi dan pengayaan diperuntukkan bagi siswa kelas XI dan dilaksanakan pada siang hari mulai pukul 13.30 s.d. 17.00. Dalam seminggu dilaksanakan sebanyak 4 ( empat ) kali untuk mata pelajaran Matematika, Fisika, Kimia, Biologi dan Bahasa Inggris. Materi dan strateginya dibuat secara khusus. 
        8. Praktikum IPA Untuk membekali dan memberikan latihan keterampilan khusus bagi siswa Kelas XII, selain PBM yang menerapkan metode eksperimen, juga dikembangkan praktikum Laboratorium pada mata pelajaran Fisika, Kimia dan Biologi. Hal ini dimaksudkan untuk melatih siswa berpikir secara ilmiah dan komprehensif. Pelaksanaan praktikum Laboratorium mengacu pada aspek kompetensi ilmiah akademis. Dengan praktikum ini diharapkan para siswa tidak asing lagi sewaktu memasuki dan berada di perguruan tinggi jika harus mengadakan praktikum dan membuat pelaporannya.
        9. Penerapan Sistem Penilaian pola tes perguruan tinggi. Pada setiap latihan soal-soal, baik pada PMKT, pendalaman materi dan pengayaan, maupun ulangan harian untuk mata pelajaran tertentu, siswa dibiasakan menggunakan sistem penilaian dengan pengurangan nilai jika jawaban salah. Dengan demikian diharapkan siswa dapat membiasakan diri berpikir kritis dan berhati-hati serta tidak mengembangkan pola piker spekulatif.
        10. Peningkatan Keimanan dan spiritualitas Untuk peningkatan keimanan dan spiritualitas serta implementasi dari pelajaran Pendidikan Agama setiap hari Jumat per minggunya dilakukan Pendalaman Iman serta Misa bagi siswa-siswi Katolik serta Katekumen, sedangkan siswa lain dipersilakan melakukan kegiatan keagamaan di tempat masing-masing (mesjid, kelenteng, vihara).
        11. Pelaksanaan Program Remedial
        12. Kegiatan ini dilakukan untuk memberikan layanan bagi siswa-siswi yang belum mencapai target ketuntasan bidang studi ataupun per pokok bahasan. Pengelolaan kegiatan remedial ditangani oleh guru bidang studi masing-masing, untuk melakukan penjadwalan serta koordinasinya. Kegiatan remedial dilakukan pada hari Senin, Selasa, dan Rabu, pukul 13.30 s.d. 17.00. Kegiatan ini dilakukan dengan ketentuan bila jumlah siswa yang belum mencapai ketuntasan lebih dari 50% diwajibkan reteaching.

        13. Layanan Klinis SMA Xaverius 1 mengusahakan layanan tidak sebatas jam pembelajaran saja, dalam arti pelayanan proses di kelas, namun juga melayani dengan pola klinis kepada pembelajar bdi luar jam pembelajaran dalam konteks lingkungan sekolah. Layanan ini diberikan kepada siswa-siswi yang mengalami kesulitan dalam belajar, terutama dalam kaitannya dnegan pemahaman dan penguasaan materi. Bentuk layanan ini difokuskan untuk bidang studi MIPA dan Bahasa Inggris.
        14.  Untuk meningkatkan prestasi belajar yang memadai, SMA Xaverius 1 Palembang melakukan terobosan dalam pelaksanaan kurikulum, antara lain:

    3. Penyediaan Fasilitas Perpustakaan
    4. Untuk menambah koleksi buku perpustakaan, secara rutin dibeli buku-buku penunjang pelajaran, ensiklopedia baru, laporan-laporan karya ilmiah siswa maupun kumpulan soal. Karena waktu baca sangat terbatas, siswa dibiasakan menggunakan menggunakan waktu sebaik-baiknya untuk membaca di perpustakaan. Pelayanan sirkulasi / pemimjaman buku dilayani pada lantai atas, sedangkan lantai bawah untuk buku-buku referensi dan layanan buku paket. Di lantai bawah juga disediakan perangkat internet sehingga siswa dapat menggunakan untuk mengakses informasi-informasi terkini dan dipakai untuk kegiatan pembelajaran mata pelajaran tertentu. Persiapan menghadapis ains dan Matematika Pendalaman materi khusus bagi siswa unggul untuk menghadapi persaingan terutama dalam mengikuti lomba IMO, IPHO, ICHO, Astronomi, Kebumian dan lomba komputer bekerja sama dengan alumni maupun narasumebr la

    Bimbingan Konseling merupakan salah satu pembimbingan ke arah pengembangan pribadi pembelajar. Layanan bimbingan lebih banyak diarahkan pada layanan dalam penempatan, penjurusan, dan problema pribadi peserta didik. Hal ini dilakukan dengan pertimbangan bahwa kenakalan pelajar tidak terjadi di SMA Xaverius 1 Palembang. Dengan demikian, layanan bimbingan dikategorikan sebagai layanan khusus. Oleh sebab itu, dialokasikan waktu 1 JP setiap minggu bagi guru BK memasuki kelas yang dibimbingnya.

    4.   Layanan Bimbingan dan Konseling

    Undang-undang Nomor 2 tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional menyebutkan bahwa ” Pendidikan adalah usaha sadar untuk menyiapkan peserta didik melalui kegiatan bimbingan, pengajaran dan.atau latihan bagi peranannya di masa datang”. Upaya pendidikan berdasarkan pengertian tersebut mencakup kawasan yang sangat luas yang mengacu pada pengembangan individu sebagaimana disinggung dalam pengertian pendidikan diatas. Cakupan yang amat luas itu ( yakni kawasan bimbingan, pengajaran, dan latihan ) saling berkait dan saling menunjang. Bahkan seringkali yang satu tidak dapat dipisahkan dengan yang lainnya. Suatu upaya pendidikan yang menyeluruh, lengkap, dan mantap harus secara terpadu meliputi ketiga kawasan pendidikan itu.

    Meskipun kawasan kegiatan bimbingan , pengajaran dan latihan harus dalam keadaan saling terkait dan terpadu, namum ketiganya harus dapat dibedakan, bukan dipisahkan. Tujuan pembedaan dan pemisahan itu adalah untuk dapat dikembangkannya kawasan tersebut secara optimal. Demikian juga yang terjadi di SMA Xaverius 1 Palembang. Kegiatan bimbingan dan konseling dikelola secara tersendiri dengan koordinasi dari seorang koordinator BK.

    •  Pelaksanaan BK di SMA Xaverius 1 Palembang. Dalam rangka meningkatkan efektivitas layanan BP/BK, SMA Xaverius 1 Palembang memberikan layanan kepada siswa melalui tahapan sebagai berikut
    • Penyusunan
    • Pelaksanaan
    • Evaluas
    • Analisis Hasil Evaluasi
    • Pelaksanaan Tindak Lanjut Kelima tahapan pelaksanaan BK di SMA Xaverius 1 Palembang sebagaimana dikemukakan di atas, masing-masing meliputi 4 ( empat ) bidang layanan, 7 jenis layanan, dan 5 kegiatan pendukung, yang secara popular disebut dengan Layanan Pola 17. Secara garis besar layanan Pola 17 tersebut dapat dilihat pada uraian berikut.
    • Layanan Orientasi =>Layanan orientasi diberikan terutama pada awal tahun pelajaran terhadap siswa baru yang meliputi hal-hal :
    •  Orientasi mengenai tata tertib sekolah
    • Orientasi mengenai keadaan guru/karyawa
    • Orientasi mengenai fasilitas belajar (ruang kelas, ruang BP/BK, perpustakaan , laboratorium, ruang UKS, ruang koperasi siswa, dan sebagainnya).
    • Orientasi mengenai pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler.

     D. LAYANAN HUBUNGAN MASYARAKAT 

    1. Layanan Informasi Layanan informasi diberikan pada siswa mengenai berbagai hal yang berhubungan dengan kepentingan siswa terutama mengenai kepentingan belajar. Layanan informasi ini merupakan layanan yang sangat penting bagi siswa SMA Xaverius 1 Palembang, karena mereka pada umumnya sangat sadar akan pentingnya informasi yang lengkap untuk pertimbangan dalam menentukan sikap mereka, terutama yang berkaitan dengan prospek mereka di masa mendatang. Dalam hal pemberian informasi perguruan tinggi, sudah disampaikan sejak peserta didik duduk di bangku kelas XI.
    2. Layanan Penempatan dan Penyaluran =>Layanan penempatan dan penualuran ini diberikan kepadampeserta didik terutama yang berkaitan dengan bakat dan minat siswa yang berhubungan dengan bagian kesiswaan dan bagian kurikulum. Bahkan, sebagian besar petugas BK bertanggung jawab pada satu kegiatan ekstrakurikuler tertentu.
    3. Layanan Pembelajaran=>Dalam memberikan layanan bidang pembelajar-an, guru pembimbing bekerja sama dengan guru mata pelajaran dan bagian kurikulum, terutama dalam pelaksanaan program pengayaan, penda-laman materi, serta program remedial bagi peserta didik tertentu.

    E. PENGELOLAAN KESISWAAN

     

    6.1 Kegiatan Ekstrakurikuler

     

    Kegiatan ekstrakurikuler di SMA Xaverius 1 dikelompokkan menjadi 2 (dua ) kelompok, yakni kelompok ekstrakurikuler yang berada di bawah OSIS yang berjumlah 24 kegiatan dan kelompok ekstrakurikuler yang dikelola guru/pembina yang merupakan kegiatan ekstrakurikuler pendukung mata pelajaran dan ptrestasi siswa dengan perincian sebagai berikut.

    6.1.1 KIR : Fisika, Kimia, Biologi, IPS, Matematika

    6.1.2 Paduan Suara

    6.1.3 Koor Gereja

    6.1.4 Jurnalistik

    6.1.5 Teater : Texas (Teater SMA Xaverius 1)

    6.1.7 Pramuka

    6.1.8 Bahasa Inggris : English Club

    6.1.9 Bahasa Mandarin

    6.1.10 Koperasi

    6.1.11 Komputer

    6.1.12 PKS

    6.1.13 Futsal

    6.1.14 Basket

    6.1.15 Taekwon do

    6.1.16 Voli

    6.1.17 PMR

    6.1.18 Bridge

    6.1.19 Band

    6.1.20 Marching band : Vica Lokajaya

    6.1.21 Pecinta Alam : Palaxsa (Pencinta Alam Xaverius 1)

    6.1.22 Sepakbola

    6.1.23 Komputer Analis

    6.1.24 Seni Lukis

    6.1.25 Berkebun

    6.1.26 Catur

    6.1. 27 Seni Tari

    Di samping itu, siswa berkesempatan mengembangkan kemampuannya melalui program tambahan, seperti outbond, liveskill, wisata studi, pertukaran pelajar.

    2.  Penanaman Citra Keteladanan

    Masa Orientasi Siswa (MOS ) diperkaya dengan Divas (Geladi Xaverian Sejati) yang merupakan program sekolah dengan tujuan membuat peserta didik selalu tetap mencintai sekolah dan almamater dengan berpedoman bahwa sekolah adalah rumah kedua setelah rumah sendiri. Hal ini ditanamkan sejak peserta didik masuk di SMA Xaverius 1 Palembang melalui pembinaan dan penanaman citra keteladanan, kedisiplinan, dan budi pekerti luhur. Di samping itu, citra keteladanan dan kepemimpinan dikembangkan melalui organisasi intra sekolah atau Perhimpunan Pelajar Sekolah Katolik (PPSK) SMA Xaverius 1. Pengembangan kepemimpinan tersebut dilaksanakan melalui pembinaan dan pembimbingan serta kaderisasi Pengurus Harian dan Perwakilan Kelas OSIS/PPSK serta latihan kepemimpinan (Latpim).

    3.  Perkemahan Teladan Bhakti dan Desa Binaan

    Siswa kelas X dan kelas XI diberi kepercayaan sepenuhnya untuk melaksanakan kemah bakti yang bertujuan menanamkan kepedulian siswa pada desa berkatagori IDT dan selanjutnya mereka berkewajiban membina desa tersebut selama 5 (lima) tahun. Dengan demikian, kecerdasan sosial peserta didik dilatih dan dikembangkan secara optimal. Sampai saat ini sudah banyak daerah bakti sosial SMA Xaverius 1 Palembang, dan mengupayakan mempunyai desa binaan yang tersebar di seluruh Palembang.

    4.  Penanaman Keimanan dan Ketaqwaan terhadap Tuhan yang MahaesA

    •  

      1. Pembinaan iman

      2. Misa tiap hari Jumat

      3. Misa Keagamaan umat Katholik   

      4.  Pelaksanaan 6 K

      6K dikembangkan di kalangan peserta didik dengan tujuan agar mereka memiliki rasa peduli terhadap lingkungan alam dan lingkungan pergaulannya serta dalam berperilaku sebagai anggota masyarakat dan sebagai diri sendiri. Kepada mereka dilakukan kontroling 6K melalui rasia berpakaian, penataan rambut, perangkat sekolah yang dibawa, kelengkapan kendara-an siswa (motor), dan sebagainya.

      6.  Etika dan Sopan Santun

      7.  Hubungan Siswa dengan Guru

      Pembinaan etika dan sopan santun dirasa amat perlu diberikan dalam pembiasaan berpikir, berkata, dan berbuat. Dimensi ini akan terbina secara berporses bilamana semua konstituen yang terlibat atau berada di dalam komunitas memiliki tujuan dan sikap komitmen hingga bila diteladani generasi berikutnya secara berkesimbamungan. Nuansa seperti itu terbina dengan baik di lingkungan SMA Xaverius 1 Palembang dari generasi ke generasi beikutnya.

      Hubungan siswa-guru diupayakan tertanam secara harmonis, akrab, penuh penghormatan dan beradab. Pembinaan dan pengembangan budaya hubungan yang demikian dilaksanakan sekaligus dalam rangka pembentukan, pembinaan, dan pengembangan kultur sekolah yang harmonis, ramah, saling menghormati, dan familiar.

      8.  Upacara Bendera

      Upacara bendera rutin dilaksanakan pada setiap Senin jam ketiga, baik secara bersama maupun paralel per kelas sesuai dengan situasi dan kondisi. Upacara pada peringatan hari besar nasional dilaksanakan secara terpadu dengan SMA Xaverius 4 dan Seminari St. Paulus Palembnag.

      9.  Pemberian Bekal Kemampuan Berbahasa Inggris

      Pembinaan, pembimbingan, dan pendampingan kemampuan lisan berbahasa Inggris dilakukan secara bertahap mengingat budaya dan perkembangan kompetensi serta kerangka berpikir masyarakat pengguna. Mayoritas siswa SMA Xaverius 1 memiliki kompetensi dasar berbahasa Inggris baik sehingga perlu perancangan matang ke arah pengembangan kemampuan keterampilan secara berlanjut.

      Perkembangan kemmapuan ini dapat tersalurkan melalui English Club serta situasi pembelajarn di kelas internasional yang ada. Dalam konteks demikian hal ini digunakan untuk membekali siswa dalam penguasaan bahasa internasional dalam menghadapi era globalisasi. Pembinaan reguler kompetensi guru dilakukan dengan melaksanakan program kursus bagi guru dan karyawan, baik melalui lembaga maupun SDM yang ada. Tes kompetensi bahasa Inggris dilakjukan oleh lembaga yang bertaraf internasional.

      10.  Pembekalan Ketrampilan KomputerSemua siswa dibekali ketrampilan komputer melalui pelajaran komputer yang dilaksanakan di sekolah. Di samping itu dilaksanakan juga program kegiatan penyaluran bakat dan minat pembelajar dalam bidang komputer melalui kegiatan komputer analis, yang amat memenberi peluang kepada pembelajar untuk mengembangkan kompetensinya. Hal ini dirasakan amat berguna manfaatnya bagi pembelajar, sebagaimana terindikasi lewat berbagai kemenangan dalam lomba-lomba, baik tingkat lokal maupun provinsi. Selain itu direncanakan dilaksanakan program pelatihan komputer untuk melaksanakan program life-skill dengan pendekatan Broad Base Education.

      11.  Pengembangan Pola Pikir Analitik

      Untuk mengembangkan bakat dan kemampuan meneliti, direncanakan siswa kelas XI diwajibkan melakukan latihan penelitian yang dilaksanakan pada libur semester I. Pelatihan ini ditindaklanjuti dengan memberikan peluang kepada mereka untuk melakukan kegiatan penelitian.

      F.   PENGELOLAAN HUBUNGAN MASYARAKAT

      Pengelolaan bidang hubungan dengan masyarakat diarahkan pada upaya membina dan menjalin hubungan serta kerja sama antarsekolah, dengan pemerintah dan instansi terkait, dengan alumni, dengan masyarakat, serta dengan Komite Sekolah/Komite Pduli Pendidikan.

      1. Kerja sama dengan Komite Peduli Pendidikan dan Instansi terkait

       

       

       

       

      Komite Peduli Pendidikan merupakan komite sekolah yang secara independen bekerja sama dengan penyelenggara pendidikan dengan memberikan peran yang sangat besar dalam memberikan sumbangan pemikiran terhadap penyelenggaraan pendidikan di sekolah. Fungsi Komite Peduli Pendidikan aedalah berperan sebagai mitra utama sekolah untuk menyelenggarakan pendidikan. Dalam pertemuan koordinasi pihak sekolah dan Komite Peduli Pendidikan membahas berbagai hal yang berkaitan dengan penyelenggaraan pendidikan beserta konsekuensi-konsekuensinya, termasuk dalam pencarian dana bagi penyelenggaraan pendidikan.

      2.  Hubungan dengan Perguruan Tinggi

      SMA Xaverius 1 bekerja sama dengan perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta, nasional maupun internasional. Hubungan kemitraan dengan perguruan tinggi ini amat diperlukan tatkala sekolah harrus memberikan layanan jalur-jalur perguruan tinggi yang dibutuhkan oleh peserta didiknya. Berkaitan dengan ini SMA Zaverius 1 secara rutihn mengadakan Ekspo Perguruan Tinggi yang memberikan kesempatan bagi pembelajar untuk m,engetahui jurusan, fakultas, perguruan tinggi, serta gambaran profesi ke depannya. Hubungan kemitraan ini amat simbiosis mutualis sehingga menguntungkan berbagai pihak yang terlibat di dalamnya.

      3.    Hubungan kerja sama dengan lingkungan masyarakat

      4.    Hubungan kerja sama dengan alumni SMA Xaverius 1 Palembang

      Hubungan kerja sama ini dimaksudkan untuk:

      a.  Menjaga keamanan SMA Xaverius 1 Palembang dan lingkungannya. Sebagai tenaga keamanan sekolah diambil dari lingkungan masyarakat setempat.

      b.  Menata dan menjaga taman sekolah

      1. Alumni telah membentuk wadah mantan-mantan peserta didik SMA Xaverius 1 Palembang dengan nama Ikatan Keluarga Alumni Xaverius (IKAXA). IKAXA berperan aktif dalam memberikan bantuan kepada adik-adik kelas yang masih aktif bersekolah di SMA Xaverius 1 Palembang. Bantuan material terwujud dalam bentuk perangkat komputer, mesin scanner, TV, OHP, dan sebagainya. Di samping itu, mereka juga mengarahkan adik-adik kelas di dalam memilih jurusan di perguruan tinggi Xaverius melalui kegiatan open house jurusan. Sekolah mengharapkan alumni membentuk lembaga yang diharapkan dapat banyak membantu SMA Xaverius 1 Palembang dalam penyelenggaraan pendidikan.
      2. Alumni berperan aktif di bidang kesehatan dengan membuka klinik kesehatan di SMA Xaverius 1 Palembang, melalui alumni-alumni dokteryang berdomisili di Palembang

      d.  Alumni memberikan beasiswa kepada adik-adiknya yang berprestasi dan kurang mampu sert5a memberikan dukungan kepada siswa-siswi dalam pengembangan ekspresi diri, misalnya kelompok band atau marching band.

      e.  Alumni merintis dan mendorong berdirinya kelas bertaraf internasional dan menyumbangkan tenaganya dalam proses pembelajaran di kelas tersebut.

      5.  Hubungan kerja sama dengan lembaga bimbingan belajar

      Beberapa lembaga bimbingan belajar ternama di Kota Palembang diajak bekerja sama dalam upaya peningkatan prestasi peserta didik. Kerja sama tersebut dilaksanakan dalam rangka penjajagan/uji cobaUN maupun SPMB.

      D.   PENGELOLAAN SARANA PRASARANA

      Pengelolaan bidang sarana/ prasarana sekolah diprioritaskan pada upaya sebagai berikut. 

      1. Mengelola dan mendayagunakan sumber daya sarana/ prasarana yang ada,dan 
      2. Mengembangkan dan meningkatkan sumber daya yang ada dengan mempertimbangkan mobilitas kebutuhan dalam upaya peningkatan mutu sekolah.

      Kompleks SMA Xaverius 1 Palembang dibangun di atas tanah seluas 11.315 m2, namun yang dapat dipergunakan secara efektif kurang dari 1 ha. Gedung utama berlantai tiga dan seluruh bangunannya seluas 6.761,25 m2 Terdapat dua gedung yang berlantai empat. Setiap gedung diberi nama: 1) Gedung Fransiscus; 2) Gedung Matius; 3) Gedung Markus; 4) Gedung Paulus; dan 5) Gedung Lucas. Dalam lokasi sekolah terdapat satu lapangan sepak bola, satu lapangan basket, dan dua lapangan voli. Di sekeliling lapangan bola tersedia lahan lapangan atletik lari. Beberapa ruangan yang ada di SMA Xaverius 1 Palembang dapat dibedakan menjadi dua kelompok ruangan yaitu ruang kelas, laboratorium, dan ruang administrasi/ ruang penunjang.

       Kecerdasan rohani peserta didik dikembangkan melalui penanaman disiplin beribadah sesuai agama yang mereka anut sejak dini, yakni sejak memasuki SMA Xaverius 1 Palembang. Secara konkret, pengembangan kecerdasan rohani tersebut dilakukan melalui kegiatan-kegiatan sebagai berikut:

    PROFIL SMA XAVERIUS 1 PALEMBANG

    Mei 26, 2008

     TARGET KE DEPAN

    SMA XAVERIUS 1  PALEMBANG

     ( DIVISI    KURIKULUM  )

    I. Hasil yang Diharapkan

    a.                   Memiliki Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan sebagai profil sekolah

    b.                  Memiliki silabus semua mata pelajaran kelas X, XI, XII

    c.                   Terapainya pemetaan semua mata pelajaran kelas X, XI, XII

    d.                  Tersedianya RPP semua mata pelajaran kelas X, XI, XII

    e.                   Memiliki sarana prasrana yang memadai

    f.                    Tersedianya media pendidikan untuk semua mata pelajaran

    g.                   Terpenuhinya sistem penilaian sesuai SNP

    h.                   Tercapainya kompetensi-kompetensi kelulusan sesuai SNP

    i.                     Tersedianya kurikulum muatan lokal

    j.                    Tercapainya strategi pembelajaran SNP

    k.                  Tersedianya metode pembelajaran sesuai mata pelajaran

    l.                     Terlaksananya kegiatan lomba-lomba ilmiah akademis- bidang lain

    m.                 Terlaksananya festival apresiasi seni

    n.                   Menjadi juara KIR, baik lokal maupun nasional

    o.                  Tercapainya situasi dan kondisi lingkungan sekolah yang kondusif

    p.                  Tercapinya budaya disiplin sekolah, untuk smeua konstituen, mulai dari pimpinan, staf, guru, karyawan, dan siswa

    q.                  Tercapainya lingkungan sekolah bersih, aman, rapi, dan indah.

     

    II. Strategi Pelaksanaan / Pencapaian

    a.       Pengembangan kurikulum menjalin kerja sama dan mengoptimalkan warga sekolah dalam membuat pemetaan SK, KD, membuat silabus, membuat RPP, model-model penilaian, melalui work shop, untuk menghasilkan dokumen kurikulum sekolah.

    b.      Pengembangan sarpras dan media pendidikan, bekerja sama dengan pihak lain dan mengoptimalkan standar sarpras dan media pembelajaran sekolah.

    c.       Pengembangan system penilaian melengkapi dan bekerja sama dengan MGMP untuk membuat model-model penilaian.

    d.      Menjalin kerjasama dengan lintas sektoral misalnya camat, lurah, tokoh masyarakat, perguruan tinggi dan perusahaan yang peduli pendidikan.

    e.       Melengkapi struktur organisasi job discription dengan segala pendukungnya.

    f.        Kerjasama dengan perguruan tingi, konsultan sekolah lain yang lebih maju, melengkapi literatur manajemen dan melaksanakan diklat.

    g.       Pengembangan kompensasi prestasi/lulusan mengoptimalkan warga sekolah dalam melaksanakan pembelajaran, work shop untuk mencapai hasil.

    h.       Pengembangan kurikulum mulok : bekerja sama dengan Home Industri dan Pengusaha Kecil yang berada di sekitar sekolah untuk mendapatkan dokumen kurikulum mulok..

    i.         Pengembangan strategi pembelajaran : bekerja sama dengan MGMP dan lembaga lain untuk melaksanakan pelatihan strategi pembelajaran.

    j.        Pengembangan metode pembelajaran : mengoptimalkan warga sekolah, tenaga kependidikan dalam melaksanakan penataran untuk membuat model-model pembelajaran.

    k.      Pengembangan kegiatan olahraga : bekerja sama dengan lembaga atau sekolah lain untuk melaksanakan kegiatan lomba-lomba dan pelatihan olahraga.

    l.         Pengembangan kegiatan kesenian : bekerja sama dengan lembaga atau sekolah lain untuk melaksanakan kegiatan lomba-lomba dan pelatihan kesenian.

    m.     Pengembangan kegiatan keagamaan : bekerja sama dengan lembaga atau sekolah lain untuk melaksanakan kegiatan keagamaan.

    n.       Pengembangan kegiatan pembiasaan (kebudayaan) : mengoptimalkan fungsi seluruh tenaga kependidikan untuk melaksanakan kegiatan pembiasaan di sekolah.

    o.      Pengembangan sanitasi / sekolah sehat : mengoptimalkan sumber biaya sekolah dan bekerja sama dengan komite sekolah untuk penataan lingkungan sekolah yang sehat.

    p.      Pengembangan kegiatan KIR : bekerja sama dengan lembaga atau sekolah lain untuk melaksanakan kegiatan KIR.

    III. Program-program Strategis

    1. Pengembangan kompetensi dasar
    2. Pengembangan silabus
    3. Pengembangan RPP
    4. Pengembangan Sarpras dan media pendidikan
    5. Pengembangan system penilaian
    6. Pengembangan komptensi prestasi lulusan
    7. Pengembangan kurikulum muatan local
    8. Pengembangan strategi pembelajaran
    9. Pengembangan metode pembelajaran
    10. Pengembangan kegiatan olahraga
    11. Pengembangan kegiatan kesenian
    12. Pengembangan kegiatan KIR
    13. Pengembangan kegiatan keagamaan
    14. Pengembangan kegiatan pembiasaan (kebudayaan bangsa)
    15. Pengembangan sanitasi/sekolah sehat

    IV. Target Sekolah

    1.      Standar dalam Pengembangan Kurikulum

    1.1  Melaksanakan pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP)

    1.1.1 Bahan Kajian Kurikulum
    1.1.2 Pedoman Pelaksanaan
    1.1.3 Bahan Ajar Kurikulum

    1.2  Melaksanakan pengembangan pemetaan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan

    1.2.1 Pemetaan SK, KD Indikator dan aspek untuk Kelas X s,d, XII semua mata  pelajaran

    1.3  Peningkatan Pengembangan silabus

    1.3.1 Silabus untuk kelas X, XI IPA, XI IPS, XII IPA, XII IPS untuk semua mata pelajaran

    1.4  Peningkatan Pengembangan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran

    1.4.1  Rencana Pelaksanaan Pembelajaran

    1.4.2  Lampiran

             1.4.2.1 Bahan Ajar
             1.4.2.2 Instrumen Penilaian
             1.4.2.3 Alat Bantu Pembelajaran

    2.      Standar dalam Proses Pembelajaran

    2.1  Melaksanakan pengembangan proses pembelajaran di sekolah.

    2.1.1  Metode pembelajaran dengan pendekatan ICT

    2.1.2  Metode belajar tuntas

    2.1.3  Pendidikan kecakapan hidup pra-vocasional

    2.1.4  Metode pembelajaran dengan pendekatan lingkungan

    3.      Standar dalam Kelulusan:

    3.1  Sekolah mencapai standar kelulusan 100%

    3.2  Output dapat diterima di perguruan tinggi negeri / swasta berkualitas, baik di dalam   maupun di luar negeri.

    3.3  Output dapat berwirausaha (bagi yang tidak melajutkan)

     

    4.      Standar dalam Sumber Daya Pendidik dan Tenaga Kependidikan

    4.1  Sekolah mencapai standar kualifikasi tenaga pendidik

    4.2  Sekolah mencapai standar kompetensi tenaga pendidik

    4.3  Sekolah mencapai standar kompetensi Tenaga TU

    4.4  Sekolah mencapai standar komptetensi Tenaga Perpustakaan dan Laboratorium

    4.5  Sekolah mencapai standar monitoring dan evaluasi terhadap kinerja Tenaga kependidikan

    5.      Standar dalam Bidang Fasiltias Pendidikan

    5.1  Sekolah mengembangkan dan meningkatkan kompetensi tenaga kependidikan

    5.2  Sekolah memiliki sarana dan prasarana pendidikan sesuai tuntutan pengembangan kurikulum

    5.3  Sekolah memiliki media dan alat pembelajaran

    6.      Standar dalam Pengembangan Sekolah Sehat

    6.1  Memiliki Lingkungan Sekolah yang Sehat

    6.2  Memiliki Ruang UKS yang standar

    6.3  Memiliki Tenaga Medis / yang memilii kemampuan sebagai tenaga medis

    7.      Standar dalam Kelembagaan dan Manajemen Sekolah

    7.1  Mengimplementasi MBS

    7.2  Memiliki Administrasi Sekolah yang Lengkap dan Standar

    7.3  Memiliki Sistem Organisasi Fungsi Kerja Sekolah yang Standar

    8.      Standar dalam Pengembangan Sumber Daya Sekolah

    8.1  Sekolah memiliki lingkungan yang mendukung KBM

    8.2  Sekolah mitra kerja sebagai sumber belajar yang membantu pembiayaan pendidikan

    8.3  Standar Penilaian Prestasi akademik dan Non-akademik

    8.4  Sekolah mencapai standart perangkat model – model penilaian pembelajaran

    8.5  Sekolah mencapai Implementasi model evaluasi

    9.      Wajah Sekolah.

    9.1  Halaman depan

    9.2  Halaman dalam

    9.3  Ruang Guru

    9.4  Ruang Tata Usaha

    9.5  Ruang Perpustakaan

    9.6  Ruang Pertemuan

    9.7  Laboratorium

    9.8  Lapangan Olahraga

    9.9  Ruang Multimedia..

    10.  Visi dan Misi

    10.1    VISI: Menjadi pusat keunggulan layanan pendidikan berdasarkan cinta dan kasih.

    10.2    Indikator:

    10.2.1    Unggul dalam Pengembangan Kurikulum

    10.2.2    Unggul dalam Proses Pembelajaran

    10.2.3    Unggul dalam Tenaga Pendidik & Kependidikan

    10.2.4    Unggul dalam Sarana dan Prasarana

    10.2.5    Unggul dalam Kelembagaan dan Manajemen Sekolah

    10.2.6    Unggul dalam Pengembangan sumber daya Sekolah

    10.2.7    Unggul dalam Pengembangan Sekolah Sehat

    10.2.8    Unggul dalam Standart Penilaian Prestasi Akademik dan Non-akademik

    10.2.9    Unggul dalam Kelulusan

    10.3    Misi:

    10.3.1    Unggul dalam Pelaksanaan  Pengembangan Kurikulum

    10.3.1.1    Pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP)

    10.3.1.2    Pengembangan Perangkat Pembelajaran Silabus

    10.3.1.3    Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

    10.3.1.4    Pengembangan Kurikulum Muatan Lokal (Mulok)

     

    10.3.2    Unggul dalam Pelaksanaan Proses Pembelajaran

    10.3.2.1    Metode Pembelajaran

    10.3.2.2    Strategi Pembelajaran

    10.3.2.3    Inovasi dalam pengelolaan kelas

    10.3.2.4    Koordinasi Proses Pembelajaran

    10.3.2.5    Pengendalian Proses Pembelajaran.

    10.3.3    Unggul dalam Tenaga Pendidik & Kependidikan dengan Melaksanakan Standardisasi dan Pengembangan.        

    10.3.3.1    Kualifikasi Akademik

    10.3.3.2    Kompetensi Guru: (1) Kompetensi Paedagogis (1) Kompetensi Profesi; (2) Kompetensi Kepribadian; (3) Kompetensi Sosial (4) Kompetensi spirirtual

    10.3.3.3    Kompetensi Tenaga Tata Usaha

    10.3.3.4    Kompetensi Tenaga Keperpustakaan

    10.3.3.5    Kompetensi Tenaga Laboratorium

    10.3.3.6    Profesionalisme Petugas-petugas Esktrakulikuler

     
     

     

    10.3.4    Unggul dalam Sarana dan Prasarana Sekolah melalui Pelaksanakan dan Pengembangan :

    10.3.4.1    Prasarana Sekolah

    10.3.4.2    Sarana Sekolah

    10.3.4.3    Sumber Daya Alam yang dimiliki Sekolah

    10.3.4.4    Media dan Alat Pembelajaran

     
     

     

    10.3.5    Unggul dalam Kelembagaan dan Manajemen Sekolah

    10.3.5.1    Melaksanakan Implementasi MBS

    10.3.5.2    Melaksanakan pengembangan administrasi sekolah

    10.3.5.3    Melaksanakan pengembangan pengorganisasian tenaga kependidikan

    10.3.6    Unggul dalam Pengembangan Sumber Daya Sekolah

    10.3.6.1    Melaksanakan Pengembangan Lingkungan dalam sekolah sebagai Sumber Belajar

    10.3.6.2    Melaksanakan pengembangan lingkungan di sekitar Sekolah sebagai Mitra Kerja Sekolah

    10.3.7    Unggul dalam Pengembangan Sekolah Sehat

    10.3.7.1    Melaksanakan Penataan Taman dan Kebun Sekolah yang dapat mendukung lingkungan sehat

    10.3.7.2    Melaksanakan Pengembangan Ruang dan Fasilitas Kesehatan

    10.3.7.3    Meningkatkan Kerja Sama dengan kalangan Medis untuk pemeriksaan kesehatan siswa secara berkala.

    10.3.8    Unggul dalam Standart Penilaian Prestasi Akademik dan Non Akademik

    10.3.8.1    Melaksaankan Pengembangan Perangkat / Model-Model Penilaian

    10.3.8.2    Melaksan/implementasi Model Evaluasi

    10.3.8.3    Melaksanakan sistem pelaporan hitam putih, elektronik, dan  digital

    10.3.9    Unggul dalam Kelulusan:

    10.3.9.1    Sekolah mencapai standar kelulusan 100%

    10.3.9.2    Output dapat diterima di perguruan tinggi negeri / swasta berkualitas, baik di dalam   maupun di luar negeri.

    10.3.9.3     Output dapat berwirausaha (bagi yang tidak melajutkan)

     

    10.3.10 Sasaran Urgen Mendesak segera Kita Wujudkan:

    10.3.10.1      Memiliki Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan sebagai profil sekolah

    10.3.10.2      Memiliki silabus semua mata pelajaran kelas X, XI, XII

    10.3.10.3      Terapainya pemetaan semua mata pelajaran kelas X, XI, XII

    10.3.10.4      Tersedianya RPP semua mata pelajaran kelas X, XI, XII

    10.3.10.5      Memiliki sarana prasrana yang memadai

    10.3.10.6      Tersedianya media pendidikan untuk semua mata pelajaran

    10.3.10.7      Terpenuhinya sistem penilaian sesuai SNP

    10.3.10.8      Tercapainya kompetensi-kompetensi kelulusan sesuai SNP

    10.3.10.9      Tersedianya kurikulum muatan lokal

    10.3.10.10  Tercapainya strategi pembelajaran SNP

    10.3.10.11  Tersedianya metode pembelajaran sesuai mata pelajaran

    10.3.10.12  Terlaksananya kegiatan lomba-lomba olahraga dengan prestasi

    10.3.10.13  Terlaksananya kegiatan lomba dan apresiasi kesenian

    10.3.10.14  Memperoleh juara KIR tingkat nasional

    10.3.10.15  Tercapainya situasi dan kondisi lingkungan sekolah yang kondusif

    10.3.10.16  Tercapinya budaya disiplin di sekolah

    10.3.10.17  Tercapainya lingkungan sekolah sehat

     

    10.3.11 Target yang Diharapkan

    10.3.11.1   Pelaksanaan Program Belajar Intensif

    10.3.11.2      Pengembangan Bidang Akademik

    10.3.11.3      Pengembangan Bidang Olahraga

    10.3.11.4      Pengembangan Bidang Kesenian

    10.3.11.5      Pengembangan Layanan dan Penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam pembelajaran

    10.3.11.6      Pengembangan dalam Olimpiade Sains, baik nasional maupun internasional

    10.3.11.7      Pengembangan Kegiatan Karya Ilmiah Remaja

    10.3.11.8      Pengembangan Life Skill

     

    Palembang, 2 Mei 2008

    Drs. Kasdi Haryanta

     
     

     

    KUNCI JAWABAN UJI COBA I, II, III BAHASA INDONESIA

    April 21, 2008

    I.
    1. A; 2. D; 3. C; 4. A; 5. B; 6. A; 7. D; 8. B; 9. C; 10. E; 11. D; 12. E; 13. A; 14. C; 15. E; 16. D; 17. B; 18. A; 19. E; 20. D; 21. E; 22. E; 23. A; 24. D; 25. C; 26. C; 27. D; 28. C; 29. D; 30. E; 31. D; 32. E; 33. C; 34. A; 35. E; 36. D; 37. C; 38. E; 39. A; 40. D; 41. D.; 42. C; 43. C; 44. E; 45. B; 46. B; 47. C; 48. C; 49. A; 50. D

    II.
    1. B; 2. D; 3. A; 4. C; 5. D; 6. B; 7. A; 8. B; 9. D; 10. B; 11. B; 12. A; 13. D; 14. C; 15. C; 16. D; 17. C; 18. D; 19. A; 20. C; 21. E; 22. B; 23. A; 24. E; 25. B; 26. B; 27. C; 28. C; 29. D; 30. D; 31. C; 32. D; 33. C; 34. B; 35. D; 36. A; 37.D; 38. A; 39. A; 40. B; 41. A; 42. B; 43. C; 44. CC; 45. B; 46. C; 47. D; 48. D; 49. C; 50. A

    III.
    1. E; 2. D; 3. D; 4. E; 5. D; 6. E; 7. C; 8. E; 9. E; 10. D; 11. A; 12. A; 13. E; 14. D; 15. D; 16. A; 17. E; 18. C; 19. D; 20. E; 21. E; 22. B; 23. D; 24. A; 25. C; 26. D; 27. D; 28. B; 29. B; 30. E; 31. C; 32. C; 33. B; 34. C; 35. D; 36. C; 37. D; 38. B; 39. A; 40. B; 41. B; 42. B; 43. D; 44. B; 45. A; 46. C; 47. E; 48. B; 49. E; 50. C


    Ikuti

    Get every new post delivered to your Inbox.